Katanya sesama koruptor memang harus saling support satu sama laen. All for Rupiah & Rupiah for All , prestasi mah bodo amat deh :))
Ciayooo.... Danny Ganteng & Baek Hati ----- Original Message ---- From: Jurig Milan <[EMAIL PROTECTED]> To: bolaml <[email protected]> Sent: Wednesday, June 6, 2007 6:23:00 PM Subject: [BolaML] Prestasi Nihil....SuapNya dibanyakin !!! Rabu, 06/06/2007 16:58 WIB Tudingan Suap di Komdis PSSI Tolak Penonaktifan Togar Kris Fathoni W - detikSport Jakarta - PSSI akhirnya menolak keinginan non-aktif Togar Manahan Nero. Ada dua alasan mengapa surat penonaktifan Ketua Komisi Disiplin PSSI itu tidak disetujui. Semula, Togar telah menyerahkan surat penonaktifan dirinya selaku Ketua Komdis menyusul isu suap yang dituduhkan Penajam Medan Jaya (PMJ). Saat itu, Togar berargumen penonaktifan dirinya akan memperlancar investigasi atas kebenaran tuduhan tersebut. Namun keinginan yang telah disampaikan Togar melalui surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, akhirnya tidak mendapatkan persetujuan. "Ketua Umum dan juga Exco tidak menerima penon-aktifan Togar karena PSSI menjunjung tinggi praduga tak bersalah. Ini kan masih sekedar isu belaka, perlu diselidiki lebih lanjut," ujar Ketua Komite Media PSSI, Mafirion saat dihubungi detiksport, Rabu (6/6/2007). Selain itu, alasan yang dikemukakan Togar bahwa penon-aktifan dirinya bakal memperlancar investigasi juga turut pupus. PSSI secara khusus telah membentuk Tim Pencari Fakta kasus suap tersebut. Dengan adanya tim khusus, kedudukan Togar sebagai ketua Komdis tidak bakal memberikan pengaruh kepada kinerja tim tersebut. (krs/lom) ============ ========= ======= Rabu, 06/06/2007 17:14 WIB Tudingan Suap di Komdis PSSI Bentuk TPF Kris Fathoni W - detikSport Jakarta - PSSI tidak mau tinggal diam menyusul merebaknya isu suap yang dituduhkan klub Penajam Medan Jaya (PMJ) kepada Komisi Disiplin PSSI. Tim Pencari Fakta (TPF) pun langsung dibentuk. TPF bentukan PSSI hanya akan berisikan lima orang, dengan susunan: Rusdi Taher (ketua), M.Zein (wakil), Mafirion (sekertaris) dan dua orang anggota, yakni IGK Manila dan Syarif Bastaman. "Tim ini adalah inisiatif dari PSSI karena kasus ini sudah merebak ke publik. Padahal itu kan baru isu saja, (kalau tidak dituntaskan) bisa rusak citra kita," ujar Ketua Komite Media PSSI, Mafirion saat dihubungi detiksport, Rabu (6/6/2007). Tugas tim tersebut akan belaku selama 15 hari terhitung besok, Kamis, (7/6/2007). "Setelah 15 hari selesai, kami langsung lapor Ketua Umum PSSI Nurdin Halid," imbuh Mafirion. Saat ditanyakan apa langkah pertama TPF tersebut saat masa tugasnya yang singkat akan dimulai besok, Mafirion menjawab, "Kami akan bicarakan langkah pertama besok. Yang pasti semua yang diisukan terlibat akan kita panggil." (krs/lom) ============ ========= ====== Senin, 04/06/2007 17:26 WIB Tudingan Suap di Komdis Kang Nug: PSSI Akan Telusuri Salomo Sihombing - detikSport Detiksport/Doni Wahyudi Jakarta - Mencuatnya kasus tuduhan suap di tubuh Komite Disiplin PSSI membuat Sekjen PSSI Nugraha Besoes terkejut. Ditegaskannya, PSSI akan menelusuri tuduhan ini untuk mencari faktanya. Pria yang biasa dipanggil dengan sapaan Kang Nug tersebut menilai tuduhan ini sudah menjadi konsumsi media dan menyangkut nama baik PSSI. Ia pun memastikan akan ada tindak lanjut yang dilakukan sesuai dengan prosedur. "Kita tetap akan melakukan penelitian sampai tuntas lewat prosedur yang sudah ada. Masalah ini menyangkut fungsionaris PSSI, sehingga akan dibawa ke ketua umum (Nurdin Halid-red)," tegasnya saat dihubungi detiksport, Senin (4/6/2007) sore. Kang Nug menambahkan, dirinya belum banyak tahu soal kasus ini. Ia bahkan mengaku terkejut. "Saya baru tahu hari ini dari koran dan banyak teman-teman yang menelepon. Saat ini saya belum bisa kasih tanggapan apa-apa," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, klub asal Medan, Penajam Medan Jaya, menuntut Komdis PSSI mengembalikan uang Rp 100 juta yang mereka klaim pernah disetorkan kepada Ketua Komdis PSSI Togar Manahan Nero Simanjuntak sebelum musim kompetisi divisi satu dimulai. Tujuan penyerahan uang tersebut ialah agar komisi disiplin PSSI tidak membuka kasus walk out yang mereka lakukan musim 2006, yang disertai ancaman degradasi. Setelah tetap tampil di divisi satu musim ini, Medan Jaya kembali merasakan pengalaman tak mengenakkan. Mereka dinyatakan walk out pada pertandingan di Stadion Teladan, 24 Mei 2007 . Insiden ini otomatis mengulang ancaman degradasi. Tidak puas dan merasa diperas, Medan Jaya membuka kasus suap di tubuh komdis PSSI. (lom/mel) ============ ========= ========= === Rabu, 06/06/2007 18:00 WIB Tudingan Suap di Komdis Menpora Jadi Alternatif PMJ Kris Fathoni W - detikSport Jakarta - Menpora bisa saja jadi alternatif bagi Penajam Medan Jaya (PMJ) jika PSSI tidak menindaklanjuti kasus isu suap Rp 100 juta yang menerpa Komisi Disiplin PSSI. Komite Eksekutif dan juga Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, memang sudah menyatakan bakal segera melakukan pembahasan mengenai tuduhan "uang panas" yang diterima Komdis PSSI dari klub PMJ. Langkah cepat PSSI tentu saja disambut baik oleh pihak PMJ. Meski begitu, langkah alternatif ternyata juga sudah disusun, yakni melaporkan kasus tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. "Kalo PSSI tidak bisa tindak lanjuti, kita akan lapor ke Menpora," tukas Sekretaris Umum PMJ, Syawal Rifai, ketika dihubungi detiksport, Rabu (6/6/2007). Akibat isu suap itu, Togar Manahan Nero telah mengajukan penonaktifan dirinya sebagai Ketua Komdis, demi melancarkan penyelidikan. Namun tindakan tersebut justru mendapat cibiran dari Syawal. "Ngapain dia nonaktif, langsung mundur saja. Sebelum terbukti, lebih baik dia langsung mundur saja." ketus Syawal. Apa itu artinya Syawal menganggap bahwa Togar memang terlibat atau setidaknya mengetahui kasus penyuapan tersebut? "Sebagai ketua dia kan penentu, pemegang palu. Dia punya kuasa, jadi pasti ada kaitannya mediasi dari Kaharuddin (Syah, yang saat itu menjabat wakil sekjen PSSI -red). "(Tapi) tidak bisa mengorbankan Togar saja. Jadi kami menunggu Kahar, dia mau omong apa, kan selama ini belum. Jangan sampai nanti dia malah buang badan," tegas Syawal. Oleh karena itu, Syawal mengaku pihaknya siap jika PSSI membutuhkan kehadirannya untuk pemeriksaan. Targetnya, "Yang menerima harus keluar. Mereka itu kuman." (krs/lom) [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
