On 5/27/07, David Sundah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > duh.... dari situs resmi juventus.com > > Juventus Football Club S.p.A. and Didier Deschamps have mutually > terminated their contractual relationship that gave them both > satisfaction, enthusiasm and success. The coach and the Club have > recognized that the conditions necessary to continue their > relationship with the same satisfaction are lacking, and therefore > have decided to amicably separate. > >
[rudy] Klo berdasarkan analisis saya dengan pengamatan yang sangat terbatas. DD melihat Serie A musim depan sangatlah sulit, dalam artian klub-klub Serie A sedang hot-hotnya. Kita bisa lihat klub2 di bawah duo Milan seperti La Viola, Lazio dan AS Roma...boleh dibilang setara dengan level Juve sekarang yang baru saja kembali dari Serie B. Harapan tifosi terlalu tinggi, padahal saya yakin DD berpikiran bahwa dia perlu beberapa musim untuk mencapai level yang sama dengan Milan(yang baru Juara Champions) dan Inter(yang baru meraih scudetto dengan banyak rekor). Dan, sepertinya manajemen...terutama Alessio Secco juga tidak terlalu yakin terhadap kemampuan DD di Serie A. Sudah dari pertengahan musim ini dia sering membuat spekulasi kedatangan Lippi kembali ke Juve. Lippi sepertinya pelatih yang paling cocok buat Juve, dia masih memiliki obsesi terhadap Juve...yaitu Liga Champions. Dia membawa Juve 4x tampil di Final UCL tapi hanya 1x juara, mengutip pernyataan dia dulu "Tim besar seperti Juve seharusnya bisa memenangkan lebih dari 2 trophy Liga Champions", saya yakin antusiasmenya masih sangat tinggi untuk menangani Juve. cmiiw. Saya kutipkan berita dari detiksport : Senin, 28/05/2007 07:25 WIB Deschamps Blak-Blakan Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport AFP/Vincenzo Pinto Turin - Alasan apa yang membuat Didier Deschamps tiba-tiba memutuskan mundur dari kursi pelatih Juventus akhirnya terjawab. Kepada radio Monte Carlo, seperti dilansir Football Italia, Senin (28/5), DD blak-blakan mengenai keputusannya itu. Tanya: Apa yang membuat anda mundur dari Juve? DD: Saya mengalami masa sulit meski meraih hasil sempurna bersama pemain dan staff saya. Kemudian saya menganalisa situasi yang ada dan kemudian memutuskan untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya pada Rabu sore Tanya: Apakah alasan utama karena campur tangan manajemen yang kelewat batas? DD: Masalah utama bukan karena keinginan saya untuk memutuskan semuanya sendiri, namun ada banyak alasan yang lain. Memang benar saya mengalami masa sulit tahun ini dan saya ingin tahu bagaimana kami akan membentuk tim untuk musim depan, yang saya yakini, akan sangat sulit. Masih banyak yang harus dibenahi dan harapan fans sangat tinggi. Pelatih butuh atmosfer kerja yang tenang dan melihat situasi dengan seksama. Saya membuat keputusan ini dengan pertimbangan akan menjadi yang terbaik untuk saya. Tanya: Secara keseluruhan, bagaimana perasaan anda dengan prestasi Juve di musim ini? DD: Saya puas, senang dan bangga bisa mengembalikan Juve ke liga elit Italia. Rasanya seperti saya sudah membayar kembali apa yang sudah pihak klub berikan kepada saya kala masih menjadi pemain. Tanya: Kabar menyebutkan anda akan menuju Olympique Lyon untuk menggantikan posisi Gerard Houllier. Benarkah? DD: Saya tidak akan berbicara dengan klub lain jika masih diikat kontrak. Itu soal rasa hormat. Ambisi saya adalah memimpin tim besar di musim berikutnya. Sekarang saya siap untuk segalanya, kita lihat saja dalam beberapa hari atau minggu ke depan, proposal mana yang akan tiba. Saya ingin tim yang bermain untuk menang, tapi saya tidak akan bernegosiasi dengan klub yang sudah memiliki pelatih. Juventus sendiri kembali berlaga di Seri A musim depan. Kemenangan 5-1 atas Arezzo menjadi penentu tiket keluar dari Seri B di musim ini. Sedangkan gelar juara sukses diraih setelah menundukkan Mantova 2-0 di Delle Alpi. (ian/lom) [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. [Non-text portions of this message have been removed]
