On 6/7/07, Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau baca sejarahnya, ga ada hubungannya antara gol tunggal Platini
> dgn tragedy Heysel. Lha wong kerusuhannya terjadi 15 menit sebelum
> kick off, bahkan saat pertandingan usai & Pemain2 Juve melakukan
> victory lap dan keliling lapangan mereka gak sadar kl sudah terjadi
> tragedy besar yg membawa korban. Semua pemain baru sadar setelah
> pulang, bahkan pemain liverpool sempat kebingungan saat beberapa fans
> Juve yg marah & menangis mengelilingi bus pemain.
>
> Alkaizer
>
>
>
[rudy]
Klo menurut saya, FIFA dan UEFA ingin mengembalikan Sepakbola seperti dulu.
Sepakbola dulu lebih mengedepankan kualitas daripada popularitas. Kualitas
akan menghadirkan popularitas terhadap pemain, dan ini tidak terjadi di
Sepakbola sekarang. Mungkin klo Maradona dan Pele bermain sekarang, dia akan
kalah populer dari David Beckham....wassalam, klo itu terjadi saya akan
segera berpikir meninggalkan Sepakbola. Sekarang saja saya sudah muak,
terutama dengan Sepakbola Inggris dan media2 Inggris yang ga tau diri, ga
hebat dibilang hebat...dsb.
Sepakbola dulu pemain berkualitas pasti populer, namun sekarang sepertinya
media yang lebih berperan mengorbitkan pemain untuk menjadi populer, bukan
kualitasnya...
Langkah awal Platini sudah terlihat dari protokol penyerahan Piala di UCL
kemarin, UEFA menyerahkannya di tribun...bukan di lapangan. Penyerahan Piala
seperti ini menurut dia lebih elegan("berkualitas") dan lebih mendekatkan
tim juara dengan tifosi/penonton.
Selamat berjuang FIFA dan UEFA.
[/rudy]
--
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.
[Non-text portions of this message have been removed]