Kamis, 28 Juni 2007, Siapa yang tidak kenal legenda Brazil, Pele, dan legenda Portugal, Eusebio? Kedua pemain tersebut dianugerahi dengan skill bermain olah bola yang lengkap. Selain kemampuan menggiring bola, mereka juga dikenal dingin saat berada di kotak penalti.
Tapi, kedua pemain legendaris itu sempat frustrasi saat bertanding dalam laga uji coba melawan Timnas Indonesia. Itu terjadi karena mereka begitu kesulitan membobol gawang Timnas yang dikawal kiper nasional di era 1970-an, Ronny Pasla. Peristiwa tersebut terjadi saat Timnas Brazil yang masih diperkuat Pele bertanding dalam laga uji coba melawan Timnas Indonesia pada 1972. Dalam laga tersebut skuad Merah Putih memang harus mengakui keunggulan Tim Samba Brazil 1-2. Namun, ada sebuah momen yang membuat tak pernah dilupakan Ronny dan pemain timnas lainnya, yakni saat Ronny menahan tendangan eksekusi penalti Pele dalam pertandingan tersebut. "Saya ingat betul, saat itu satu-satunya gol Indonesia dicetak Risdianto. Saya menahan tendangan Pele, karena sudah mengira arah tendangannya," kata Ronny Pasla. Dia menambahkan, saat gagal memasukkan bola, Pele hanya menggelengkan kepala seolah tidak percaya tendangannya mampu digagalkan oleh kiper berjuluk macan tutul itu. "Saya benar-benar tidak bisa melupakan momen itu," tuturnya. Paparan yang sama diungkapkan rekan satu tim Ronny ketika itu, yakni Ipong Silalahi. Berdasarkan penuturan Ipong, sepanjang pertandingan itu beberapakali Ronny menyelamatkan gawang Indonesia dari serbuan Pele dkk. Bahkan, dia menjamin Timnas bisa kalah dalam jumlah gol yang lebih banyak jika penjaga gawangnya berbeda. Selain Pele, salah satu legenda sepak bola dunia lainnya yang sempat menjajal ketangguhan Ronny, pemain tersebut adalah Eusebio. Saat itu, tukang gedor penyerang andalan Portugal di masanya itu datang ke Indonesia bersama klubnya Benfica yang mengadakan tur ke Asia. "Eusebio memang mencetak gol ke gawang saya, tapi tentu tidak mudah," aku Ronny. Ya, dalam pertandingan tersebut, Timnas harus takluk 4-2 dari Benfica. Namun, berulangkali Ronny mampu menggagalkan peluang emas Benfica melalui kaki Eusebio. Salah satu momen yang dikenangnya adalah saat mampu menahan tendangan Eusebio yang sudah berhadapan satu lawan satu dengannya di dalam kotak penalti. Tidak heran, dengan skillnya sebagai penjaga gawang, membuat kiper terbaik Nasional Indonesia pada 1974 itu posisinya tidak tergantikan hingga pensiun di usianya yang ke-36, pada 1981. "Sulit mencari kiper yang setara dengan dia," puji Ipong Silalahi, rekan sekaligus pelatih yang pernah menangani Timnas saat Ronny masih bermain. (ham) indopos [Non-text portions of this message have been removed]
