--- In [email protected], "SM" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ----- Original Message ----- > From: "Firdauf Achmad Dhewata" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, May 08, 2007 11:54 AM > Subject: [BolaML] Re: Mempertanyakan Judul Dan Penulisan Sebuah Berita > > > Wacana teritorial & ideologi sudah dibuang jauh2 diera modern ini. > > Bisa dilihat khan kenapa Lega Calcio menyusul EPL & La Liga melirik > > pasar asia, karena secara finansial kita "nun jauh disini" ini > > adalah komoditas yg signifikan. > > > Oleh karena itu klub2 eropa justru membuang jauh2 semua identitas > > kelompok mereka dan berusaha membuat sebuah image yg bisa diterima > > oleh siapapun. > > Hanya berusaha menangkap apa yang diajukan Bung Sujanto, tapi sepertinya > belum diterima Bung Firdauf: > > Barangkali kalo saya mo bisnis global juga harus memunculkan isu yang sama. > Misalnya, batik tidak identik dengan Indonesia atau Asia saja. Batik adalah > kekayaan dunia, sehingga bangsa apapun boleh memakainya. Silahkan beli dan > pakai untuk ke mana-mana. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa. Pokoknya laris > manis :D
hahahahahah, setuju !! Sedikit cerita, bos saya pertama datang ke Indonesia girangnya amit2 begitu tahu dapet 5 setel batik buat dipakai seragam kantor. Ampe bangganya waktu doi liburan pulang kampung ke negaranya, dipamerin dia berfoto pake batik kantor ama temen2nya disono. in the end, memang betul baik batik, maupun klub akan tetap representing origin country, bahkan itu jd kebanggaan buat orang luar untuk bisa memiliki atribut yg uncommon tsb. Tapi dijamin fakta historical batik, kenapa dia bisa ada, siapa saja jaman dahulu pemakainya, tdk melulu musti berkorelasi dgn pembeli dan pemakainya, yg penting dagangan laku. :) :) *yg pake batik tiap hari ... keluh* Alkaizer
