--- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 6/4/07, Delfiar Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > [rudy] > Saya berharap jangan anggap lagi pemain2 asing yang sudah lebih dari 5 tahun > bermain di Indonesia sebagai orang asing, anggaplah mereka itu imigran. Nah, > klo imigran kan lebih "halus" untuk dimasukkan ke Tim Nasional...kita bisa > melihat ke negara2 yang sudah maju sepakbolanya seperti Prancis, berapa > pemain imigran / "naturalisasi" yang berhasil mengantarkan mereka Juara > Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000? bahkan sebelum-sebelumnya Michele Platini > yang notabene imigran dari Italia telah lebih dulu mempersembahkan gelar > Internasional pertama untuk Prancis yaitu Piala Eropa 1984. Pemain terbesar > mereka sepanjang masa yaitu Zinedane Zidane juga secara natural adalah orang > Al Jazair. Patrick Vieira bahkan lahir di Senegal. > > Belanda dan Italia juga tidak mau kalah, sadarkah kita bahwa Belanda telah > menaturalisasi Giovanni Van Bronchorst yang notabene adalah orang > Maluku...Danny Lanzaat juga. Masalah keturunan juga sepertinya tidak terlalu > penting untuk dipermasalahkan. Sebagai contoh di Italia...Kaka yang memiliki > darah Italiano karena kakeknya adalah seorang imigran Italia...tapi dia > lebih memilih membela Brazil, sehingga Italiapun lebih antusias terhadap > Mauro Camoranesi yang secara natural bukan Italiano. > [/rudy]
Indonesia khan berkiblat ke inggris, gak ada pemain timnas naturalisasi. (Pride tinggi dan sepi gelar :p) Tapi kemaren sempet nawarin Ryan Giggs, sayang doi nolak :( Alkaizer
