On 5/24/07, Yonas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > qeqeqeq.... > > Ooppss.. > > Ga ada yg menyalahkan tim lain karna kekalahan Liverpool. > Ga ada yg bilang Catenaccio itu buruk. > > Emang Catenaccio buruk ? > > Kok banyak yg kebakaran jenggot gw bilang "welcome home Catenaccio". > > Babak pertama jelas, Milan under pressure, tertekan habis, tapi > punya pertahanan solid. > Pertahanan solid Milan (baca:Italia), klo elo tahu bola pasti inget > Catenaccio donk. > > Itu saja. > > Emang Catenaccio memalukan ? > > Nggak lah. > > Bravo Milan ! > > Welcome home Catenaccio ! > > > Ada yg salah ? >
yW~> ada donk. Catenaccio itu kan SISTEM permainan yang dari awal emang niatnya BERTAHAN dan melakukan serangan balik. Sejak kapan Milan (terutama di tangan Ancelotti) mainnya Catenaccio? Beda lho antara bertahan dengan baik dan catenaccio. Milan bertahan di babak pertama bukan karena MAU bertahan. tapi karena serangannya selalu kandas di tengah. dan selalu kena pressing lini tengah Pool (Gerrard-Mascherano-Xabi). Sebenarnya di babak 1 gw uda pasrah kalo kebobolan karena Milan ga bisa keluar dari tekanan. Malah di babak 1 Liverpool yang bermain lebih "Italia". kalo di serang hanya menyisakan Kuyt di depan, itu juga ga jauh2 amat. tapi begitu nyerang, bisa langsung 3-4 orang. Benar2 cepat serangan baliknya, Catenaccio banget :p Sementara Milan entah berapa kali salah passing, salah posisi di babak 1. "Untung"nya angin lagi kencang kali. jadi shot on target Pool hampir ngak ada :p Untung ada gol pertama Pippo, yang kalo mau dibilang hoki, tapi itu bukan yang pertama kali buat dia, jadi Pool main lebih terbuka di babak 2, makanya di babak 2 Milan mulai bisa mengontrol permainan. Seandainya kondisi seperti di babak 1, gw ga yakin Milan bisa nyetak gol karena lini tengah dan belakang Pool benar2 solid. Seandainya Milan yg ada di posisi Pool (ketinggalan dan bermain menyerang), juga kemungkinan kebobolan gol ke2 bakal lebih besar. Dan terbukti yang bisa memanfaatkan peluang yang menang. -- [Yan Walando]
