Sebenarnya memang bukan hanya di indonesia. Dari dulu di eropa kerusuhan suporter/pemain sudah terjadi. Contoh klasiknya adalah tragedi heysel yang melibatkan suporter juve-liverpool menyebabkan 39 suporter tewas. Setelah kejadian tsb, maka inggris dihukum tidak boleh ikut kompetisi eropa sampai batas yang tidak ditientukan. Inggris kemudian belajar dan memperbaiki diri. Sampai-sampai kepolisiannya membentuk satuan khusus guna menanggulangi masalah ini. Mereka mendaftar nama-nama hooligans (istilah ini muncul awalnya untuk suporter inggris yang hobi bikin rusuh setelah minum bir), yang disebarkan kenegara lain agar ditangkal masuk jika timnasnya main. FA jangan ditanya lagi, membuat banyak kajian/aturan guna menanggulangi hal ini.
Hasilnya bisa dilihat sekarang ini suporter inggris adalah yang terbaik di eropa. Bedanya dengan di negara kita adalah: kita ini seperti keledai yang tidak mau belajar dari kesalahannya. Minggu lalu menginjak lubang, minggu ini diinjak lagi, dan minggu depan diinjak lagi!!! -- Best regards, Rony Sunday, June 03, 2007, 6:38:21 PM, you wrote: > Di Denmark, > Partai kualifikasi Euro 2008 berakhir ricuh, seorang supporter berusaha > memukul wasit Herbert Fendel > setelah dirinya mengeluarkan kartu merah kepada Christian Poulsen setelah > memukul pemain Swedia Arkus Rossenberg > partai ini akhirnya dihentikan, dan kemenangan 0-3 diberikan ke Swedia atas > kejadian memalukan ini. > Partai ini sebenarnya berjalan cukup menarik, Swedia yang unggul 3-0 > terlebih dahulu mampu ditahan imbang 3-3 sampai akhirnya peristiwa memalukan > tersebut yang memaksa pertandingan dihentikan. > Jadi bukan hanya di Indonesia khan ?? > Yang pemainnya katrok.. > Supporternya anarkis.. > Forza Fair Play !!! __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
