Oke grazie mille bos atas sumbang sarannya... Beberapa usulannya sudah kita jalanin sejak lama misal soal hubungan dengan klub dan tifosi klub lokal, jelas gak cuma satu-dua tapi beberapa malah, juga kita senantiasa mendukung sepakbola nasional minimal dengan perwakilan yang selalu hadir di stadion saat timnas bertanding dan bisa di liat kok di TV selalu ada spanduk raksasa Forza Indonesia!!! milik kita. Soal jadi ambassador tentu arahnya kesana tapi secara teknis dan mekanisme gak sesederhana apa yang direncanakan tapi tetap akan jadi sebuah wacana besar yang sedang direalisasikan.
Saat ini kita masih larut dalam kegembiraan menikmati saat2 bahagia sebagai tifosi klub besar di Eropa bernama AC Milan yang dalam 5 musim terakhir telah TIGA kali masuk final UCL. Juga dari Milanisti Indonesia yang segera akan menciptakan sebuah rekor nasional baru yang belum tertandingi oleh tifosi klub manapun di Indonesia ini yaitu Nonton Bareng FINAL UCL untuk yang ketiga kalinya pada usia yang baru 4 tahun. Last but not least, gw setuju bahwa ini ruang publik yang harus diperlakukan sebagaimana mestinya, tapi mencemooh nama orang menjadi Mourinyo bukan cara yang tepat untuk itu selain memang secara resmi udah dilarang momods. Forza MILAN Arif Ikram Anggota Dewan Syuro Milanisti Indonesia On 5/10/07, smith jacks <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah, saya sih sebenarnya merasa terlalu kecil untuk memberi pencerahan. Saya cuma ingin sumbang saran. Membentuk Milanisti Indonesia akan sangat berguna dalam kerangka meningkatkan kegairahan akan sepakbola. Tapi sayang kalau kegairahan itu tidak dialirkan ke kepentingan sepokbola nasional. Bagaimana jika klub Milan membentuk satu hubungan dengan klub lokal Ina, seperti hubungan sister city gitulah. Milanisti Ina bisa menjadi ambassador dua sisi: duta Indonesia pada Milan dan duta Milan untuk Indonesia. Di sini saya bicara soal peran aktif yang lebih serius dan formal. Hal lain: Milanisti bisa melakukan atau mengoordinasi diskusi antarsuporter. Atau mempelajari blue print suporter Italia dan Milan lalu mentransfernya ke sini. Ada transfer of knowledge toh. Masalah protes saya pikir hal biasa, tapi penyampaian yang kadang mengganggu. Kalo masalah Mourinyo saya pikir siapa pun bisa merasa bahwa dia arogan, jd kalo ditulis begitu ya sudah. Itu kan pendapat. Soal presenter dan komentator yang berpihak, itu saya pikir tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Kalaupun mau mengingatkan mereka, ya saya pikir gak pa-pa. Tapi, dalam public sphere seperti bola ml ini, saya pikir janganlah kita gunakan kata2 keras untuk menyatakan keberatan. santai ajalah. iya kan. Saya terus terang terganggu dengan ungakpan salah satu miliser tentang penulis yang bernama Wiwid: "apalagi kalo nulis soal Jupe, pingin gue gorok". Ini mungkin becanda, tapi, ya, ngono yo ngono ning ojo ngono-lah. Itu aja sih pendapat saya. Kalo gak setuju juga gak pa-pa. Banyak pendapat, milis kita malah makin kaya bukan? Just bear one thing in mind: this is a public sphere, so treat it as one. Forza Bola-ML Salam AL Sujanto > . > > > [Non-text portions of this message have been removed]
