Final NBA Catat 2 Rekor SAN ANTONIO - Dua rekor dipastikan pecah dari gelaran final NBA musim ini. Rekor tersebut adalah jumlah pemain internasional dan jumlah stasiun televisi yang meliput duel best of seven itu.
Laga San Antonio Spurs versus Cleveland Cavaliers, yang akan dimulai hari Kamis (7/6) malam waktu setempat, melibatkan sembilan pemain internasional non-Amerika Serikat. Tiga bintang utama Spurs adalah guard Prancis Tony Parker, playmaker Argentina Manu Ginobili, dan Tim Duncan. Nama terakhir memang tercatat sebagai warga negara AS, tapi ia berasal dari Kepulauan Virginia, berada di kawasan Karibia tapi masuk dalam territorial AS. Selain mereka, Spurs juga masih punya tiga legiun asing lain, yaitu Francisco Elson (Belanda), Fabricio Oberto (Argentina), dan Beno Udrih (Slovenia). Sementara itu tiga pemain asing Cavaliers adalah center Lithuania Zydrunas Ilgauskas, forward Montenegro Sasha Pavlovic, dan forward- center Brasil Anderson Vareajo. Jumlah pemain asing ini adalah yang terbanyak dalam sejarah partai final NBA, mematahkan rekor sebelumnya yang terukir di tahun 2005, ketika tujuh pemain Spurs dan Detroit Pistons tampil dalam tujuh game -- Spurs menang. Rekor kedua adalah stasiun TV yang menyiarkan langsung laga Spurs vs Cavaliers. Tercatat 128 broadcaster yang menjalin deal dengan NBA, atau 16 lebih banyak dari final tahun lalu. Siaran ini ditayangkan ke 205 negara dengan 46 bahasa. Salah satu pendatang baru di kalangan TV penyiar pertandingan tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah, yaitu ART dari Yordania. "Final NBA bukan lagi event Amerika. Sudah mendunia," kata Kepala Bidang Olahraga ART, Mustapha Tell. Parker Vs James Parker, dengan rata-rata memiliki 19,8 poin dan 6,4 assist dalam pertandingan playoff akan menikah dengan aktris Eva Longoria bulan depan. Ia kemungkinan akan mengalami lebam di tubuhnya seandainya ia mencoba menghalangi permainan James di sekitar keranjang. "Saya lebih baik menghadapi cincin yang lain (kejuaraan) dan kelihatan bersih dalam gambar (perkawinan). Itu lebih baik," kata Parker. Ginobili, yang menolong timnya meraih medali emas pada Olimpiade Athena 2004, mengatakan kekuatan dan enerji James dalam melakukan slam dunk amat menakutkan. Cavaliers mengalahkan Spurs dalam dua pertemuan mereka pada kompetisi reguler. "Bila ia berlari cepat, akan menakutkan karena ia memiliki kecepatan dan kekuatan," kata Ginobili, yang membukukan rata-rata 16,4 poin dalam tiap pertandingan playoff. Duncan adalah pemain terbaik dalam final NBA (Most Valuable Player) dalam tiga kemenangan San Antonio selama delapan tahun terakhir -- 1999, 2003 dan 2005 -- dan membuat catatan rata-rata 23,2 poin dan 11,4 rebound tahun ini ketika menepis Utah, Phoenix dan Denver. "Saya kira kami melewati jalan amat keras dibanding jalan-jalan kami sebelumnya," kata Duncan. "Tiga tim yang kami lewati benar-benar tim yang bagus. Jadi kami memang harus menyiapkan diri dengan baik." Pemain internasional lainnya dalam tim San Antonio adalah pemain dari Belanda, Francisco Elson, dari Slovenia Beno Udrih dan dari Argentina Fabricio Oberto, yang membuat angka rata-rata 5,9 poin dan 5,1 rebound dalam tiap pertandingan. Center dari Lithuania Zydrunas Ilgauskas, dengan angkat rata-rata 13,8 poin dan 9,5 rebound, merupakan pemain top bagi Cavaliers dan akan dipanggil melawan Duncan. Pemain dari Montenegro Aleksandar Pavlovic, memiliki angka rata-rata 9,0 poin dalam 30 menit tiap malam bagi Cavaliers pada pertandingan playoffs sedangkan pemain dari Brazil, Anderson Varejao, rata-rata 5,6 poin dan 6,1 rebound dalam tiap laga. "Mereka tidak akan maju ke final, demikian pula dengan kami, bila kami tidak didukung para pemain besar itu," kata pelatih Spurs Gregg Popovich. (ant, dtc-28)
