salam olahraga.. akhirnya setengah nafas itu berhasil dihembuskan PBSI dari tim Sudirman kita. Yup, seperti kita ketahui mereka berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor "telak" 4-1. Bagaimana tidak, dalam catatan kita tentu bisa menghitung berapa sih gelar juara super series dan beberapa seri turnamen lainnya yang bisa digondol pemain=pemain kita?tentu bisa dihitung dengan jari dan kesimpulannya: sangat buruk!tak usah ngomong kesempatan di negara orang, di negara sendiri saja kita babak belur, padahal jika tim pelatih dan semua manajemen di Cipayung memahami kekurangan-kekurangan kita dalam triwulan pertama tahun 2007 ini, seharusnya sudah ada solusi yang memuaskan. tapi nyatanya, jujur saja meski menyakitkan, semuanya masih jauh panggang dari api, bukan hanya jauh tapi malah daging pangganggnya gak tau dimana. Duni bulutangkis kita mengalami masa degradasi yang sungguh luar biasa. Jangan sampai kita nantinya hanya menjadi legenda negara yang berhasil menelorkan pemain-pemain hebat saja, tapi tidak bisa melestarikannya. Jangan sampai nasib di pencak silat, yang justru mulai disalip Thailand, Vietnam bahkan Inggris, terjadi di bulutangkis meski arah kesitu sudah mulai ada. Asa masih tetap ada, karena generasi terus terjadi,. Tapi selama tidak berbenah dan mengkombinasikan antara talenta, teknologi dan manajeman yang bagus, jangan harap mutiara itu bisa terjual dengan harga mahal dan menghasilkan kekaguman luar biasa. Mengenai peluang tim Sudirman di Skotlandia nanti, ternyata dari informasi yang diperoleh membuktikan jika kubu kita sudah seperti kalah sebelum bertanding. Bagaimana tidak, mulai dari Bang Yos, Lutfi Hamid sampai beberapa pemain telah mengungkapkan pesimistis mereka di ajang dua tahunan tersebut. Bang Yos secara jujur hanya mengatakan sektor tunggal putra dan ganda putra saja yang dirasakan sanggup mencuri poin. Lainnya?"Kita harus realistis dengan kondisi sekaran," nah lho...aneh kan..Lebih aneh lagi, tepat didepan hidung bang Yos, ternyata pasangan anggota tim Sudirman Markis Kido/Hendra justru gagal total di tangan anak buah Rexy (pelatih yang selalu total mengurus pemainnya meski dari negara lain dan itu memperlihatkan jika dirinya sangat profesional dan tak salah dihargai mahal di negeri Jiran kita itu). Setali tiga uang, lutfi hamid juga mengatakan hal yang sama. dan itu menurun pada beberapa pemain. Rexy yang dimintai tanggapannya juga mengatakan keherannya, padahal kalau ingin mengejar ketertinggalan, Indonesia masih sangat bisa. Pria yang enggan melamar untuk masuk Cipayung ini (Dia hanya ingin ada pihak Cipayung yang memintanya), menyebut Indonesia dari sisi SDM masih sangat maju, tinggal kombinasi keseriusan melatih, tidak ada titipan sampai penggunaan teknologi adalah kunci yang diterapkan di Malaysia. Tak heran jika Rexy mampu melahirkan bibir luar biasa pada ganda finalis Indonsia Open Super Series lalu, Zakry Abdul Latif/Mohd. Fairuzizuan Mohd Tazari. Padahal pasangan lainnya juga tergolong belum pudar seperti Can Too Fook/Lee Wan Wah. Jadi bagaimana ini?hanya introspeksi secara jujur saja yang bisa memberi solusi. Semoga
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
