Selasa, 29/05/2007 11:37 WIB
Platini: Bubarkan G14
Doni Wahyudi - detikSport

AFP/Fabrice Coffrini
Zurich - Michel Platini meminta G14 membubarkan diri. Sebagai ganti,
presiden UEFA itu menjanjikan badan baru yang disebutnya bakal mengakomodasi
tuntutan dan aspirasi klub.

"Saya memanggil klub-klub besar Eropa untuk membubarkan grup elit mereka,
dan menarik kembali berbagai tuntutan hukum yang sudah diajukan ke
pengadilan," sahut Platini dalam Kongres Luar Biasa UEFA ke-10 di Zurich
seperti diberitakan Yahoosport, Selasa (29/5/2007).

Sejak didirikan tahun 2000 lalu, G14 yang kini dihuni 18 klub besar Eropa
memang selalu menjadi pressure group bukan hanya ke UEFA tapi juga ke FIFA.
Grup yang awalnya beranggotakan 14 klub itu tercatat beberapa kali
mengajukan FIFA ke pengadilan utamanya terkait hak pemanggilan pemain oleh
negara asal.

Sebagai ganti G14, Platini menyiapkan sebuah badan bernama PFSC
(Professional Football Strategy Council). Nantinya PFSC akan diisi oleh
wakil presiden UEFA, empat perwakilan masing-masing klub, pihak liga dan
pemain. Semua tuntutan dan aspirasi dari anggota PFSC itu akan dibawa
langsung ke komite eksekutif UEFA.

"Saya memahami betapa kompleks dan sulitnya me-manage klub besar. Kita harus
mengubah sistem yang ada sehingga krisis kecil yang terjadi tak berubah
menjadi bencana keuangan yang dasyat," lanjut Platini.

Belum setahun memimpin UEFA, banyak angin perubahan dihembuskan mantan
gelandang Prancis itu. Sebelumnya ia mengusulkan agar jatah Inggris,
Spanyol, Italia di Liga Champions dikurangi, juga soal tak ada batasan
jumlah pemain asing di klub asal memiliki paspor Uni Eropa.

Dan usulan terbarunya soal pembubaran G14 dan ditampung dalam PFSC bisa
menjadi sebuah langkah positif yang berujung perdamaian antara kedua pihak.
Soalnya selama ini UEFA dan G14 selalu berdiri bersebarangan, belum lagi
soal ancaman yang mengarah ke otoritas sepakbola Eropa itu mengingat ada
beberapa tuntutan yang masih dalam proses pengadilan.

"Bergabunglah bersama klub-klub lain untuk merasakan hasil, produktif dan
dialog yang demokratis di antara anggota keluarga sepakbola Eropa", himbau
pria 51 tahun itu. (din/key)

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke