Masruri gw pantau semenjak dia
diliput SCTV. Impian dia untuk punya lap top terwujud
setelah salah satu produk memberinya laptop.
bocah ini harus jalan kaki dari ancol ke cempaka putih
setelah mengikuti kejuaraan catur.

Dan sekarang setelah dia mengikuti Kejuaran catur di yunani.
barulah dia dapet perhatian dari pemerintah.
mudah2an pemerintah bisa lebih memperhatikan
prestasi olahraga.... bukan cuma atlet dan calon atlet
tapi juga mantan atlet

Kaka Gugun

Kamis, 10/05/2007 14:17 WIB
Rp 62,5 Juta untuk Farid & Masruri
Fitraya Ramadhanny - detikSport

  *Jakarta - *Dua pecatur cilik Indonesia Farid Firmansyah dan Masruri
Rahman menerima hadiah uang tunai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Mennegpora Adhyaksa Dault. Total Rp 62,5 juta
untuk masing-masing.

Hadiah yang diberikan di kantor presiden, Kamis, (10/5/2007) ini, merupakan
apresiasi terhadap prestasi yang mereka torehkan di World School Chess
Championship, di Halkidiki, Yunani pada 27 April hingga 6 Mei lalu.

Farid sukses menjadi juara dunia catur pelajar kelompok usia 15 tahun, dan
Masruri menjadi peringkat tiga di kelompok usia 11 tahun. Buah dari
kesuksesan itu, Firman dan Masruri masing-masing mendapat Rp 25 juta dari
SBY, Rp 10 juta dari JK, Rp 25 juta dari Menegpora serta dari Percasi
sebesar Rp 2,5 juta.

"Tadi dapat hadiah uang dari pak presiden, uangnya buat bantu usaha bapak,"
ujar Masruri yang tampak ceria di hadapan para wartawan.

"Senang *banget* bisa makan *bareng* presiden," lugas dia. Wartawan pun
menggoda Masruri dengan bertanya apakah makannya *nambah*. "*Nggaklah*. Kalo
nambah, malu *dong*." jawab bocah 11 tahun itu dengan lugu.

Ibunda Masruri, Kasem, menuturkan, uang tersebut akan digunakan untuk
membeli bajaj bekas. "Biar *nggak* usah *nyewa-nyewa* lagi. Pakai bajaj
sendiri saja." katanya sambil menuturkan, untuk menyewa bajaj per hari
dibutuhkan Rp 27 ribu. Dengan memiliki bajaj sendiri, Kasem berharap ekonomi
keluarganya bisa lebih baik.

Sementara Firman menceritakan pengalamannya di Yunani dengan runtun. "Di
sana dingin sekali. Orang tua jauh, tidak bisa makan nasi, makannya kentang.
Lawannya juga berat-berat. Senang bisa juara satu. Mengharumkan nama bangsa.
Bapak Presiden juga tadi memberikan ucapan selamat, dan mendorong supaya
bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Abrori, ayah Farid juga tidak ketinggalan bercerita. "Saya senang bisa
bertemu bapak presiden, seumur-umur belum pernah. Apalagi sampai makan siang
bareng. Karena anak saya juara, saya bisa bertemu." ujar pria yang biasa
berjualan rokok di Rawapanjang Bekasi. *(lom/krs)*


-- 
Kaka, Seedorf, n Gilardino


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke