Wah-wah. Ternyata dua kutipan saya jadi bikin gaduh juga ya, sampai ada yang
bilang Cruijff dongo. Mmmm, padahal saya cuma mau menunjukan bahwa sepakbola
tetap merupakan misteri dan subyektif. Kenapa Cantona dan Ginola sampai gak
pernah berjaya di timnas Prancis? Kenapa Pirlo bisa jadi bench warmer di Inter?
Kenapa di Everton Materazzi gak jadi pahlawan? Kenapa Papin redup di Milan?
Jawabannya kecocokan. Saya kalo ngelihat Pippo main bola suka gemes. Nahan
bola gak jago, dribelnya ecek-ecek, nyundul biasa2 aja, sepanjang pertandingan
lari2 gak keruan. Tahu-tahu...bikin gol kemenangan. Buat saya itu nilai lebih
Pippo.
Katanya sih dia bisa 11 kali off-side, lalu 12 kali lepas dan bikin satu gol
kemenangan.Itu kehebatan dia.
Tapi, apa berarti Cruijff dan Pele dongo? Enggak juga, cuma masalah opini.
Tapi kalau ditelaah, jangan-jangan itu pujian bersayap dari Cruijff buat Pippo.
Artinya dia bilang bahwa Pippo emang kelihatan gak bisa main, tapi
positioningnya bisa deadly.
Anyway, kalo gak salah Stam juga pernah menyebut The Inzaghis sebagai
teletubbies (CMIIW).
Well, intinya saya cuma mau nampilin aja bahwa sepakbola emang subyektif, dan
itu yang bikin sport ini menyenangkan.
AL Sujanto
Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Well Sir Alex Ferguson pasti sudah lupa gol Pippo waktu di Juventus yg
menchip bola over Schmeichel. Sayangnya Juve kalah agregat.
Memang betul dia selalu beroperasi mepet dgn defensive line, tapi kl
cuman spt itu saja sih banyak yg bisa.
Well kl sebagai illustrasi spt ini : kalau Pippo dapet trough pass, 20
kali dia offside, cuman satu yg lolos. Tapi yg satu itu pasti jadi gol.
bandingkan dgn beberapa striker lain yg sudah 1 on 1 berkali2 tapi
malah membuang peluang. :)
Alkaizer
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]