Calon Exco Bergerilya

 Berbeda dengan Munas-munas PSSI sebelumnya maka kelangsungan Munas PSSI di
Makassar kini lebih diwarnai isu-isu mengenai calon-calon anggota Komite
Eksekutif, bukan tentang calon ketua umum. Panasnya atmosfir mengenai
perekrutan anggota Komite Eksekutif ini sekaligus membuat pemilihan ketua
umum PSSI periode 2003-2007 seperti dinomor-duakan.

Pemilihan ketua umum serta jajaran anggota Komite Eksekutif untuk
kepengurusan PSSI periode 2007-2011 resminya baru akan dilakukan pada hari
terakhir Munas, yakni Sabtu (21/4) nanti.

Munas pertama-tama akan memilih calon-calon ketua umum, kemudian menetapkan
satu ketua umum terpilih, dan setelah itu baru memilih calon-calon anggota
Komite Eksekutif. Penetapan anggota Komite Eksekutif sendiri menjadi hak
prerogatif dari ketua umum terpilih.

Untuk posisi ketua umum, sejauh ini baru Haruna Soemitro dari Jatim yang
sudah menyatakan kesediaannya secara langsung, melalui pernyataan
kampanyenya di media-massa. Namun demikian, pencalonan Haruna Soemitro ini
oleh sebagian orang hanya dinilai sebagai bagian dari proses
'bargaining'-nya untuk menjadi anggota Komite Eksekutif. Di sisi lain, nama
Haruna Soemitro sendiri tertera diantara daftar nama orang-orang yang
dinominasikan untuk menjadi Excecutive committee (Exco) dari selebaran dan
pesan layanan singkat (sms) gelap.

Selebaran dan sms gelap mengenai calon-calon anggota Exco ini sudah beredar
diantara para peserta Munas sejak Selasa (17/4) lalu. Disamping Haruna
Soemitro, nama-nama lainnya yang diterakan dalam daftar calon anggota Exco
tersebut.adalah Mafirion (Riau), Kadir Halid (Sulsel), Ferry Paulus (DKI
Jaya), Santoso (maksudnya barangkali Santo, Persija), Hinca Pandjaitan
(praktisi hukum), Hardimen Koto (praktisi), Hartono (Jateng), Yossi Irianto
(Persib), Tondo Widodo (praktisi), Ismet Taher (praktisi).

Sms gelap mengenai daftar nama calon anggota Exco ini sangat mungkin
disebarkan sendiri oleh mereka yang memiliki ambisi untuk menjadi Exco.
Apalagi, sms itu didahulu kalimat "10 calon unggulan Exco pada Munaslub".

Pernyataan tersebut agak menggelikan mengingat pemilihan anggota Exco
dilakukan saat Munas, bukan di Munaslub. Munaslub, yang digelar sehari penuh
pada Kamis (19/4) ini, hanya menetapkan Pedioman Dasar baru yang sudah
disesuaikan dengan statuta FIFA dan disesuaikan lagi dengan kondisi
persepakbolaan Indonesia. Selain menetapkan Pedoman Dasar baru, Munaslub
juga menetapkan Munas, yang digelar Jumat-Sabtu (20-21/4).

Ibnu Munzir, ketua panitia pengarah Munas PSSI ke-34, hanya tertawa ringan
ketika dimintai komentarnya mengenai adanya selebaran dan sms gelap tentang
anggota Exco itu.

"Ah, biar ajalah, gak perlu ditanggapi," katanya enteng.

Dia juga menyatakan bahwa untuk menjadi anggota Exco memang harus dengan
pendekatan baik secara terbuka atau lewat jalan gerilya kepada peserta
Munas.

"Posisi anggota Exco memang menjadi incaran banyak orang. Ya, anggap saja
itu sebagai pembuktian bahwa masih banyak orang yang siap berkorban untuk
PSSI," ujarnya.

Exco adalah kepempinan kolektif pada kepengurusan PSSI 2007-2011.
Berdasarkan Pedoman Dasar yang sudah disesuaikan itu, anggota Exco akan
dinominasikan oleh peserta Munas dan penetapannya menjadi hak prerogatif
ketua unum terpilih. Anggota Exco kemungkinan besar akan berjumlah 11 orang,
termasuk tiga yang memiliki jabatan tetap, yakni ketua umum, wakil ketua
umum dan bendahara.

Dari informasi yang dihimpun, kepemimpinan kolektif pada kepengurusan PSSI
2007-2011 tersebut tidak akan jauh berbeda dari kepengurusan periode
2003-2008. Beberapa pengurus pengda dan peserta Munas menyebutkan kalau
anggota-anggota Exco ini tidak akan jauh dari nama-nama Nurdin Halid, Nirwan
Dermawan Bakrie, Subardi, Ibnu Munzir, Hamka Yandu, Dali Tahir, Andi
Darussalam Tabusalla. Duet Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie menjadi nominator
kuat untuk menduduki posisi ketua umum dan wakil ketua umum.(adi)

-- 
...:: Aku(Milan) Bantai United ::....


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke