jawapos.com

Rabu, 02 Mei 2007,
SAN SIRO SHOW 



AC Milan v Manchester United 
MILAN - Gol kejutan yang dicetak Wayne Rooney saat
injury time pada leg pertama semifinal benar-benar
membuat pemain AC Milan kecewa. Sebab, gol itu
sekaligus memastikan tuan rumah menang (3-2) di Old
Trafford pekan lalu. Raut kekecewaan itu sebelumnya
ditunjukkan pemain Milan ketika menjamu Bayern Munchen
di San Siro pada perempat final pertama. 

Gol hasil kreasi Daniel van Buyten di menit terakhir
itu memaksa Milan harus puas berbagi angka 2-2. Namun,
kegagalan itu tak membuat mental Paolo Maldini dkk
terpuruk. Sebaliknya, skuad asuhan Carlo Ancelotti itu
justru bisa tampil lebih baik. Itu dibuktikan
Rossoneri saat melawat ke markas Bayern pada leg kedua
perempat final. Maldini dkk akhirnya bisa meraih
kemenangan 2-0. 

Nah, semangat pantang kalah itulah yang diharapkan
Carlo Ancelotti bisa muncul melawan United pada
semifinal kedua di San Siro dini hari nanti (tayangan
langsung RCTI pukul 01.45 WIB). Milan hanya butuh
menang dengan skor tipis 1-0 untuk lolos ke final.
Namun, Ancelotti meminta pasukannya untuk tak sekadar
mencari satu gol.

"Ini semua hanya soal mental. Ketika kami berada
Munchen (lawan Bayern), saya hanya berpikir soal
semifinal. Sekarang, saya mulai berpikir soal final.
Itu memang menjadi target Milan," kata Ancelotti saat
diwawancarai Harian La Gazzetta dello Sport. Pelatih
Milan itu akhirnya lega Gennaro Gattuso pulih dari
cedera. Juga bomber gaek Filippo Inzaghi. Ancelotti
memastikan lini depan akan ditempati bomber berusia 33
tahun itu. 

Pertimbangannya, Inzaghi lebih kaya pengalaman
ketimbang Alberto Gilardino. "Gilardino hanya mencetak
satu gol di Liga Champions. Jelas ada perbedaan antara
Seri A dan Liga Champions. Selain itu, ada tekanan
yang lebih kuat pada seorang striker ketika memasuki
fase penting di Liga Champions. Gilardino tak
berpengalaman mengatasi itu," jelas Ancelotti sembari
menunggu kepastian kondisi lutut Paolo Maldini.

United hanya butuh seri untuk mengamankan tiket final.
So, beban anak asuh Sir Alex "Fergie" Ferguson itupun
lebih ringan. Namun, Fergie tetap meminta pasukannya
tampil ngotot dan mencetak gol. "Kami dalam situasi
yang sangat menguntungkan, kami berangkat ke San Siro
dengan motivasi yang tinggi," kata Fergie merujuk
bekal kemenangan 4-2 atas Everton di kancah Premier
League akhir pekan lalu, yang membuat jarak United
dengan Chelsea melebar menjadi lima poin. "Saya tak
sepakat dengan pandangan bahwa kami ke San Siro untuk
bermain seri. Saya juga tak mengatakan kami favorit,"
ujarnya. 

United kali ini menghadapi krisis di barisan
pertahanan menyusul skorsing yang diterima Patrice
Evra. Sementara Gary Neville dan Mikael Silvestre
masih dibekap cedera. Situasi ini memaksa Fergie untuk
tetap membawa Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand, yang
sebetulnya masih dalam tahap pemulihan cedera.
"Terlalu dini untuk mengatakan mereka (Vidic dan
Ferdinand) bisa dimainkan. Tapi, mereka tetap kami
bawa dan kami akan melihat situasinya setelah
latihan," jelasnya. (bas) 


Perkiraan Pemain
AC Milan (4-4-1-1): 1-Dida (g); 44-Oddo, 13-Nesta,
3-Maldini (kk), 18-Jankulovski; 8-Gattuso, 21-Pirlo,
23- Ambrosini; 10-Seedorf; 22-Kaka; 9-Inzaghi
Pelatih : Carlo Ancelotti 
Cadangan : 16-Kalac, 4-Kaladze, 25-Bonera,
20-Gourcuff, 32-Brocchi, 7-Oliveira, 9-Gilardino 
Manchester United (4-5-1): 1-Van der Sar (g);
22-O`Shea, 6-Brown, 5-Ferdinand, 4-Heinze (kk);
4-Fletcher, 16-Carrick, 18-Scholes (kk); 7-Ronaldo
(kk),11-Giggs; 8-Rooney 
Pelatih : Sir Alex Ferguson
Cadangan : 29-Kuszczak, 35-Lee, 15-Vidic,
23-Richardson,14-Smith, 20-Solksjaer, 33-Eagles

Head to Head (3 Laga Terakhir): 
24-04-2007 Manchester United v AC Milan 3-2 (Semifinal
Liga Champions)
08-03-2005 AC Milan v Manchester United 1-0 (Babak 16
Besar Liga Champions)
23-02-2005 Manchester United v AC Milan 0-1 (Babak 16
Besar Liga Champions)


FACTS AND FIGURES
1. AC Milan dan Manchester United sudah tujuh kali
bertemu di kancah Eropa. Milan telah membukukan empat
kemenangan, dan United tiga kali menang. 
2. Milan tiga kali mengalahkan United di San Siro, dan
belum pernah kemasukan gol. Milan juga belum pernah
kalah dalam 11 laga home menjamu wakil Inggris. 
3. United sendiri sudah 12 kali melawat ke Italia.
Selama 12 kali lawatan ke Italia, United sudah 9 kali
menelan kekalahan dan baru dua kali menang.
4. Jika Wayne Rooney mencetak gol, dia akan menjadi
pemain Inggris pertama yang telah mencetak gol secara
beruntun di empat laga Liga Champions. 
5. Jika United menang lawan Milan, maka itu merupakan
kemenangan ke-100 kalinya di kancah Eropa. 

Rabu, 02 Mei 2007,
Rindu Trofi Bergengsi



Koleksi gelar prestisius menjadi salah satu alasan
Wayne Rooney bergabung dengan Manchester United
Agustus 2004 lalu. Rooney sadar, trofi juara akan
sulit diraih jika dia masih bertahan di Everton. Dua
musim pertama bersama United, hanya trofi Piala Liga
yang bisa dipersembahkan Rooney.

Nah, di musim ketiganya, impian Rooney meraih gelar
bergengsi mulai mendekati kenyataan. Pasalnya, United
masih berpeluang meraih tiga gelar bergengsi di ajang
Liga Champions, Premier League, dan Piala FA. Tapi,
dari ketiga gelar tersebut, gelar Liga Champions lah
yang paling diinginkan Rooney.

"Ketika kami kalah dari AC Milan dua tahun lalu, kami
semua sangat kecewa," kata Rooney kepada Foxsports
merujuk kegagalan United di babak 16 besar Liga
Champions 2005. "Saya, Cristiano (Ronaldo) dan Darren
Fletcher adalah pemain-pemain muda yang masih minim
pengalaman ketika itu. Kami harus menghadapi pemain
sarat pengalaman seperti Paolo Maldini. Sekarang, kami
semakin matang sebagai sebuah tim, dan kami berharap
bisa menuntaskan job di Milan,"ungkapnya.

Rooney berharap musim ini United bisa mengunci tiga
gelar juara, sebagaimana prestasi yang mereka raih
pada 1999. "Saya ingin gelar di Liga Champions. Namun,
saya lebih senang jika kami bisa memenangkan semuanya
(treble winners). Sebagai warga Inggris, dan sejak
kecil menyaksikan laga di Premier League, tentu saya
berharap bisa memenangkan Premier League. Tapi, saya
tetap berharap kami menang di Milan, sehingga impian
tampil di final Liga Champions menjadi
kenyataan,"lanjutnya.

Rooney sempat mengalami paceklik gol dalam 17 laga di
Liga Champions. Masa paceklik itu berlalu sejak
perempat final pertama lawan AS Roma. Di tiga laga
terakhir Liga Champions, Rooney sudah melesakkan empat
gol. "Saya merasa kondisiku semakin membaik di akhir
musim. Saya berharap bisa terus bermain dan mencetak
gol,"tukasnya. (bas) 

Rabu, 02 Mei 2007,
United 100, Milan 107



Manchester United memang hanya membutuhkan hasil seri
untuk melenggang ke Athena, 23 Mei nanti. Namun, Sir
Alex Ferguson sudah mengultimatum Ryan Giggs dkk agar
tidak sekadar memburu tiket lolos. Pelatih United itu
tetap menginstruksikan pemainnya untuk tampil
menyerang, mencetak gol, dan menang. Begitu pentingkah
kemenangan buat United ? 

"Ya, jika kami menang, itu akan menjadi kemenangan
ke-100 United di Liga Champions. Karena itu, kami akan
tetap berusaha mencetak gol di sana (San Siro)," kata
Fergie kepada Foxsports. Saat ini baru ada tiga klub
yang telah membukukan lebih dari 100 kemenangan di
Liga Champions. Yakni Real Madrid, Bayern Munchen dan
AC Milan. 

Milan akan mengoleksi kemenangan ke-107 kali di Liga
Champions jika menang dini hari nanti. "Jika kami bisa
bermain seperti babak pertama di Old Trafford, saya
pikir kami punya peluang untuk menang,"tutur Carlo
Ancelotti, arsitek Milan. Laga dini hari nanti juga
bakal menorehkan catatan prestasi buat Paolo Maldini.
Jika bek gaek ini diturunkan, ini akan menjadi
penampilan ke-104 kali buat Maldini. Dia akan menjadi
pemain ketiga yang paling sering tampil di Liga
Champions setelah Raul Gonzalez dan Roberto Carlos.

"Saya akan senang jika Maldini di lapangan. Pengalaman
yang dia miliki sangat kami butuhkan. Karena itu, mari
berharap agar dia lekas pulih,"papar Ancelotti. 

Gary Neville punya kesempatan untuk menorehkan
penampilan yang ke-100 kali di Liga Champions, jika
United lolos ke final. Sayang, cedera engkel yang
diderita kapten United itu membuat catatan
penampilannya harus terhenti di angka 98. Neville
harus absen hingga akhir musim. (bas) 

Rabu, 02 Mei 2007,
Larangan Jam Karet buat Fans Inggris


Menang di Old Trafford (3-2), belum membuat Manchester
United percaya diri pada semifinal kedua di San Siro.
Pengurus United meminta 5 ribu fans yang datang ke
markas AC Milan itu datang lebih awal. Mengapa?
Ofisial Setan Merah tidak ingin fansnya kelelahan
sebelum kickoff dimulai. Lelah? 

Ya, untuk mencapai tribun, suporter United harus
melewati tangga spiral sepanjang 600 meter. Jelas, itu
akan sangat melelahkan suporter jika mereka datang
terlalu mepet. "Suporter kami memang punya tradisi
datang terlambat setiap mendampingi United di laga
away. Saya harap kali ini mereka datang lebih awal,"
kata Kem Ramsden, juru bicara klub kepada The Sun.

Atmosfer di tribun penonton dipastikan bakal memanas.
Namun, panitia dan petugas keamanan sudah melakukan
langkah antisipasi agar insiden kerusuhan saat AS Roma
menjamu United di Olimpico tak terulang. Pihak
keamanan di Milan, sejak awal pekan telah menyebar
brosur berisi larangan menjual minuman beralkohol,
terutama di sekitar kompleks stadion. 

Suporter hanya bisa menikmati minuman beralkohol di
restoran-restoran tertentu. Larangan itu juga sempat
muncul jelang laga AS Roma versus United. Tapi toh
tetap saja dilanggar. Asosiasi Suporter Independen
United (IMUSA) mengingatkan anggotanya soal ancaman
serangan balasan dari suporter garis keras AS Roma
(Ultras). 

IMUSA meminta anggotanya untuk tidak mengenakan kostum
atau atribut berbau United, dan sebisa mungkin tak
berkomunikasi dalam bahasa Inggris ketika mereka
menumpang kereta api menuju Milan. "Semua tahu apa
yang terjadi di Lille, dan khususnya Roma. Saya rasa
semuanya harus berhati-hati," kata Mark Longden,
direktur IMUSA kepada Channel4. (bas)

zona Champions
www.zonabola.com - Rabu, 2 Mei 2007, 04:51
Adu Tos-tosan, Liverpool Tekuk Chelsea 

Penampilan gemilang penjaga gawang Jose Reina yang
menepis dua tendangan penalti Chelsea mengantarkan
Liverpool ke partai final Liga Champions usai menekuk
Chelsea 4-1 melalui adu penalti pada leg kedua babak
semifinal di Stadion Anfield, Selasa (1/5).

Laga terpaksa di gelar hingga adu penalti karena pada
waktu normal Liverpool menang 1-0 yang berarti agregat
berimbang 1-1  karena pada leg pertama Chelsea juga
menang dengan skor serupa.

Kemenangan ini membuat Liverpool tinggal menunggu
pemenang antara Manchester United melawan AC Milan
sebagai lawan di final yang akan dipentaskan di
Athena. Sedangkan bagi Chelsea kegagalan ini memupus
ambisi mereka untuk meraih gelar pertama di arena Liga
Champions.

Liverpool yang harus memetik kemenangan langsung
melancarkan serangan sejak awal laga dengan
mengandalkan permainan lewat sisi sayap yang ditempati
Jermaine Pennant dan Boudewijn Zenden.

Taktik pelatih Rafael Benitez ini cukup efektif sebab
Liverpool mampu menguasai jalannya pertandingan.
Hasilnya pada menit ke-22, umpan mendatar kapten
Steven Gerrard diselesaikan dengan baik oleh palang
pintu Daniele Agger dengan tendangan terukur yang tak
dapat dijangkau Petr Cech dan membawa Liverpool
unggul.

Sejak kemasukkan satu gol Chelsea, yang tidak
diperkuat Andriy Shevchenko, Michael Ballack dan
Ricardo Carvalho karena cedera, baru keluar menyerang
dan memperoleh peluang emas pertama mereka ketika
penyerang Didier Drogba melepaskan tendangan keras,
sayangnya masih dapat ditepis Reina.

Beberapa saat menjelang turun minum, Lampard hampir
saja menyamakan kedudukan bila tendangan bebasnya
tidak dipatahkan Reina.

Di babak kedua meski lebih banyak bertahan, Liverpool
mampu menciptakan sejumlah peluang emas. Sepuluh menit
babak kedua berjalan tandukan Peter Crouch dengan
gemilang digagalkan Cech.

Tiga menit kemudian umpan lambung John Arne Riise
diteruskan Dirk Kuyt dengan sundulan yang sayangnya
masih membentur mistar gawang. Sedangkan tendangan
Zenden dapat diblok Cech. Hingga 90 menit berakhir
skor masih tetap 1-0 sehingga diadakan perpanjangan
waktu.

Pada masa perpanjangan waktu pertama Liverpool
sebenarnya mampu mencetak gol melalui Kuyt yang
memanfaatkan bola muntah namun gol tersebut dianulir
karena pemain asal Belanda ini telah berdiri dalam
posisi off-side.

Dua menit menjelang berakhirnya perpanjangan waktu
yang kedua Liverpool nyaris saja unggul bila tendangan
keras Kuyt dari dalam kotak penalti tidak ditepis
Cech. Karena tidak ada satu gol yang tercipta maka
laga dilanjutkan hingga adu penalti.

Pada adu penalti, Reina menunjukkan kebintangannya
dengan menggagalkan dua eksekusi yang dilakukan Arjen
Robben dan Geremi Njitap. Sedangkan Cech gagal menepis
empat penendang Liverpool, Zenden, Xabi Alonso,
Gerrard dan Kuyt. Satu-satunya algojo Chelsea yang
sukses adalah Lampard.   
Penulis: [BB]
 
Zona Champions
www.zonabola.com - Rabu, 2 Mei 2007, 07:52
Gerrard: Kami Bungkam 'Special One'! 

Melalui drama adu penalti yang berkesudahan 4-1,
Liverpool melangkah ke partai final Liga Champions
2006-07 dengan aggregate 5-2. Kemenangan atas Chelsea
ini tentunya amat menggembirakan bagi kapten The Reds,
Steven Gerrard.

Karena selain Gerrard berhasil memimpin klubnya meraih
final Liga Champions kedua dalam tiga tahun terakhir,
ia juga berhasil memuaskan ambisi pribadinya untuk
membungkam mulut manajer Cheslea, Jose Mourinho.

Jelang laga super-panas ini, Mourinho mengeluarkan
komentar ‘pedas’ dengan mengatakan kalau Liverpool
bukanlah klub besar. Setelah meraih kemenangan,
seperti dilansir Reuters, Gerrard membalas: “Dia
(Mourinho) membuat kami tertawa sekarang dan
seterusnya. Dia menunjukkan sikapnya yang meremehkan
dengan menyebut Liverpool sebuah klub kecil.”

Sekarang siapa yang tertawa belakangan, “Tidak terlalu
buruk bagi sebuah klub kecil yang berhasil melangkah
ke partai final (Liga Champions) dalam kurun waktu
tiga tahun,” seloroh Gerrard. Kini Liverpool tinggal
menunggu calon lawannya di Athena (23/05), antara AC
Milan atau Manchester United yang akan ditentukan di
San Siro, Rabu atau Kamis dinihari (03/05) WIB.

Gol satu-satunya sepanjang 120 menit adalah berkat
visi Gerrard. Secara pintar ia menyodorkan umpan
pendek ke Daniel Agger dibanding melepaskan crossing
langsung ke mulut gawang. Agger sendiri secara jitu
melepaskan tendangan kaki kiri untuk mempecundangi
kiper The Blues, Petr Cech. Namun keberhasilan
Liverpool di Anfield itu juga tidak terlepas dari
kepiawaian kiper The Reds, Jose Reina yang
menggagalkan dua eksekutor Chelsea, Arjen Robben dan
Geremi Njitap.

Bos Liverpool, Rafa Benitez kepada ITV Sports dengan
bijak mengatakan: “Setiap pemain dan para suporter
merupakan pahlawan dari kemenangan ini. Mereka (para
pemain) tampil luar biasa—melawan tim yang sangat
bagus.”

Lalu bagaimana dengan Mourinho? Special One tidak mau
banyak bicara, namun ia bangga dengan perjuangan
timnya dinihari tadi. “Ini momen di mana setiap orang
harus kuat menghadapinya. Para pemain kami memiliki
segudang alasan untuk tetap bangga dengan dirinya
sendiri,” ujarnya.

“Kami tetap menjadi tim terbaik malam ini
(dinihari-WIB) ketika berhadapan dengan tim yang hanya
berkompetisi (berkesempatan) di Liga Champions.
Sepakbola selalu seperti ini (ada yang menang dan ada
yang harus kalah).” Sekali lagi, “Kami harus kuat
menghadapinya,” tutur Mourinho yang timnya masih
memiliki kesempatan di premiership dan final Piala FA.
  
Penulis: [LB]
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke