On 3/30/07, cleo giselle <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Alasan dari Donadoni yang kemudian di amini/dimaklumi oleh tokoh2 > Sepakbola > Italia adalah, persiapan yang kurang...terutama karena libur panjang > setelah > menjadi Juara Dunia, mereka dianggap belum siap bermain dalam pertandingan > penting. > > ---------------------------------------------------------- > > Bukan merupakan suatu alasan yang bagus jika mengaitkan masalah libur > panjang setelah jadi juara dunia. Dan hal itu hanya dimaklumi oleh tokoh > sepakbola Italia saja. Kenapa France bisa mengalahkan Italy? Padahal > mereka > sama-sama berada di partai Final WC2006, dan rata-rata tim yg bermain di > WC2006 tetap konsisten dengan performa mereka, mereka juga libur panjang > kan? >
Prancis juga lebih termotivasi daripada Italia dengan aroma "balas dendam" Saat WC2006, gw juga pegang Italy yang akan jadi Juara Dunia, tapi dengan > postingan yang anda berikan ini berarti membuktikan bahwa Italy bukanlah > Tim > yang kuat, masih sama dengan tim-tim lainnya, dan masih lebih bagus Jerman > yang tetap konsisten dengan penampilan mereka pasca WC2006, walaupun kalah > dari Italy di semifinal, dan untuk hal ini elu salah besar. > > *cleo giselle* > :: it ain't funny living without sadness and happiness :: > > Terbukti setelah para pemain Italia berkompetisi sehingga kondisi fisik dan mental mereka sudah cukup di recovery, Italia sudah kembali ke trek yang sebenarnya...setelah kekalahan dari Prancis tersebut Italia menang 2-0 atas Ukraina, 1-3 atas Georgia dan kemarin 2-0 atas Skotlandia. Bukan hanya Prancis yang mengalahkan Italia sebelum para pemain Italia kembali pulih, Kroasia juga menghajar mereka 0-2 di Italia (beberapa minggu setelah Piala Dunia), kemudian mereka juga ditahan tim lemah Lithuania 0-0 di kualifikasi Piala Eropa. Anda bisa melihat Italia yang sesungguhnya di turnamen. -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! Secara teknik Sepakbola Italia berada di level yang sama dengan Brazil, Jerman dan Argentina. Tapi, secara taktik...kami memiliki sesuatu yang lebih >> Carlo Ancelotti. [Non-text portions of this message have been removed]
