Kalo ada keributan antara dua kelompok suporter, yang salah mana: yang 
memprovokasi atau yang terprovokasi? Well, menilik kejadian Zizou n Matrix dan 
banyak kejadian lain, dua-duanya salah. Di Indonesia, ada lagi satu pihak yang 
salah: provokator (apa pun artinya ini, hehehe....).
   
  Anyway, perilaku hoolinanism dan suporter itu udah jadi bagian menarik dari 
sociology of football. Akar teorinya diambil dari teori Smelser tentang 
Histeria Massa. Ada juga yang mengakarkan penelitian dari teori psikologi 
sosial Elias Canetti. Canetti dalam bukunya, Crowds and Power, menyatakan ada 
empat ciri crowd atau kerumunan:
   
  1. kerumunan itu tercipta dengan sendirinya
  2. anggota kerumunan bersifat setara
  3. kerumunan sangat menyukai kepadatan, makanya berdiri dan duduknya dempet2 
(kayak nonbar). Ini dilakukan supaya "aman": identitas diri tersembunyi, 
identitas kelompok mengemuka
  4. kerumunan butuh pengarahan, makanya biasanya ada pentolannya, kalo di demo 
ada korlapnyalah.
   
  Terus ada berapa jenis kerumunan sih menurut sosiologi?
  Herbert Blumer bilang ada 4 tipe kerumunan:
   
  1. acting crowd: sekelompok org yang hasrat dan tempernya dibangkitkan oleh 
satu kejadian penting. anggota-anggota di dalamnya saling meletukan emosi 
hingga bukan tidak mungkin akumulasi letupan itu menjadi satu tindakan yang 
berupa kekerasan.
   
  2. expressive crowd
  sekerumunan org yang berkumpul krn adanya janji bakal mendapat imbalan dari 
anggota lain kalo ikut aktif di situ. Imbalannya bisa berupa pengakuan kelompok 
lho, yang di zaman posmo menjadi kebutuhan yang sulit dipenuhi. Pengajian bisa 
dimasukkan dalam kelompok ini.
   
  3. conventional crowd
  satu kerumunan di mana perilaku orang-orangnya mengonformasi sekumpulan 
norma-norma kultural tertentu. Di dalam kerumunan ini, imbalan yang diterima 
berasal dari apresiasi pasif terhadap satu kejadian.Kalo nonton opera kan kita 
diharapkan mampu menunjukkan attitude yang benar toh.
   
  4. casual crowd
  sekerumunan orang yang sebenernya gak punya tujuan kelompok. Mereka sedang 
melakukan kegiatan sendiri-sendiri, cuma kebetulan berada di tempat yang sama. 
Itu aja. 

  Ngomong jangan emosi emang gampang, tapi dalam kerumunan, saat tanggung jawab 
personal sangat sulit dituntut dan orang bisa bersembunyi di balik identitas 
kelompok, individu jadi cenderung liar dan manipulatif. 
   
  Nah, nonbar itu masuk yg mana ya?
  Hehehehe....
   
   
  AL Sujanto
  
omar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: in the end, penting 
banget ga sih nanggepin serius org spt itu ?
kl ada orang yg teriak2 spt itu didepan kita, or bahkan bikin kaos dgn 
tulisan provokatif buat lawan ya justru patut diketawain, gw malah kasian liat 
org spt itu. 

serius amat sihhh

Alkaizer
--------------------------------------

bro, kalo ditanya penting atau nggak, jawabnya jelas: gak penting!!! ada orang 
dengan kaos atau kelakuan provokatif enaknya memang cuma diketawain aja...tapi 
kita khan juga manusia, ada emosi dll, bisa aja sewaktu2 kita sebagai orang "yg 
bener" kepancing yg provokatif. apalagi kalo ada dalam sebuah "kerumunan", anak 
yg paling pendiem sekalipun bisa kepancing. psikologi massa gitu deh...bro 
smith jack mana nih???..hehehehe....

jadi intinya memang sebenernya jadilah fans sepakbola yang 
"sehat"...halah...apa juga ini???..... ya pokoknya baik2 ajalah, gak usah niru 
yg nggak2 dari "sono"....gak usah sok2an gagah2an niru hooligan, ngeflame 
boleh, asal koridor dijaga....

just intermezo (becanda2 maksudnya), pernah di subyek ini "disentil" nonton 
bola kok kayak nonton catur...hehehehe.....jadi inget waktu kecil dulu. gue 
tinggal di jakarta deket sebuah perumahan bank yg terkenal. bukan komplek 
pegawai bank, tapi komplek yg kalo kita masuk kudu dikit2 nengok kanan kiri, 
nunduk, trus bilang..."permisi bang...permisi bang, numpang lewat 
bang....".....tau deh komplek kayak apa yg gue maksud. nah sewaktu waktu 17an 
ada lomba catur, penonton diem, kalem. gak sadar ada anak muda penonton teriak 
"..duh...kenapa gak di sekak pake kuda, bang..". kontan si "abang" yg serius 
main sewot, nyantai aja diklepak tuh pala si penonton, "banyak bacot 
lo"....hehehe..moral of the story??? nonton catur juga bisa bahaya bro!!!

udah ah, serius amat sih.....happy weekend.....

-omar- 

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke