--- In [email protected], "Samuel Rismana S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > MU kalah karena faktor SAF. Sori buat temen2 fans MU. Tapi faktanya > adalah 20 tahunan SAF megang MU, cuma sekali masuk final dan juara. > Itu statistik jelek. Kenapa begitu? Apa yang salah dengan strategi > SAF? Silakan diskusi soal ini (kalo mau...) > > *** ini menarik, Imho, sir alex sbg seorang puritan, ortodoks sepertinya > memang mempunyai dogma menjadi raja di negeri sendiri, ingin tetap membawa > Manchester United merajai EPL & FA sepanjang masa, tp utk kancah eropa > konsentrasi dia tidak sebesar di EPL, beliau baru konsentrasi jika laga > penyisihan CL mulai berlangsung, tp persiapan tdk mendukung (pemilihan > pemain, mengintip kekuatan lawan, dll), mungkin ada hasrat dia utk menambah > gelar CL tp sepertinya dia lebih bahagia jika menjadi juara EPL, sulit utk > menatap CL adalah juara eropa dan gelar yg lebih prestise di mata para > pencinta sepakbola, dia gak peduli, dimata dia EPL lebih prestise krn itu > ditanah Inggris. > Anyway, hanya dia yg tahu kenapa selama 20 th sulit sekali masuk ke final CL > ya...., hm...maybe bagi dia menjadi juara CL adalah bonus tambahan setelah > menjadi jawara EPL....
hehehe, jangan2 jawabannya ada di email bro Dein disebelah, yaitu pemasukan dari pembagian hak siar tayang EPL jauh lebih menggiurkan :) So' menjaga pamor MU tetap di papan atas EPL jauh lebih penting dari sisi financial. tapi ada satu hal yg menjadi handycap tim-tim Inggris, yaitu dlm 1 musim mereka bermain jauh lebih banyak game dibanding tim2 negara lain. So' potensial mereka bermain di babak playoff dgn skuad yg compang camping ditinggal pemain cedera kansnya lebih besar hehehe Alkaizer
