Berarti kita setuju pada satu hal: tim-tim dipisahkan ideologi.
  Kita tidak setuju cuma pada waktu ideologi itu berlaku.
  Milis ini punya banyak pendapat jadinya dan kita punya makin banyak pilihan.
  Ini demokrasi sportivitas yang indah. 
  Bukan begitu, Bung Rudy?
   
   
  Salam 
AL Sujanto
  
Don Rudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          On 5/7/07, smith jacks <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Satu hal lagi: sepakbola juga terlibat dengan ideologi. City dan United
> ada karena dua golongan masyarakat yang berbeda di Manchester. Pun begitu
> Torino dan Juve di Turin, serta Inter dan Milan di Milano. Dan jika kita
> melihat fakta tersebut, bahwa klub merepresentasikan identitas sekelompok
> manusia dalam satu kota, keterlibatan kita di Asia sebagai tifosi menjadi
> insignifikan dan irelevan, kalau tidak mau dibilang konyol.
>
>
>

[rudy]
Sepakbola terlibat dengan ideologi?
Roma dan Lazio jelas 2 kubu dari kasta sosial yang berbeda, Juve dan Turin
juga jelas antara identitas penduduk lokal dan pendatang. Milan dan Inter
masih bisa diperdebatkan, Inter memisahkan diri dari Milan hanya karena
tidak setuju klo Milan hanya milik pemain2 Italia...kenyataan sekarang sudah
berbeda kan? Itu lebih bersifat historis, kenyataannya tidak selalu
demikian. Jadi teori anda tidak sepenuhnya bisa saya terima...
Valentino Rossi mendukung Inter, dia bukan orang Milano...apakah dia bisa
disebut "konyol"?
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke