>>1.Selama 77 tahun apakah PSSI semakin mantap dan yakin akan target 
membawa Indonesia merajai di asean, bahkan bisa masuk ke putaran 
piala dunia ? 
   
  [D]
  Sama sekali tidak mungkin. Lihat saja 2 kebijakan PSSI yang akhirnya jadi 
blunder seperti mengirimkan timnas U-23 menjalani latihan di Belanda dan 
mengganti kepala pelatih timnas Indonesia dari Peter Withe ke Ivan Kolev. Dari 
situ terlihat jelas bahwa semua kebijakan PSSI hanya berdasarkan pada 
kepentingan jangka pendek belaka yang bahkan sama sekali tidak diperhitungkan 
dengan matang.
   
  Pengiriman timnas U-23 untuk berlatih di Belanda daripada dimatangkan di 
kompetisi dalam negeri menunjukkan PSSI kembali tidak belajar dari pengalaman2 
kegagalan primavera dll yang hanya menginginkan hasil instant. Apa mungkin 
karena para pengurus PSSI kebanyakan makan mie instant kali ya :D) , dan 
hasilnya jelas, timnas U-23 yg berlatih di Belanda mengikuti jejak2 para 
pendahulunya alias gagal total!!! sampai2 PSSI harus kembali memanggil Boaz 
Salossa untuk mengatasi kemandulan timnas U-23 tapi tetap saja tidak banyak 
menolong karena pemain2 U-23 tsb kurang matang secara mental dan pengalaman 
akibat tidak ditempa di sebuah kompetisi. Ini juga berkaitan dengan kebijakan 
blunder PSSI lainnya yg terlalu banyak mengizinkan pemain asing untuk sebuah 
klub shg klub cenderung kurang memberi kesempatan pada pemain muda lokal demi 
mengejar prestasi dan tuntutan fans.
   
  Penggantian Peter Withe dgn Ivan Kolev juga merupakan sebuah kesalahan besar. 
Memangnya dari segi mana Ivan Kolev lebih baik dari Peter Withe? Peter Withe 
sudah terbukti berhasil menangani timnas Thailand sedangkan Ivan Kolev?? Bahkan 
Mitra Kukar saja gagal diangkatnya musim kemarin!! OK lah kalau memang Peter 
Withe harus mundur sbg resiko tanggung jawab atas kegagalan timnas tapi paling 
tidak PSSI harusnya menunjuk pengganti yang lebih sepadan misalnya seperti Henk 
Wullems atau bisa juga coba menunjuk Foppe de Haan untuk menangani timnas 
karena dia sudah mengerti karakteristik timnas U-23 shg tinggal melanjutkan 
pembinaannya.

>>2. Bagaimana kinerja Pengurus PSSI paska pimpinan Nurdin Halid

  [D]
  BURUK!!
  1. Format dan jadwal kompetisi selalu berubah!!
  2. Hukuman yg sudah ditetapkan bisa seenak jidat dihapus oleh NH!!
  3. Kebijakan naturalisasi pemain yang kualitasnya tidak jelas!!!
  4. Izin pemain asing sampai 5 orang masing2 klub ?!?!?
  5. Tidak ada visi jelas ttg pembinaan prestasi sepakbola Indonesia.
  6. Aturan bisa direvisi seenaknya!!!!!!
  7. dll dsb dst, kalau sudah ngomongin sepakbola Indonesia itu hanya bisa c 
plus d , capee dehhh.
  
>>3. Siapa yg pantas untuk memimpin PSSI ?
  [D]
  IMHO, PSSI sebaiknya dibubarkan saja karena penyakit kronis. Untuk apa sebuah 
klub yang disfunsional spt itu tetap dipertahankan?? Lebih baik Indonesia 
mengambil langkah berani dengan membentuk sebuah badan baru dimana para 
pengurusnya benar2 profesional yang mengerti sepakbola dan tidak ada 
kepentingan lainnya. Pemimpinnya nanti juga haruslah seseorang profesional 
sejati yang mempunyai visi jelas tentang sepakbola Indonesia dan pembinaannya, 
bukan malah sibuk nguras BULOG.

>>4. Apa yg anda lakukan seandainya anda menjadi ketua umum PSSI 
(Imaginer proposal lah)
   
  [D]
  1. Membentuk sebuah format dan jadwal kompetisi yang sudah baku. Dengan 
demikian klub akan lebih tenang karena tidak harus setiap musim sibuk cemas2 
pada jadwal baru dan penyesuaiannya. Pembinaan pemain juga dengan sendirinya 
pasti akan lebih berjalan.
  
2. Membubarkan Komding. Cukup ada Komdis saja, kalau klub tidak puas boleh 
mengajukan banding ke komdis untuk direview kembali. Apapun keputusannya tidak 
boleh diganggu gugat baik oleh ketua PSSI maupun presiden RI sekalipun.
   
  3. Meningkatkan kualitas perwasitan Indonesia. Caranya mungkin dengan 
mendatangkan wasit2 luar negeri yang integritasnya jelas untuk memberi 
pelatihan pada wasit Indonesia (spt yg dilakukan Collina di Italia saat ini). 
Selain itu pemain2 yang mengasari wasit selama pertandingan akan dihukum sangat 
keras sekali. Protes hanya boleh dilakukan dalam batas wajar.
   
  4. Kalau semua ini bisa berjalan lancar, maka sponsor tentu akan lebih 
tertarik sehingga akan mempunyai pilihan sponsor yang lebih banyak. Saya 
sendiri akan memilih sponsor yang bisa mensponsori lebih dari 2 tahun dgn 
jumlah dana yang memuaskan tentunya. Sponsor juga hanya sebatas menjadi sponsor 
kompetisi bukan masing2 klub jadi tidak ada kewajiban masing2 klub untuk 
mencantumkan logo sponsor kompetisi di depan seragam mereka.
   
  5. Semua klub dibebaskan untuk mencari sponsor sendiri. Ini salah satu cara 
terbaik untuk mendidik profesionalisme pada klub. Di kompetisi yang sehat, 
hanya klub yang mempunyai nilai jual terbaiklah yang akan mendapatkan dana 
besar dari sponsor shg secara hukum sebab-akibat, ini akan mempengaruhi 
prestasi klub2 Ligina.
   
  6. Untuk sementara pemain asing hanya dibatasi maksimal 2 orang per klub. 
Standard pemain asing harus dinaikkan. Bukan hanya sekedar pemain divisi 2 dari 
negara antah berantah.
   
  Demikanlah, ditunggu hadiahnya yaaaa (semoga gitu)
   
  -Danny-

Samuel Rismana S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          dalam rangka hut opa PSSI yg ke 77, coba kita diskusi dg hangat, 
meriah dan apa saja yg mau ditulis silakan anda ungkapkan uneg2nya 
disini, bila perlu nanti saya print uneg2 anda dan dikirimkan ke 
PSSI.

Topiknya :
1.Selama 77 tahun apakah PSSI semakin mantap dan yakin akan target 
membawa Indonesia merajai di asean, bahkan bisa masuk ke putaran 
piala dunia ? 

2. Bagaimana kinerja Pengurus PSSI paska pimpinan Nurdin Halid

3. Siapa yg pantas untuk memimpin PSSI ?

4. Apa yg anda lakukan seandainya anda menjadi ketua umum PSSI 
(Imaginer proposal lah)

Bagi tulisan2 yg menarik nanti saya kasih hadiah juga deh....

Oke ? sementara perang2an antar club direm dulu ya sampai tanggal 19 
april ini, kita coba bahas masalah PSSI....

Thanks,
Sam,



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke