Zona Italia
www.zonabola.com <http://zonabola.com/> - Sabtu, 12 Mei 2007, 03:30
Forza Milan

 Sangat jarang tifosiAC Milan dan Inter Milan bisa rukun.Tapi, khusus tahun
ini, pendukung dua klub Kota Mode itu bisa berpesta bersama merayakan
keberhasilan tim tercinta masing-masing.

Syaratnya, Milan harus menaklukkan Liverpool pada final Liga Champions di
Stadion Olympic, Athena,Rabu (23/5). Kesuksesan I Rossoneri akan membuat
Kota Milan bisa membanggakan diri sebagai tempat asal dua juara sepak bola.
Sebab, Inter sebelumnya sudah memastikan diri sebagai juara Italia dengan
merebut scudetto."Kami sangat bangga dengan prestasi kami.

Sementara Milan masuk final Liga Champions dan berpeluang memenangkannya,"
kata kapten Inter Javier Zanetti, seperti dikutip Goal. Jika
terjadi,prestasi ini sebenarnya bukan kali pertama diraih Kota Milan. Pada
musim 1962/1963 dan 1988/1989, Milan dan Inter sudah pernah meraih
keberhasilan serupa.

Dalam dua kesempatan tersebut,I Rossoneri sukses menguasai Eropa dengan I
Nerazzurrimenjuarai Seri A. Pada musim 1962/1963, Inter, di bawah Presiden
Angelo Moratti dan Pelatih Helenio Herrera, sedang menikmati periode emas
sepanjang sejarah klub.Mereka memenangkan scudetto setelah unggul empat poin
atas Juventus pada akhir klasemen. Sementara Milan, yang menjuarai Italia
pada musim sebelumnya, berhasil mencatatkan diri sebagai klub Italia pertama
yang memenangkan Piala Champions.

Berbekal skuad dengan pemain berkualitas seperti Cesare Maldini, Giovanni
Trapattoni, Gianni Rivera, dan Jose Altafini, Milan melaju mulus sampai
akhirnya mengalahkan SL Benfica 2-1 pada laga final di Stadion
Wembley.Altafini menjadi pemain paling berperan dengan menyumbang 14 gol
sepanjang kompetisi. Kesuksesan kedua Milan terulang pada musim 1988/
1989.Inter menjuarai Seri A dengan kehadiran trio Jerman Andreas Brehme,
Lothar Matthaeus, dan Juergen Klinsmann. Mereka mampu membawa I
Nerazzurriunggul 11 angka atas Napoli yang mengandalkan Diego Maradona.
Milan tidak mau kalah dari kesuksesan rivalnya.

Mereka membalas dengan meraih Piala Champions. Trio Belanda Marco van
Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit membawa Milan menghancurkan Steaua
Bucharest 4-0 pada final di Camp Nou. Dan, kini,Kota Milan mengincar
hat-trick setelah Inter dengan mudah merebut scudetto. Namun, nasib
keberhasilan itu masih bergantung perjuangan Milan.Pertanyaan pun muncul.
Maukah kubu Inter melupakan rivalitas dan mendukung Kaka dkk di Athena agar
seluruh penduduk Kota Milan bisa berpesta bersama? Tidak menjadi masalah
apakah I Nerazzurrimenyemangati I Rossoneri atau tidak.

Sebab, setiap kali Inter memenangkan Seri A dan Milan masuk final Piala
Champions/ Liga Champions di tahun yang sama,I Rossoneri tidak pernah kalah
di laga tersebut. Berbekal dukungan sejarah ini,kubu Milan boleh
optimistis."Kami sangat fokus menghadapi laga tersebut. Dengan kekuatan kami
saat ini,kami percaya bisa membalas kekalahan dari Liverpool dua tahun
lalu,"sebut gelandang Massimo Ambrosini.
 Penulis: [SI]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke