Menurut Gw sebenarnya kesalahan sebuah organisasi entah itu besar maupun kecil 
terletak pada pengurus organisasi itu sendiri..kita kembali ke Timnas Sepakbola 
Indonesia organisasi yg menaunginya ialah PSSI,nah disinilah kesalahannya..
  PSSI masih kolot,kuno,dan konvensional atau apalah itu namanya untuk 
menyebutkan ketinggalan zaman dalam mengelola sebuah organisasi..
  Ketergantungan terhadap satu figur ketua umum di PSSI sangat besar,terbukti 
setiap keputusan dengan mudah bisa dianulir sang ketua,jadi ketuanya DEWA 
banget diPSSI..
  Smua keputusan dari pemilihan pemain harus dilaporkan ke ketua dengan 
dibentuk tim pemantau pemain anggotanya (Ronni patinasarani.iswadi 
idris,risdianto) apa2an ini..
  Seharusnya seorang ketua konsen gmana cara membentuk sebuah Liga yg 
baik,mengatur administrasi di PSSI yg modern, atau apalah itu supaya 
organisasinya bisa berjalan dengan baik,eh ini malah sibuk memilih 
pemainlah,menganulir keputusan2 lah dan masih banyak pekerjaan gak penting 
lainnya..
Gw setuju sekali dengan smua konsep2 suporter2 indonesia yg menyatakan...
  REVOLUSI PSSI SEKARANG..
  karena cman itu lah caranya untuk membuat perubahan di sepakbola Nasional..
  Tinggal gmana caranya supaya suporter atau elemen2 yg setuju untuk ini bisa 
menggolkan rencana ini...Mudah2 aja jalan keluar untuk pemecahan ini ada 
soalnya sistim di PSSI jadul banget deh smua jajaran dari PSSI kebawah apalah 
itu Pengda atau apalah lagi namanya gak ada yg mo berubah terbukti setiap kali 
ada MUNAS hasilnya itu2 aja..
  PSSI katro banget deh...
  Sadar lah smua komponen sepakbola,sebentar lagi ada Munas di PSSI disitulah 
kesempatan untuk menggolkan Revolusi ini kalo mau...
   
  Walau apa pun itu Gw tetap akan dukung Timnas Sepakbola Indonesia karena Gw 
orang Indonesia..
  "Tetap Dukung Timnas Indonesia Skarang dan Selamanya"kalo bukan kita siapa 
lagi
   
  SUAI
  
Don Rudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Mari kita rubah cara pandang kita terhadap Sepakbola, kita bangun Tim
Nasional kita dari pertahanan...tidak harus lini belakang, tapi semua elemen
di dalam Tim Nasional harus bisa bertahan kalau kita diserang lawan.


Kembali ke Tim Nasional Indonesia, khususnya Tim U-23 yang menghabiskan
banyak uang (sekitar Rp. 17,2 M) untuk berlatih ke Belanda. Tapi hasilnya,
sangat mengecewakan...untuk saya pribadi belajar ke Belanda adalah sangat
tidak tepat, mereka tidak punya sistem permainan yang kokoh(baca : sistem
pertahanan).

Terakhir.
Menurut saya, Tim Sepakbola seperti sebuah bangunan...bisa kokoh dan juga
bisa rapuh.
Sebuah bangunan apabila memiliki pondasi yang kuat maka akan sangat kokoh,
dan itu sangat penting...sekali lagi sangat penting. Percuma sebuah bangunan
yang cantik kalau tidak memiliki pondasi yang kuat...pasti rontok juga
akhirnya.
pondasi = sistem pertahanan.

Maaf klo banyak yang tidak sepaham, ini hanya saran saya...Tim Nasional
Indonesia perlu sebuah revolusi.

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
Secara teknik Sepakbola Italia berada di level yang sama dengan Brazil,
Jerman dan Argentina. Tapi, secara taktik...kami memiliki sesuatu yang lebih
>> Carlo Ancelotti.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke