gw udah bisa ramalkan sebelumnya dimilis ini, gak ada yang percaya, gw juga 
udah bilang mau ganti pelatih kayak apapun, tetep aja dongo bin bego, kagak 
bisa maen bola, ya gagal maning gagal maning taiyo....

Samuel Rismana S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          
--- In [email protected], roy sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rekor kalah lagi2 bertambah. U-23 Indonesia kalah 1-2 dari lebanon 
pada partai praolimpiade.
> ga ngerti aku apa memang Indonesia tercinta ini selalu kalah, ga 
bisa menang. entah apa?
> kupikir waktu withe dipecat, diganti Kolev Indonesia bakal bagus 
mainnya.
> Kolev juga bilang kalo dia penasaran ingin berbuat banyak dengan 
Indonesia.
> tapi hasilnya tetap nihil cupu begete kalo rang Jakarta bilang.
> Aku pun pusing tak ngerti masak ga ada 11 oarng Indonesia yang 
becus main bola?
> kalo ada seleksi massal untuk jadi pemain timnas kaya nya aku 
kepengen ikut, sama kaya si Kolev "penasaran" aku soalnya.
> Indonesia2 banyak penduduk tapi cupu main bola. padahal katanya 
sepakbola itu olahraga rakyat, tapi rakyat ini tak bisa main bola. 
lantas rakyat ini main apa?

<< Sam >> : memang kondisi di Indonesia ya kayak gini ini, kalau 
sepakbola indonesia mau maju siap gak PSSI dan sepakbola indonesia 
di jajah sama orang asing (FA, FIGC, etc)? orang2 asing itu yg akan 
membenahi persepakbolaan indonesia dalam jangka waktu misalnya 10-20 
th (kontrak tanpa bisa dibatalkan), selama 10-20 th PSSI tdk punya 
hak apa2, krn orang2 or badan asing itu kontrak dg pemerintah 
indonesia, jadi nantinya orang2 asing or badan itu yg akan membentuk 
organisasi baru (PSSI dibubarin aja), merencanakan dan membuat team 
nasional, merencanakan, membuat dan menjalankan kompetisi di seluruh 
lapisan (Liga utama, perserikatan, divisi, non divisi, dll), mencari 
pemain2 bagus, mencari pelatih dan pengurus yg andal dan profesional 
(bila perlu utk 1-5th pertama bule semua dah), membuat organisasi 
menjadi profesional, dan pemerintah harus melindungi dan memberikan 
hak penuh kepada mereka, jadi protes2 dari para demonstran yg sok 
nasionalis bisa dibungkam semua dulu, nanti kalau masa kontrak 
berakhir sesuai waktu dan hasilnya tetap memble maka badan yg 
dikontrak akan membayar ganti rugi seluruh biaya yg dikeluarkan 
pemerintah. Tp kalau hasilnya bagus, maka kontrak bisa diteruskan 
atau dilanjutkan sendiri oleh orang2 Indonesia yg selama 10-20 th 
dilatih sbg pengurus organisasi secara profesional bebas dari 
korupsi! termasuk dari sisi penonton dan wasit perlu di benahi total

masa sih gak bisa berhasil?? kalau sistem PSSI sekarang mah bener 
tuh spt bang ian dan YW bilang...sampai cucu dan cicit kita ya 
begini2 aja nasib sepakbola indonesia, boro2 jalan 
ditempat...pijakan kaki utk jalan ditempat aja udah ambles....alias 
kaki nyungsep sampai ubun2 kepala juga terbenam.......

memang biaya yg dikeluarkan pemerintah pasti sangat besar....dan 
kembali ke pertanyaan klasik : apa iya sih segitu pentingnya 
membangkitkan persepakbolaan indonesia dg mengeluarkan biaya 
sedemikian besar disisi lain masih banyak pengeluaran sosial yg 
lebih penting utk rakyat??
halah....spt roda berputar..naik turun tiada henti...gak tahu dah 
mau mulai dari mana dulu.....

btw, memang sepakbola indonesia penting gitu? saya sih lebih miris 
melihat prestasi bulutangkis indonesia...dulu sangat di takuti dan 
disegani...sekarang.....ah....hanya bisa menghela nafas panjang 
saja....

Sam,



         

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke