Waduh, masukan Bung Alkaizer jadi bikin mata kita makin terbuka nih soal PSSI.
AL Sujanto
Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], smith jacks <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah, ini isu besar sih seharusnya menurut saya. Buat saya yang
selalu curigaan dan merasa orang Eropa dan Anglo Saxon merendahkan
negara dunia ketiga, indikasi perbedaan perlakuan itu mesti
dipermasalahkan. Apalagi kalo lambang negara dibikin gak bagus.
Kenapa pake Nike? Pake aja produk lokal. Tantangan tuh buat produsen
garmen lokal: ada yang mau nyediain apparel buat timnas gak?
Tantangan juga buat pengurus PSSI. Bersedia pake produk lokal yang
gak mau nyogok gak? Saya pikir tulisan di kaus pendukung Arema
(CMIIW) bener juga deh: "PSSI Bangsat!"
>
> Sori ya kalo agak keras. Tapi, rasanya saya gemes ngelihat
ancurnya sepakbola Indonesia yang kerap dinaungi konspirasi
pengurus2, baik klub maupun PSSI. Kasihan pemain dan suporter.
gw pernah sekali2nya terlibat dgn penyelanggaraan event AFC di sini
yg tentunya bekerja sama dgn PSSI & pengurus klub lokal.
Wartawan2 asing yg meliput event ini semua komplain karena koneksi
internetnya leletubies waktu mereka mau kirim berita ke kantor
pusatnya.
Tau lah ya namanya wartawan khan musti kirim berita ontime dan yg
dikirim bukan email aja, tentu beserta file image yg lumayan gede2.
Pusing2 gw cek ternyata koneksinya Dial-Up dibagi ke 8 PC ...
Padahal budgetnya nyewa bandwidth dedicated leased line ke ISP dgn
dana puluhan juta ...
bener2 malu2in ....
:(
Alkaizer
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
[Non-text portions of this message have been removed]