jawapos.com

Rabu, 25 Apr 2007,
BARA JAWARA


Chelsea v Liverpool
LONDON - Momen indah itu tak akan terhapus di benak
Liverpudlian (fans Liverpool). Pada semifinal pertama
Liga Champions edisi 2005, mereka berhasil menahan
imbang Chelsea tanpa gol di Stamford Bridge. The Reds
akhirnya melaju ke final setelah memetik kemenangan
tipis 1-0 lewat gol kontroversial Luis Garcia.
Liverpool kemudian menasbihkan dirinya sebagai jawara
Eropa setelah menundukkan AC Milan melalui drama adu
penalti.

Nah, pada fase yang sama, dini hari nanti Liverpool
akan kembali melawat ke Stamford Bridge pada leg
pertama semifinal Liga Champions (tayangan langsung
RCTI pukul 01.45 WIB). Ini akan menjadi ulangan sukses
Liverpool merintis jalan menuju juara Eropa? Atau
justru Chelsea yang akan membalas sakit hati atas
kegagalan dua musim lalu?

Arsitek Liverpool Rafael Benitez memang optimistis
anak asuhnya bisa melewati hadangan Chelsea, punya
peluang besar memenangkan trofi Eropa. Tapi, pelatih
berdarah Spanyol ini meminta publik untuk melupakan
sejenak cerita sukses The Reds dua tahun lalu.

"Itu sudah lewat. Sejarah terus bergulir. Dan sejarah
pertemuan dua tim akan kembali terukir di dua laga
semifinal, yang saya pikir itu lebih penting ketimbang
memikirkan sukses di masa lalu," papar Benitez kepada
Reuters. Benitez tak akan menginstruksikan anak
asuhnya untuk bermain defensif. Karena menurutnya, gol
away tetap penting di babak knockout.

"Mereka (Chelsea) memang memiliki pertahanan yang
solid, dan minim kebobolan. Hasil imbang tanpa gol di
laga away saya pikir memang hasil yang positif. Tapi,
kami bisa menang di Barcelona, dan saya pikir kami
bisa juga melakukan hal yang sama di Stamford
Bridge,"tukasnya.

Trofi Liga Champions memang satu-satunya gelar yang
tersisa buat Liverpool. Karena itulah, ketika
menghadapi Wigan Athletic di kancah Premier League
Sabtu lalu, Benitez sengaja menyimpan beberapa pemain
pilar. Benitez sendiri bisa menurunkan skuad
terbaiknya, termasuk Dirk Kuyt yang telah menuntaskan
masa skorsing.

Fakta inilah yang membuat Jose Mourinho cemas.
Pasalnya, di laga nanti dia harus kehilangan beberapa
pemain kunci. Michael Essien jelas absen karena
skorsing. Sementara kondisi Ricardo Carvalho dan
Michael Ballack masih meragukan. Arjen Robben sudah
lebih dulu absen karena cedera. Mourinho sendiri,
masih kesulitan menentukan prioritas gelar.

Ini karena Chelsea masih berpeluang memburu quadruple
(empat gelar). Satu gelar di ajang Piala Liga sudah
mereka kantongi. Sementara tiga gelar lain di ajang
Premier League, Piala FA, dan Liga Champions masih
terus dikejar.

Nah, belajar dari kegagalan dua musim lalu, The Blues
akan berusaha keras membombardir lini pertahanan
Liverpool.

Hanya dengan mencetak gol lah, beban mereka di Anfield
pekan depan akan lebih ringan."Pertemuan dengan
Liverpool bukan partai ulangan satu atau dua tahun
yang lalu. Kami tidak melihatnya seperti itu," ungkap
Petr Cech, kiper Chelsea seperti dikutip Sky Sports.

"Gol yang kami cetak bukan untuk balas dendam, namun
untuk masuk ke final. Tapi, Liverpool telah tersingkir
dari pentas Piala FA dan tidak bisa memenangkan
Premier League. Jadi, Liga Champions adalah kesempatan
terakhir bagi mereka untuk memenangkan trofi,"
lanjutnya. (bas)


Perkiraan Pemain

Chelsea (4-4-2): 1-Cech (g); 19-L. Diarra (kk),
6-Carvalho, 26-Terry, 3-A. Cole; 12-Mikel, 8-Lampard,
4-Makelele, 10-J. Cole (kk); 7-Shevchenko,11-Drogba
(kk)
Pelatih: Jose Mourinho
Cadangan: 23-Cudicini, 9-Boulahrouz, 20-P. Ferreira,
13-Ballack (kk), 18-Bridge, 21-Kalou, 24-SW-Phillips

Liverpool (4-4-2): 25-Reina (g); 3-Finnan,
23-Carragher, 5-Agger, 6- Riise; 8-Gerrard, 14-Alonso,
20-Mascherano, 16-Pennant (kk); 15-Crouch, 18-Kuyt
Pelatih: Rafael Benitez
Cadangan: 1-Dudek, 2-Arbeloa, 29-Paletta, 4-Hyypia,
11-M. Gonzalez, 22-Sissoko, 17-Bellamy


Head to Head (4 Laga Terakhir):

20-01-2007 Liverpool v Chelsea 2-0 (Premier League)
17-09-2006 Chelsea v Liverpool 1-0 (Premier League)
13-08-2006 Chelsea v Liverpool 1-2 (Community Shield)
22-04-2006 Chelsea v Liverpool 1-2 (Piala FA)


FACTS AND FIGURES

1. Chelsea dan Liverpool sudah 145 kali bertemu di
semua even. Liverpool telah membukukan 66 kemenangan,
sementara Chelsea baru 50 kali menang.

2. Di kancah Eropa, kedua tim baru empat kali bertemu.
Gol kontroversial Luis Garcia adalah satu-satunya gol
yang tercipta dalam empat kali pertemuan tersebut.

3. Liverpool sudah dua kali disingkirkan wakil Inggris
di babak knockout Eropa. Yakni saat bertemu Leed
United (1971) di semifinal Piala UEFA, dan Nottingham
Forest (1978) di putaran pertama Piala Champions.

4. Chelsea sudah lima kami tampil di Liga Champions,
tiga kali menembus semifinal (2004, 2005, 2007). Itu
merupakan prestasi terbaik Chelsea di Liga Champions.

5. Chelsea belum terkalahkan di lima laga kandang Liga
Champions. Liverpool telah memenangkan dua laga away
terakhir di Liga Champions.

6. Jika Liverpool bisa mengalahkan Chelsea, ini
merupakan kemenangan ke-150 kali di kancah Eropa.


ROAD TO SEMIFINAL

Babak Perempat Final
10-04-2007 Valencia v Chelsea 1-2
04-04-2007 Chelsea v Valencia 1-1
Babak 16 Besar
06-03-2007 Chelsea v Porto 2-1
21-02-2007 Porto v Chelsea 1-1

Babak Utama :
05-12-2006 Chelsea v Levski Sofia 2-0
22-11-2006 Bremen v Chelsea 1-0
31-10-2006 Barcelona v Chelsea 2-2
18-10-2006 Chelsea v Barcelona 1-0
27-09-2006 Levski Sofia v Chelsea 1-3
12-09-2006 Chelsea v Bremen 2-0


Babak Perempat Final :
11-04-2007 Liverpool v PSV Eindhoven 1-0
03-04-2007 PSV Eindhoven v Liverpool 0-3
Babak 16 Besar :
21-02-2007 Barcelona v Liverpool 1-206-03-2007
Liverpool v Barcelona 0-1Babak Utama :05-12-2006
Galatasaray v Liverpool 3-2 22-11-2006 Liverpool v PSV
Eindhoven 2-031-10-2006 Liverpool v Bordeaux
3-018-10-2006 Bordeaux v Liverpool 0-127-09-2006
Liverpool v Galatasaray 3-212-09-2006 PSV Eindhoven v
Liverpool 0-0

Babak Kualifikasi : 22-08-2006 Maccabi Haifa v
Liverpool 1-1 09-08-2006 Liverpool v Maccabi Haifa 2-1


Bursa (Versi Asian Handicap)
Chelsea v Liverpool 0:1/4

Rabu, 25 Apr 2007,
Ancaman Kartu dan Cedera


Inilah konsekuensi bila sebuah tim terlalu nekat
dengan targetnya. Gara-gara mematok empat gelar
(quadruple) musim ini, skuad The Blues harus
pontang-panting untuk memenangi setiap laga.
Buntutnya, sederet pilar sempat cedera. Chelsea juga
didera problem kedisiplinan. Entah karena terlalu
berambisi mendominasi laga, banyak pemain The Blues
kena sanksi pelanggaran disiplin.

Di ajang Liga Champions misalnya. Chelsea tercatat
sebagai tim yang paling banyak mengoleksi kartu kuning
daripada semifinalis lain (lihat statistik
kedisiplinan). Karena buruknya catatan kedisiplinan
tersebut, The Blues pun menghadapi ancaman krisis
pemain pada leg kedua semifinal di Anfield pekan
depan. Empat pilar mereka, Michael Ballack, Joe Cole,
Lassana Diarra, Didier Drogba dan Arjen Robben sudah
mengantongi dua kartu kuning.

Artinya, jika dini hari nanti para pemain ini kembali
diganjar kartu, otomatis mereka bakal absen pada
partai penentu ke final di leg kedua nanti. Chelsea
juga kehilangan Michael Essien karena skorsing.
Pelatih The Blues Jose Mourinho berharap tak ada lagi
pemain yang menyusul absen karena skorsing.

"Essien pemain spesial. Dia seorang atlet. Dia bisa
terus berlari," puji Mourinho seperti dikutip Goal.
"Dia bisa bermain setiap hari. Ketika kami kehilangan
dia sebulan lalu, kami merasa sangat kehilangan,"
lanjutnya.

Sebelumnya, Chelsea juga direpotkan masalah cedera.
Winger Arjen Robben absen karena cedera lutut sejak
bulan lalu. Mourinho juga sempat menarik keluar
Michael Ballack (menit ke18) ketika Chelsea ditahan
imbang tanpa gol oleh Newcastle United pekan lalu.

"Saya tahu, Ballack tak bisa berjalan ketika di
lapangan. Tapi, saya akan melihat bagaimana kondisinya
besok (dini hari nanti)," papar Mourinho. Mourinho
juga tak menurunkan bek Ricardo Carvalho. "Carvalho
cedera dan saya pikir dia tidak akan bermain lawan
Liverpool. Saya harus menemukan solusi jika dia
benar-benar absen," ujarnya. (bas)


Catatan Kedisiplinan Semifinalis

Tim Pelanggaran Kartu Kuning Kartu Merah
Chelsea 173 23 0
M.United 42 19 1
Liverpool 131 16 0
AC Milan 151 13 0

Rabu, 25 Apr 2007,
Essien Mabuk, Polisi Beraksi


Michael Essien benar-benar merepotkan ofisial Chelsea.
Setelah membuat masalah hingga kena skorsing ketika
melawan Valencia di perempat final lalu, gelandang The
Blues itu harus diamankan pihak berwajib kemarin.
Essien kedapatan mengemudi mobil dalam keadaan mabuk
sekitar pukul 05.10 waktu setempat.

Menurut berita yang dilansir The Sun, polisi
menghentikan mobil Range Rover milik Essien beberapa
saat setelah dia meninggalkan diskotik. Essien harus
melakoni tes napas sebelum polisi memastikan pilar
Timnas Ghana itu mabuk karena alkohol. "Memang,
petugas kami telah menghentikan sebuah mobil yang
melaju kencang di Old Ken Road," kata salah seorang
juru bicara kepolisian metropolitan London.

Essien memanfaatkan masa "cutinya" (absen lawan
Liverpool dini hari nanti) dengan berkunjung ke
diskotik bersama teman-temannya Minggu malam, atau
beberapa jam setelah Chelsea bentrok kontra Newcastle
United. Ternyata, Essien terlalu larut dalam suasana
pesta. Dia terlalu banyak menenggak minuman
beralkohol. Dari hasil sample darah, kadar alkohol
yang dikonsumsi Essien melebihi batas.

"Essien mengemudikan mobilnya dalam jarak yang pendek
di Old Kent Road,"kata salah seorang pengurus Chelsea.
Meski sempat berurusan dengan pihak berwajib, Essien
bisa bernapas lega. Dia bisa hadir di Stamford Bridge
memberikan dukungan moral buat rekan-rekannya di
tribun penonton.

Ya, polisi akhirnya membebaskan Essien dengan jaminan.
"Polisi mengizinkan Essien pulang ke rumah dengan
mobilnya sendiri. Dia tak percaya kalau hasil sample
darah ternyata melewati limit. Essien sosok yang
bertanggung jawab. Dia tak pernah mengemudikan mobil
jika dia berpikir terlalu banyak mengkonsumsi
alkohol," lanjutnya. (bas) 

Piala UEFA
www.zonabola.com - Rabu, 25 Apr 2007, 03:29
Sevilla Ambisi Samai Rekor Real Madrid

Sejak resmi menjadi Piala UEFA pada 1971, belum pernah
terjadi final sesama klub Spanyol. Klub-klub dari
Italia, Jerman, dan Inggris yang pernah melakukannya.
Namun, tahun ini, klub Spanyol berpeluang
merealisasikannya. Sebab, ada tiga wakil Negeri
Matador di babak semifinal.

Satu tempat di babak puncak sudah pasti menjadi milik
duta Spanyol. Tiket final itu akan diperebutkan antara
juara bertahan Sevilla kontra Osasuna. Ini adalah
pertemuan pertama kedua klub di pentas Eropa. First
leg semifinal akan dihelat di kandang Osasuna, Stadion
Reyna de Navarra (Pamplona), Jumat dini hari WIB,
sedangkan leg kedua digelar sepekan berikutnya di
Ramon Sanchez Pizjuan. Tiket final lainnya
diperebutkan Espanyol meladeni wakil Jerman, Werder
Bremen.

Sepanjang sejarah Piala UEFA, telah terjadi sembilan
kali pertemuan dua klub senegara di babak semifinal.
Berarti, duel Sevilla kontra Osasuna menjadi laga
kesepuluh. Kali terakhir adalah saat Villarreal
menghadapi Valencia di edisi 2003/2004. Bagi Sevilla,
gelar Piala UEFA merupakan satu dari tiga bidikan
mereka musim ini. Tim asuhan Juande Ramos itu
berambisi menyamai rekor Real Madrid sebagai klub
Spanyol yang sukses menjadi kampiun dua musim
berurutan, yakni pada 1984/1985 dan 1985/1986. Tak
ubahnya ungkapan mempertahankan jelas lebih sulit
daripada merebut kendati Sevilla tetap sebagai favorit
lolos ke final. "Kami akan menghadapi pertandingan
sulit di Pamplona. Itu karena Osasuna sulit dikalahkan
di kandangnya sendiri," kata Presiden Sevilla Jose
Maria del Nido seperti dilansir AFP.

Meskipun Osasuna menghuni papan bawah Liga Primera
Spanyol (peringkat ke-14), tim besutan Jose Angel
Ziganda itu kerap menjadi momok bagi tim yang bertamu
ke Pamplona. Osasuna belum terkalahkan di kandangnya
di Piala UEFA musim ini. Saat bertemu di Liga Primera
1 April lalu, Sevilla harus puas bermain imbang tanpa
gol.

"Sepak bola negatif yang kerap mereka peragakan di
kandang membuat kami frustrasi. Kami harus belajar
dari pengalaman sebelumnya karena jika memetik hasil
positif di laga pertama akan meringankan beban kami di
pertemuan kedua," papar Frederic Kanoute, bomber
andalan Sevilla kepada situs resmi klub.

Hanya, problem Sevilla adalah kiper utama Andres Palop
masih dalam pemulihan cedera yang dialaminya sejak
sebulan lalu. Tepatnya saat menghadapi wakil Ukraina,
Shakhtar Donetsk, di leg kedua perempat final. Meski
begitu, nama Palop masuk dalam daftar 19 pemain yang
dipersiapkan tampil di Pamplona. Jika kondisinya masih
belum pulih, David Cobeno akan dipercaya kembali di
bawah mistar.

Sevilla sudah pasti kehilangan gelandang asal Brazil,
Renato, yang menderita cedera engkel saat menghadapi
Athletic Bilabo dalam lanjutan Liga Primera Spanyol
Minggu lalu. Sebagai pengganti adalah Enzo Maresca,
gelandang asal Italia yang menjadi bintang kemenangan
Sevilla di final Piala UEFA musim lalu.

Kondisi serupa menimpa Osasuna. Gelandang asal Iran,
Javad Nekounam, dikabarkan belum pulih dari cedera
lutut kanan. Namun, Ludovic Delporte dan Patxi Punal
sudah mulai berlatih sehingga barisan tengah Osasuna
tetap solid. Kekalahan menyakitkan dari Deportivo La
Coruna Minggu lalu tak membuat mental pasukan Ziganda
langsung drop.

"Sevilla adalah tim bagus dan saya respek akan hal
itu. Tapi, kami tidak pernah takut dnengan tim seperti
itu. Jika mampu menampilkan permainan terbaik, kami
bisa mengalahkan mereka, apalagi kami bermain di
Pamplona," papar Carlos Cuellar, defender Osasuna.

ROAD TO SEMIFINAL

SEVILLA
Penyisihan Grup
19-10-2006 Slovan Liberec 0-0 (Away)
23-11-2006 Sporting Braga 2-0 (Home)
29-11-2006 Grasshoppers 4-0 (Away)
14-12-2006 AZ Alkmaar 1-2 (Home)
Babak 32 Besar
15-02-2007 Steaua Bucuresti 2-0 (Away)
22-02-2007 Steaua Bucuresti 1-0 (Home)
Perdelapan Final
08-03-2007 Shakthar Donetsk 2-0 (Home)
15-03-2007 Shakthar Donestk 3-2 (Away)
Perempat Final
05-04-2007 Tottenham Hostpur 2-1 (Home)
12-04-2007 Tottenham Hostpur 2-2 (Away)

OSASUNA
Babak III Kualifikasi Liga Champions
09-08-2006 Hamburg SV 0-0 (Away)
22-08-2006 Hamburg SV 1-1 (Home)
Penyisihan Grup
19-10-2006 Heerenveen 0-0 (Home)
02-11-2006 Lens 1-3 (Away)
29-11-2006 Odense BK 3-1 (Home)
14-12-2006 Parma 3-0 (Away)
Babak 32 Besar
14-02-2007 Bordeaux 0-0 (Away)
22-02-2007 Bordeaux 1-0 (Home)
Perdelapan Final
08-03-2007 Glasgow Rangers 1-1 (Away)
14-03-2007 Glasgow Rangers 1-0 (Home)
Perempat Final
05-04-2007 Bayer Leverkusen 3-0 (Home)
12-04-2007 Bayer Leverkusen 1-0 (Away)

ESPANYOL
Babak Pertama
14-09-2006 Artmedia Bratislava 2-2 (Away)
28-09-2006 Artmedia Bratislava 3-1 (Home)
Penyisihan Grup
19-10-2006 Sparta Praque 2-0 (Away)
23-11-2006 Zulte Waregem 6-2 (Home)
30-11-2006 Ajax Amsterdam 2-0 (Away)
13-12-2006 Austria Wien 1-0 (Home)
Babak 32 Besar
14-02-2007 Livorno 2-1 (Away)
22-02-2007 Livorno 2-0 (Home)
Perdelapan Final
08-03-2007 Maccabi Haifa 0-0 (Away)
15-03-2007 Maccabi Haifa 4-0 (Home)
Perempat Final
05-04-2007 Benfica 3-2 (Home)
12-04-2007 Benfica 0-0 (Away)

WERDER BREMEN
Penyisihan Grup A Liga Champions
12-09-2006 Chelsea 0-2 (Away)
27-09-2007 Barcelona 1-1 (Home)
18-10-2006 Levski Sofia 2-0 (Home)
31-10-2006 Levski Sofia 3-0 (Away)
22-11-2006 Chelsea 1-0 (Home)
06-12-2006 Barcelona 0-2 (Away)
Babak 32 Besar Piala UEFA
14-02-2007 Ajax Amsterdam 3-0 (Home)
22-02-2007 Ajax Amsterdam 1-3 (Away)
Perdelapan Final
08-03-2008 Celta Vigo 1-0 (Away)
14-03-2007 Celta Vigo 2-0 (Home)
Perempat Final
05-04-2007 AZ Alkmaar 0-0 (Away)
12-04-2007 Az Alkmaar 4-1 (Home)

Zona Champions
www.zonabola.com - Rabu, 25 Apr 2007, 03:53
Rooney Pahlawan MU Tekuk Milan 3-2

Ujung tombak Inggris Wayne Rooney menjadi pahlawan
kemenangan Manchester United melalui golnya di
penghujung pertandingan saat mengalahkan AC Milan 3-2
di Old Trafford dalam laga pertama semifinal Liga
Champions, Selasa (24/4).

Rooney mencetak gol penentu kemenangan sesaat sebelum
bubaran guna menggagalkan Milan meraih hasil imang di
laga tandang mereka.

Dengan kemenangan ini, United berhasil meraih
kemenangan ketiga dari tujuh laga semifinal yang
selama ini dijalani mereka.

Sedangkan Milan memenangkan sembilan dari 11 laga
semifinal Liga Champions.

Pertandingan ini merupakan pertemuan ketujuh mereka di
ajang Liga Champions. Dari enam pertemuan sebelumnya,
Milan berhasil meraih empat kemenangan sedangkan
United dua kali mengalahkan tim Italia itu.

Sementara bagi kapten Milan Paolo Maldini sendiri, ini
merupakan penampilan ke-104 nya selama tampil di Liga
Champions. Mantan kapten Italia tersebut memulai
debutnya di Eropa pada tahun 1985 ketika Ronaldo masih
berusia tujuh bulan.

Dipimpin oleh wasit asal Yunani Kyros Vassaras, tuan
rumah langsung memulai gebrakan di menit-menit awal
dan menciptakan sejumlah peluang yang cukup
membahayakan gawang Milan.

United tampil tanpa diperkuat oleh sejumlah pemain
utama mereka terutama lini belakang yang kehilangan
bek-bek tangguh semacam Gary Neville, Nemanja Vidic
dan Rio Ferdinand sehingga keraguan akan pertahanan
United mulai muncul.

Namun United menjawab keraguan tersebut dengan sebuah
gol cepat ketika pertandingan baru berjalan lima
menit. Tandukkan Cristiano Ronaldo yang memanfaatkan
umpan pojok Ryan Giggs gagal dihalau kiper Nelson Dida
dan justru masuk ke dalam gawang.

United bahkan nyaris menggandakan keunggulan apabila
Dida tidak mampu menepis tendangan keras Michael
Carrick.

Keasyikan menyerang menjadi bumerang bagi United
ketika di menit ke-22 Milan berhasil menyamakan
kedudukan melalui gol Kaka usai menerima umpan
terobosan dari Clarence Seedorf.

Milan justru mampu membalikkan keadaan di menit ke-37
setelah Kaka mencetak gol keduanya memanfaatkan
kesalahan lini belakang United. Gol ini menjadikan
Kaka sebagai top scorer sementara Liga Champions musim
ini dengan sembilan gol.

Ronaldo sempat kembali mengancam Milan ketika
tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih mampu
dihalau Dida.

Di babak kedua, United mengubah sedikit strategi
mereka dan hal itu berjalan baik dengan terciptanya
gol penyeimbang di menit ke-59 melalui kerjasama apik
antara Paul Scholes dan Darren Fletcher yang mampu
diselesaikan oleh Wayne Rooney dengan baik.

Di sisa 20 menit pertandingan, United meningkatkan
tempo permainan dan menguasai permainan. Sedangkan tim
tamu bermain lebih bertahan dan hanya mengandalkan
serangan balik.

Serangan terus menerus yang dilancarkan United
akhirnya tinggal menunggu waktu ketika Rooney
memastikan tuan rumah meraih kemenangan melalui golnya
di penghujung pertandingan usai menyelesaikan umpan
Giggs.

Kemenangan 3-2 United atas Milan membuka langkah Red
Devils ke final namun mereka harus waspada karena
Milan akan bertindak sebagai tuan rumah di laga kedua
dan hanya membutuhkan kemenangan tipis 1-0 guna
meloloskan satu-satunya tim Italia ke final.  
 
Penulis: [BB]

Jelang Sydney FC v Persik
www.zonabola.com - Rabu, 25 Apr 2007, 05:22
Membendung Ambisi Revans

Persik Kediri percaya diri jelang meladeni Sydney FC
dalam lanjutan Grup E Liga Champions Asia (LCA) sore
ini. Status sebagai tamu dan tidak bisa tampil full
team tak membuat kubu Persik minder. "Kami akan
berusaha maksimal," tekad Daniel Roekito, pelatih
Persik.

Bagi Persik, pertemuan kedua dengan Sydney FC adalah
ujian berat. Namun, kemenangan 2-1 pada laga pertama
membakar motivasi punggawa Macan Putih. Daniel
berharap mereka bisa mengimbangi ambisi tuan rumah
yang ingin menggusur Persik dari posisi runner up Grup
E. "Kami akan berusaha membuat kejutan dengan meraih
satu poin di sini," tandasnya.

Meski hanya menargetkan satu poin, Daniel menegaskan
tidak akan menumpuk pemain di kotak penalti atau
menerapkan negative football. Harianto dkk
diinstruksikan untuk bermain normal.

Di lain pihak, kubu Sydney FC yakin bisa melakukan
revans atas kekalahannya di pertemuan pertama. "Kami
sudah banyak belajar dari kekalahan itu. Di sini kami
harus menang," tandas pelatih Branko Culina di situs
AFC.

Bagi Culina, kekalahan timnya di pertemuan pertama
bukan karena teknik. Tetapi lebih karena faktor cuaca.
Sebab, pertandingan digelar siang hari dengan suhu
cukup panas membuat fisik pemainnya kedodoran.

Untuk pertandingan kali ini, Culina lebih percaya
diri. Suhu Sydney pas untuk pemain tuan rumah. Selain
itu, Culina mengakui persiapan timnya kali ini jauh
lebih baik. Salah satunya adalah menggelar uji coba
dengan Bankstown City beberapa waktu lalu. Hasilnya,
Sydney menang 2-1.

"Tim terbaik yang akan menang. Kami akan mewaspadai
mereka. Tetapi tak akan ada pengawalan khusus buat
mereka," ujar Culina. Namun, ambisi Culina mendapat
sedikit masalah. Dua pilar Sydney, yakni stopper Ruben
Zadkovich dan striker David Carney, tidak bisa tampil
akibat kartu merah dan akumulasi kartu kuning.

Perkiraan Pemain

Sydney FC (4-4-2): 20-Dean Bouzains (g); 2-Lain Fife,
4- Mark Rudan, 16-Mark Milligan, 11-Nikolai
Topor-Stanley, 15-Terry Mc Flynn, 6- Ufuk Talay,
19-Lukas Glavas, 14-Alex Brosque, 10- Steve Corica,
9-David Drilic
Pelatih: Branko Culina

Persik (3-4-3): 1-Kurnia Sandy (g); 4- Aris Indarto,
18- Aris Budi Prasetyo, 6- Zaenuri, 25 Khusnul Yuli
Kurniawan, 3-Erol Iba, 12-Harianto, 28-Ronald
Fagundez, 7-Bertha Yuana Putra, 13-Budi Sudarsono,
10-Christian Gonzalez
Pelatih: Daniel Roekito  
 
Penulis: [IP]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke