Pengaruh hukuman larangan tampil di Eropa pasca tragedi Heysel emang kurang
lebih berpengaruh terhadap prestasi klub-klub Inggris. Berikut dapat dilihat
nama-nama pemenang Piala Champions dalam kurun waktu 10 tahun sebelum larangan
diberlakukan (mulai musim 85/86):
Champions Cup:
1975/76: Bayern Munich (Jer)
1976/77: Liverpool (Ing)
1977/78: Liverpool (Ing)
1978/79: Nottingham Forest (Ing)
1979/80: Nottingham Forest (Ing)
1980/81: Liverpool (Ing)
1981/82: Aston Villa (Ing)
1982/83: Hamburg (Jer)
1983/84: Liverpool (Ing)
1984/85: Juve (Ita)
Winners Cup:
1975/76: Anderlech (Bel)
1976/77: Hamburg (Jer)
1977/78:Anderlecht (Bel)
1978/79:Barcelona (Spa)
1979/80:Valencia (Spa)
1980/81: Dinamo Tbisili (Uni Sov)
1981/82: Barcelona (Spa)
1982/83: Aberdeen (Skot)
1983/84: Juve (Ita)
1984/95: Everton (Ing)
Sorry gw ga masukin daftar juara Piala UEFA. Tapi monggo-monggo aje kalo mo
dilengkapin.
Dari daftar pemenang-pemenang di atas dilihat klub-klub Inggris pada saat
sebelum larangan sedang merajai Eropa. Setelah larangan dicabut bisa dibilang
hanya beberapa klub Inggris yang bisa berjaya di Eropa (sebenarnya hanya 3),
Liverpool (juara UEFA Cup 2001 dan UCL 2005), MU (juara Winners Cup 1991 dan
UCL 1999), Arsenal (juara Winners Cup1994) dan Chelsea (juara Winners Cup 1998).
Mengenai hukuman, menurut gw hukuman UEFA pada saat itu agak berlebihan
(Liverpool kena 6 tahun larangan sedangkan klub Inggris yang lain 5 tahun
larangan), karena banyak yang berpendapat UEFA pada saat itu mencari kambing
hitam atas kejadian menyedihkan dalam sepakbola Eropa dan pressure politik
karena korban kebanyakan dari Italy. Sebenarnya faktor lain seperti lemahnya
panitia yang mengatur masalah ticketing dan kurang memadainya stadion Heysel
berpengaruh besar terhadap terjadinya bentrok dan tragedi Heysel.
Lengkapnya tentang tragedi Heysel bisa dilihat di
http://en.wikipedia.org/wiki/Heysel_Stadium_disaster di sana juga ada link-link
yang bisa memberikan info lebih banyak tentang tragedi menyedihkan ini.
Oh ya larangannya hanya berlaku untuk klub-klub Inggris tapi tidak timnasnya
karena timnas Inggris masih berlaga di Piala Dunia 1986 dan 1990 dan Piala
Eropa 1988.
Impactnya berpengaruh besar pada perkembangan dan kemajuan sepakbola Inggris.
Kasarnya bisa dilihat di prestasi klub-klub Inggris setelah larangan dicabut
yang bisa dibilang ngejomplang dibanding klub Italy dan Spanyol.
Menjawab pertanyaan oom Sam:
1. Hanya untuk klub Inggris.
2. Setau saya tidak, klub-klub lain tidak protes.
3. Alasannya IMHO karena hooliganisme yang dulu tercermin pada pendukung asal
Inggris. Anehnya timnas Inggris tidak dihukum untuk ikut kejuaraan
internasional.
Sekarang klub-klub asal Inggris sedang bangkit lagi kan? Di UCL aja 3 dari 8
perempatfinalis dari Inggris, musim lalu Arsenal finalis, dua musim lalu
Liverpool juara. Roda berputar.
Piss ah
Samuel Rismana S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari sekian banyak email dibolaml akhir2 ini, saya jadi berpikir
flashback kejadian tahun 1984 saat final Champions antara Liverpool vs Juventus
yg berakhir dg adanya tragedi berdarah, lalu UEFA menghukum club2 Inggris tidak
dapat berlaga di kompetisi eropa spt Champions Cup, UEFA cup dan Winners Cup
(waktu itu) dari th 1985 - 1990
Pertanyaan saya :
1. Apakah larangan dari UEFA itu mencakup seluruh tanah Britania termasuk club
dari skotlandia, Irlandia, Wales, dan Irlandia Utara?
2. Mengapa seluruh club2 yg tidak terlibat langsung dalam tragedi tidak
melakukan protes atas sanksi tersebut ?
3. Apa alasannya UEFA menghukum club2 Inggris seluruhnya utk tidak dapat
berlaga di wilayah UEFA?
Ayo saling diskusi dg lancar......
Thanks & God Bless You
Samuel Rismana S
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
[Non-text portions of this message have been removed]