Dulu saat gue masih kuliah di Unpar angkatan 94, gue tiap hari Minggu suka main bola di Lapangan Kavaleri Lembang. Ada 1 pemain yang terdaftar sebagai pemain Persib junior yang sering main juga di sana, namanya Donald.Donald, orang Medan ini, gue akui sebagai salah satu lawan "hebat" yang pernah gue hadapi langsung di lapangan dalam hidup gue. Gue masih inget, dia sering melewati 5 pemain beruntun, kayak maestro Argentina itu. Padahal yang dilewatinya itu adalah pemain2 kampus2 yang ada di Bandung, yang latihan rutin.
Donald adalah legenda bagiku. Entah apakah sekarang di Persib atau klub2 Indonesia ada pemain yang bernama Donald ini. Sesi ini, gue bukan mau cerita tentang Donald. Tapi gue cuma mau kasih tahu kalau di timnas Indonesia kita sebenarnya banyak sekali pemain2 hebat -yang lebih hebat daripada Donald. Buktinya Donald aja ga terkenal (gua ga pernah dengar lagi namanya skrg), padahal dia hebat. Apalagi Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, dll, pasti lebih hebat lagi. Sebagai tabloid olahraga terbesar di bumi pertiwi, BOLA telah dikenal hampir seluruh penduduk Indonesia.Apalagi beritanya 80% tentang sepakbola, olahraga terbesar di Indonesia -kata SBY ke Zidane tempo hari. Selasa ini, tim kita tercinta Indonesia akan berhadapan dengan lawan terlemah kita di Grup D: Bahrain. Karena itu Lewat milis bolaml ini, saya sebagai moderator bolaml minta dengan hormat ke Tabloid BOLA, tabloid olahraga terbesar Indonesia, untuk mensosialisasikan hal2 di bawah ini: 1. Ikut memberi penyuluhan ke panitia Piala Asia untuk mencegat semua perusak yang datang hanya untuk membuat keributan. Sita semua benda2 keras bagi semua penonton katagori tiket murah. Karena mereka2 inilah yang biasanya suka merusak atau melempar. 2. Mengajak semua panitia menyita semua atribut suporter yang mengatasnamakan klub. Ini pertandingan internasional, bukan pertandingan Persebaya. Jadi, jangan ada atribut Persebaya di sini. Ini merusak pemandangan. Orang bule akan berpikir penonton kita ini kampungan atau bego, karena ga bisa membedakan timnas dan klub. 3. Berilah dukungan yang bagus dan tidak kampungan untuk suporter yang datang stadion. Jangan hanya bisa teriak, "sikat, tembak, dll" Buatlah atribut yang keren seperti di luar negeri, seperti burung garuda yang membawa foto2 pemain Indonesia terbang tinggi. 4. Memberi masukan kepada Kolev supaya menyuntik harga diri pemain. Pemain tidak perlu takut mati karena ini masa depan mereka dan membawa nama negara. Masih muda kok takut mati? Emosi saya ikut bermain saat menyaksikan perjuangan dan suporter Vietnam di lapangan vs UAE tadi. Luar biasa mereka. BOLA terbit Selasa di tempat lain, dan Senin sore di Jakarta sudah dijual di lampu merah.Tentu semua sosialisai ini masih sempat sebelum penonton masuk ke stadion GBK. BOLA adalah tabloid besar di Indonesia, karena itu saran kalian akan didengar oleh panitia atau Nurdin Halid sekalipun. Jujur, saya ragu dengan cara kerja panitia Piala Asia cabang Jakarta ini. Kita selalu bermimpi bisa bermain di piala dunia. Selasa ini, mimpi kita menjadi kenyaataan. Kita melawan semifinalis Piala Dunia 2002 di Piala Asia, piala dunia mini. Dunia melihat kita selasa ini. Bawalah harga diri kita bersaing dengan negara lain. Alfonso Yang kadang2 menghujat timnas Indo, tapi sekaligus dahaga prestasi sepakbola kita. Mari kita bersatu cinta timnas Indonesia menggulung tim lain.
