jawapos.com

Kamis, 12 Juli 2007,
KRUSIAL 
Thailand v Oman 
BANGKOK - Tidak ada jalan lain bagi Thailand selain mengamankan tiga angka pada 
laga kedua melawan Oman sore ini (siaran langsung Global TV pukul 17.20 WIB). 
Sebab, hanya kemenanganlah yang bisa membuka peluang tuan rumah Grup A Piala 
Asia 2007 tersebut untuk lolos ke babak delapan besar. 
Tugas tim Negeri Gajah Putih itu bakal sangat berat karena rivalitas kontestan 
Grup D (Australia, Oman, Iraq, dan Thailand) begitu ketat. Keempat tim 
sama-sama mengoleksi satu poin. Mereka juga tidak akan membiarkan kehilangan 
poin di laga kedua. 
Itu sebabnya, pelatih Thailand Chanvit Polchovin mengharamkan pasukannya untuk 
menuai hasil seri. Sebab, tambahan satu poin bakal menyulitkan tugas tim Negeri 
Gajah Putih itu ke perempat final. Pada partai terakhir, Therdsak Chaiman dkk 
harus berhadapan dengan tim terkuat Grup A, Australia. 
"Pertandingan kedua ini begitu krusial. Kami harus bisa menang. Karena itu, 
kami akan bermain dengan pressure tinggi dan penuh determinasi. Kami sudah 
tekankan kepada pemain, hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan tim," tegas 
Chanvit Polchovin sebagaimana dilansir situs resmi Piala Asia. 
Chanvit pantas tertekan dengan kondisi tim besutannya. Sebab, selain lawan yang 
akan dihadapi adalah Oman, yang berhasil bikin kejutan menahan imbang Australia 
1-1 pada laga pertama, Thailand juga menghadapi kendala serius. Apa itu? 
Kubu Thailand mengeluhkan kurangnya dukungan penonton atau suporter di stadion. 
Dampaknya, lanjut Chanvit, mental dan semangat tanding Therdsak Chaiman dkk 
tidak maksimal. Padahal, untuk melakoni partai krusial, mereka sangat 
membutuhkan motivasi lebih dari publik Thailand. 
Pada laga pembuka Piala Asia di Stadion Nasional Rajamalanga, Bangkok, 7 Juli 
lalu, duel Thailand versus Iraq hanya disaksikan tidak lebih dari separo kursi 
stadion. Padahal, menjelang laga diwarnai opening ceremony yang menampilkan 
hiburan dan artis-artis Thailand.
Rendahnya animo masyarakat Thailand dalam menyaksikan Piala Asia 2007 juga 
terlihat saat tim bertabur bintang Australia bentrok kontra Oman. Stadion hanya 
terisi sekitar 5000 penonton. 
Chanvit mengaku iri melihat antusias suporter Vietnam dan Indonesia saat 
menyaksikan tim kebanggaannya bertanding. Mereka berduyun-duyun sampai antre ke 
stadion. Hasilnya, kedua tim itu berhasil memetik kemenangan pada laga perdana. 
"Kami benar-benar butuh pemain ke-12 (penonton). Saya sangat berharap mereka 
datang ke stadion, bagaimanapun kondisi cuacanya (hujan). Dukungan 60 juta 
masyarakat Thailand di depan TV itu tidak cukup bagi kami. Kami ingin mereka 
datang langsung ke Rajamalanga," pinta Chanvit Polchovin seperti dilansir 
Reuters. 
Bagaimana Oman? "Kepercayaan diri kami saat ini seperti setinggi langit. Tapi, 
kami harus tetap bermain sebaik mungkin agar bisa lolos ke babak kedua," kata 
striker Oman Younis Al Mushaifri. "Kunci untuk mengalahkan Thailand simpel 
saja. Jangan beri mereka ruang terbuka untuk mengembangkan permainan. Tuan 
rumah juga didukung puluhan ribu suporter fanatik, itu menyulitkan," kata 
Gabriel Calderon, pelatih Oman. . 
Pelatih asal Argentina ini mengungkapan jika keberhasilan menahan imbang 
Australia 1-1 membuat timnya begitu yakin bisa mengatasi Thailand. "Tiga 
pertandingan di grup ini ibarat partai final. Kami masih harus melakoni dua 
final, yaitu melawan Thailand, lalu Iraq," tegasnya. (ali) 
Perkiraan Pemain
OMAN (4-4-2) 26 Al Habsi; 2 Mohamed, 6 Issam, 4 Said, 3 Juma; 17 Hassan, 12 Al 
Mahaijri, 21 Al Mukhaini, 11 Yousuf; 20 Amad, 15 Ismail 
Cadangan: 1-Sulaiman, 22-Al Shukali, 5-Fahad, 7-Sultan, 8-Badar, 9-Hashim, 
10-Fawzi, 13-Al Ghassani, 14-Younis, 16-Al Busaifi, 18-Hamed, 19-Ahmad. 
Pelatih: Gabriel Calderon 
THAILAND (4-4-2) 18 Kosin; 2 Suree, 5 Niweat, 3-Patiparn, 6 Nattaporn; 10 
Tawan, 7 Datsakorn, 12 Nirut, 9 Therdsak; 13 Kiatisuk, 17 Sutee 
Cadangan: 1-Veera, 22-Narit, , 24-Apichate, 28-Nattapong, 16-Kiatprawut, 
20-Hattaporn, 8-Suchao, 19-Pichipong, 23-Pipat, 14-Teerathep, 21-Teerasil. 
Pelatih: Chanvit Pholchivin.
FACTS AND FIGURES
1. Oman dan Thailand hanya bertemu sekali di Piala Asia 2005 Tiongkok. Oman 
menang 
2. Oman bertengger di peringkat ke-74 FIFA, Thailand ranking ke-122
3. Prestasi tertinggi Thailand di Piala Asia adalah ranking ke-3 (1972)
4. Kemenangan terbesar Oman terjadi ketika membantai Laos 12-0 pada 30 April 
2001.
KONDISI TIM
OMAN (panah ke atas): Sukses menahan imbang Australia 1-1 di partai pembuka 
mengatrol kepercayaan diri para pemain. Seluruh piliar Oman dalam kondisi 
lengkap karena tidak ada pemain yang cedera. (*)
THAILAND (panah mendatar) : Gagal meraup poin penuh di laga pertama membuat 
Thailand tertekan. Tuan rumah Grup A itu juga terancam minim dukungan jika 
hujan kembali mengguyur Bangkok. Ditambah lagi, beberapa pilar terancam absen 
karena cedera. (*) 
Kamis, 12 Juli 2007,
Spirit Kalahkan Teknik Arab-Korsel 
JAKARTA - Hasil seri (1-1) yang dipetik dua unggulan Grup D, Korsel dan Arab 
Saudi, di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, tadi malam melambungkan posisi 
Indonesia di puncak klasemen sementara. Posisi bergengsi itu diprediksi bisa 
bertahan jika pemain Merah Putih konsisten menjaga spirit tanding seperti yang 
ditunjukkan melawan Bahrain (2-1) Rabu lalu. 
Itulah pesan yang disampaikan beberapa tokoh sepak bola nasional, termasuk 
mantan Ketua Umum PSSI dan KONI Pusat Agum Gumelar. Motivasi tinggi Ponaryo 
Astaman dkk dianggap bisa mengalahkan teknik tim-tim papan atas. "Semangat 
berani bertarung dan tak mau menyerah itulah yang harus dipertahankan Indonesia 
saat melawan Arab Saudi dan Korsel (Korea Selatan, red)," ujar Agum.
"Jika pemain-pemain Indonesia mampu menjaga mentalitas bertanding, mereka pasti 
akan mampu melewati hadangan Arab Saudi dan Korsel," timpal Benny Dollo 
(Bendol), pelatih Persita Tangerang. Bendol berharap pemain Indonesia tidak 
jumawa dengan kemenangan. "Pemain jangan puas dulu. Sebab, pertarungan 
sesungguhnya adalah melawan Arab Saudi dan Korsel, sekaligus jalan Indonesia 
merengkuh prestasi lebih baik di Piala Asia 2007," seru Bendol.
Di sisi lain, panitia penyelenggara tak ingin kecolongan soal distribusi tiket 
yang sempat kacau karena ulah calo Rabu lalu. Mereka memutuskan untuk menjual 
tiket lebih awal, terutama untuk pertandingan Indonesia versus Arab Saudi Sabtu 
depan. Penjualan digelar di dua tempat, di sekitar pintu masuk PSSI dan pintu 
masuk Jl. Asia Afrika. "Tiket boks dibuka mulai pukul 10.00 WIB. Itu antisipasi 
untuk menghindari kericuhan lagi," Wakil Ketua Bidang Ticketing LOC Indonesia 
Alex Iskandarsyah.
Panita juga berencana menambah jumlah loket tiket di sekitar GBK pada hari H. 
"Kami akan mendirikan sejumlah loket tiket darurat di sekitar stadion. 
Jumlahnya mungkin antara 10 sampai 20 loket," tambah Ketua LOC Indonesia, 
Nugraha Besoes di Skretariat PSSI, kemarin.
Loket darurat akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 15 menit babak pertama 
dimulai. "Ketentuan ini akan berlaku saat pertandingan Indonesia lawan Arab," 
tambahnya. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan layar lebar di luar GBK untuk 
penonton yang tidak kebagian tiket. (fim/ado/dio/dio/fim/cr-3) 
Kamis, 12 Juli 2007,
Menanti Kejutan Kedua
Qatar v Vietnam 
HANOI - Tak ada yang menduga Vietnam yang diposisikan sebagai underdog Grup B 
Piala Asia 2007 mampu menekuk juara Piala Teluk Uni Emirat Arab (UEA) 2-0 pada 
laga perdana pekan lalu. Nah, menjelang laga kedua melawan Qatar malam ini 
(siaran langsung Global TV/Star Sports pukul 19.35 WIB), tuan rumah Grup B itu 
juga diposisikan lemah.
Bursa taruhan Asian Handicap mengunggulkan juara Asian Games tersebut ketimbang 
Vietnam. Mampukah Le Cong Vinh dkk memutarbalikkan prediksi itu? Alfred Riedl, 
pelatih Vietnam, optimistis dengan peluang timnya untuk memetik angka. Dia 
memiliki banyak skenario untuk meladeni pemain-pemain dari Jazirah Arab itu. 
"Kami akan berjuang keras mengulang hasil melawan UEA. Tapi jujur saja, ketika 
kami menghadapi tim tim dari kawasan Arab, kami selalu kesulitan karena postur 
pemain. Faktanya, ada 8-9 pemain lawan lebih tinggi badannya. Ini sangat 
berbahaya ketika mereka mendapatkan freek kick atau tendangan penjuru," 
katanya. 
Lantas? Riedl pun akan memakai formasi penjagaan man-to-man untuk meredam 
lawan. "Saya tidak mungkin bisa membuat pemain saya jadi lebih tinggi untuk 
menyaingi mereka," gurau Riedl sebagaimana dilansir AFP.Tidak hanya taktik, 
spirit dan motivasi tanding dari suporter Vietnam dianggap bisa menjadi solusi 
untuk mengalahkan postur tinggi lawan.
"Kami yakin bisa membuat kejutan lagi," koarnya. Riedl berandai, jika para 
pemainnya punya postur 10 cm lebih tinggi, Vietnam akan bisa bersaing di Piala 
Dunia. "Tapi, bagaimana caranya membuat mereka jadi lebih tinggi?" guraunya. 
Pelatih Qatar, Dzemaludin Musovic, mengakui tidak ada tim yang lemah di Grup B. 
Kekuatannya sama, termasuk Vietnam yang semula dianggap tim pupuk bawang. 
"Pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim. Kedua tim sama-sama 
berkualitas. Kami tidak tahu bagaimana hasil akhir nanti. Yang pasti, kedua tim 
bakal all-out mencari kemenangan untuk membuka peluang lolos ke babak kedua," 
kata Dzemaludin Musovic. 
Musovic mengaku beruntung pasukannya tidak langsung bertemu Vietnam di laga 
pertama. "Setidaknya, saya bisa mempelajari bagaimana cara bermain Vietnam saat 
melawan UEA. Sekarang, kami tahu celah mana saja yang bisa kami maksimalkan 
untuk mengalahkan mereka," paparnya. (ali)
Kamis, 12 Juli 2007,
Cedera Pilar Pusingkan Thailand
Jalan Thailand ke babak kedua semakin terjal. Tuan rumah Grup A itu dililit 
masalah serius. Selain minimnya dukungan dari publik sendiri, pemilik gelar 
Piala Tiger/AFF empat kali itu dihantam problem cedera. Sederet pemain pilarnya 
terancam absen. 
Defender Jetsada Jitsawad, duo striker Teerasil Dangda dan Pipat Tonkanya 
diragukan tampil sore ini. Kemarin, Jetsada tidak terlihat berlatih bersama 
tim. Bek tengah asal klub Tobacco Monopoly ini harus menjalani perawatan 
intensif karena otot pahanya cedera. 
"Kami harus mencari pengganti. Tapi, kami tidak punya pemain sebagus dia di bek 
tengah. Stok kami terbatas," kata Chanvit Polchovin, pelatih Thailand seperti 
dilansir AFP. Patiparn Phetphun atau pemain debutan Kiatprawut Saiwaew 
kemungkinan akan dimaksimalkan.
Tidak fitnya kondisi fisik dua penyerang Teerasil Dangda dan Pipat Tonkanya 
juga membuat Chanvit pusing. "Mereka mengalami cedera engkel. Ini benar-benar 
situasi sulit," keluhnya. Chanvit kemungkinan menurunkan pemain muda Teerathep 
Winothai sebagai starter. 
Pemain yang pernah berlatih bersama klub Inggris Crystal Palace dan Everton ini 
dinilai menjanjikan."Kecepatan adalah senjata utama Teerathep. Tapi, semua saya 
rasa masih memungkinkan," beber Chanvit. (ali) 

 
 
Kamis, 12 Juli 2007,
Fokus Redam Anak-Anak Gurun
JAKARTA - Skuad Indonesia harus menghentikan sejenak euforia kemenangan 2-1 
atas Bahrain. Sudah saatnya kemenangan itu disimpan dalam catatan sejarah sepak 
bola nasional. Kini waktunya Ponaryo Astaman dkk konsentrasi menghadapi tugas 
yang sudah menunggu di depan mata. Yakni tugas untuk meredam sekaligus 
menggulingkan raksasa sepak bola Asia, Arab Saudi dalam duel yang berlangsung 
Sabtu mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Kami tidak boleh berpuas diri hanya sampai di sini. Kami harus berdoa dan 
bekerja lebih keras lagi. Sebab, lawan yang akan kami hadapi adalah Arab Saudi. 
Seperti yang semua orang ketahui Arab Saudi jauh lebih kuat dibanding Bahrain," 
ujar Budi Sudarsono, salah satu pencetak gol Indonesia ke gawang Bahrain.
Melawan pasukan berjuluk Anak-Anak Gurun itu memang tidak semudah menghadapi 
Bahrain. Sebab, secara kualitas individu dan tim, Arab Saudi jauh lebih bagus 
dibanding Bahrain. Dari sisi prestasi, Arab Saudi juga jauh lebih mapan 
daripada Bahrain.
Parameternya adalah tiga gelar juara Piala Asia yang sudah digenggam Arab 
Saudi. Tim yang kini ditukangi Helio dos Anjos itu juga selalu mampu 
menempatkan diri sebagai duta Asia diperhelatan Piala Dunia. Sedangkan Bahrain 
belum pernah sekalipun mencicipi arena Piala Dunia. Keikutsertaan mereka di 
putaran final Piala Asia juga baru dua kali. Tahun 2004 dan perhelatan musim 
ini.
"Jarak ke pertandingan berikutnya dan masa recovery kami juga sangat pendek. 
Untuk itu, kami harus kembali konsentrasi. Anak-anak pun harus segara 
dipulihkan kondisi fisiknya," tutur Ivan Venkov Kolev, pelatih Indonesia.
"Kami kan tidak bisa membuat pendek postur pemain Arab Saudi. Jadi, kami harus 
konsetrasi membangun kekuatan kami sendiri. Selain secepatnya memulihkan 
kondisi para pemain dan juga akan mendiskusikan strategi besok (hari ini, 
Red)," urai pelatih asal Bulgaria itu.
Karena itu, Kolev pun tak memberikan waktu libur kepada anak didiknya. Mereka 
tetap dibiasakan dalam atmosfer kompetisi. Semua punggawa Indonesia tetap 
diberi porsi latihan kemarin. Untuk para pemain yang merumput saat melawan 
Bahrain, porsi latihannya memang tak terlalu berat. Mereka hanya diharuskan 
melahap menu latihan renang. Sedang pemain-pemain yang tidak bermain saat 
menghadapi Bahrain, digenjot latihan fitness serta teknik.
"Khusus untuk pemain yang tampil melawan Bahrain, menu latihan mereka tidak 
berat agar proses pemulihan kondisinya lebih cepat. Semoga kondisi mereka 
segera pulih. Sebab, siap tidak siap, kami tetap harus bertanding melawan Arab 
Saudi," kata Kolev. (fim/ady)
  
Kamis, 12 Juli 2007,
Mahyadi-Ponaryo Terancam Absen 
Jelang bertempur di Piala Asia 2007, Indonesia dihantam badai hebat bernama 
cedera. Karena badai itu, beberapa nama yang diharapkan kontribusinya di Piala 
Asia terpaksa ditinggalkan oleh Ivan Venkov Kolev. Mereka yang harus mengubur 
mimpinya untuk berlaga di pentas sepak bola antara bangsa-bangsa Asia itu sebut 
saja seperti Boaz Solossa, Firmansyah, dan Rahmat Rivai.
Khusus tereliminasinya Firmansyah dan Rahmat Rivai di detik-detik akhir, skuad 
Indonesia berharap itu menjadi episode terakhir. Tapi, harapan itu kini tinggal 
harapan. Sebab, salah satu pilar Merah Putih saat ini juga harus memendam 
ambisinya untuk terus mencicipi pertandingan di Piala Asia 2007.
Pemain yang terpaksa gagal meneruskan kiprahnya tersebut adalah Mahyadi 
Panggabean. Pemain PSMS Medan itu saat ini dibelit cedera yang sangat serius. 
Mahyadi mengalami cedera ligamen luar engkel kaki kirinya. "Cedera itu cukup 
parah. Kemungkinan Mahyadi tidak akan bisa main sampai Piala Asia 2007 
berakhir. Saat ini Mahyadi kesulitan untuk berjalan kaki. Jika dibuat jalan, 
dia merasakan sakit," ungkap Zaini Saragih, dokter Timnas Indonesia, kemarin.
Cedera ligamen luar engkel kaki kiri itu didapatkan Mahyadi saat menghadapi 
Bahrain Selasa lalu. Akibat cedera itu, gelandang berusia 25 tahun tersebut pun 
tidak dapat melanjutkan pertandingan. Mahyadi harus ditarik keluar lapangan dan 
digantikan oleh Eka Ramdani pada menit ke-31.
Mahyadi bukan satu-satu anggota Tim Merah Putih yang kini didera cedera. Kapten 
Indonesia Ponaryo Astaman juga mengalami masalah serupa. Ponaryo mengalami 
cedera pada punggung kaki kanannya. "Ini cedera lama. Saya belum bisa 
memastikan apakah saya bisa main lawan Arab Saudi nanti. Sebab, untuk saat ini 
saya hanya bisa lari, tapi belum bisa menendang bola," aku Ponaryo. "Mahyadi 
dan Ponaryo dalam dua hari ini akan kami evaluasi terus. Semoga ada 
perkembangan bagus dengan kondisi mereka," sambung Zaini Saragih.
Bagaimana reaksi Kolev? Vonis itu membuat pelatih asal Bulgaria tersebut tak 
bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meski begitu, Kolev mencoba bersikap tegar 
menghadapi cobaan tersebut. "Kami tidak perlu terlalu khawatir. Dua pemain (Eka 
Ramdani dan Syamsul Chaeruddin, Red) yang menggantikan keduanya saat lawan 
Bahrain lalu bermain cukup baik. Secara kualitas mereka sama levelnya," papar 
Kolev. (fim/ady)
 
 Kamis, 12 Juli 2007,
Yakin Bisa Adaptasi
Australia Jelang Lawan Iraq Besok
BANGKOK - Saat ditahan imbang Oman 1-1 di laga pertama, Australia berkilah 
bahwa perbedaan iklim yang mencoloklah yang menyebebkan Mark Viduka dkk gagal 
memeragakan performa terbaik. Stamina pemain Australia cepat terkuras ketika 
harus bermain dalam cuaca panas. Sebab mereka terbiasa bermain di hawa dingin. 
Namun, tim medis Socceroos (julukan Australia) menegaskan bahwa di laga 
berikutnya penampilan Australia dipastikan akan jauh lebih fit. Jeff Steinweg, 
kepala tim medis Federasi Sepak Bola Australia mengaskan bahwa latihan yang 
dijalani para pemain dengan sendirinya akan membuat mereka beradaptasi. 
"Di laga perdana, kebugaran pemain terganggu karena mereka sebelumnya terbiasa 
bermain di Eropa yang dingin. Mereka memang sudah menjalani latihan berat di 
Singapura . Tapi saya rasa itu kurang maksimal. Mereka butuh latihan lebih 
keras lagi agar bisa beradaptasi," cetusnya. 
Steinweg yang diberi tugas khusus mendampingi skuad Socceroos menyatakan bahwa 
meski tampak begitu kelelahan usai menghadapi Oman di laga pertama, para pemain 
Australia saat ini dalam konsisi sehat dan tidak masalah. "Kami sudah menguji 
lewat tes urin dan keringat. Kami juga langsung mengatasi dehidrasi yang 
dialami pemain dengan memberi cairan khusus," bebernya. 
Steinweg mengungkapkan, pelatih Australia Graham Arnold telah memperkirakan 
bahwa saat ini kebugaran pasukannya baru mencapai 75 persen setelah melakoni 
partai pertama. Tapi kondisi ini diharapkan terus membaik menjelang 
pertandingan melawan Iraq besok petang. "Latihan akan membuat pemain cepat 
beradaptasi dan fit," tegasnya. 
Meski mengatakan tidak ada masalah yang perlu dikawatirkan, Steinweg 
membenarkan jika ada beberapa pemain Australia yang sampai kehilangan berat 
bedannya beberapa kilogram setelah berlatih keras di Asia. Salah satunya adalah 
gelandang Vince Grella yang di laga pertama harus diganti karena terlihat 
begitu kelelahan. 
Kiper Mark Schwarzer juga mengaku berat badannya turun hingga tiga kilogram 
setelah mengikuti program training camp menyongsong Piala Asia. "Saya 
kehilangan tiga kilogram ketika menjalani program persiapan. Pemain lain saya 
rasa juga sama. Berat badan mereka turun antara dua hingga tiga kilogram saat 
menjalani latihan. Bisa dibayangkan betapa tersiksanya kami," cetus kiper 
Middlesbrough ini. (ali)
Kamis, 12 Juli 2007,
Jelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring (2-Habis)
Suka Tak Suka, Inilah Peluang Terbesar Honda
Sirkuit Sachsenring merupakan yang terpendek dan paling berliku di kalender 
MotoGP. Karena itu, Grand Prix Jerman akhir pekan ini memberi kesempatan 
terbesar bagi Honda untuk mengakhiri paceklik kemenangan.
Ulasan Azrul Ananda
Grand Prix Jerman hampir selalu menawarkan persaingan superseru. Karakter 
sirkuit yang pendek dan berliku membuat persaingan menjadi lebih seimbang, 
membuat para pembalap kesulitan menjauh dari yang lain.
Lomba tahun lalu mungkin merupakan salah satu yang paling seru dalam sejarah. 
Saking serunya, perbedaan juara lomba dengan pembalap di urutan empat hanya 
terpaut 0,307 detik, terketat dalam sejarah.
Valentino Rossi finis 0,145 detik di depan Marco Melandri, 0,266 detik di depan 
Nicky Hayden, dan 0,307 detik di depan Dani Pedrosa. Ingat, satu kedipan mata 
memakan waktu sekitar 0,2 detik. Berarti, dalam waktu hanya sekitar satu 
kedipan, empat pembalap itu melintasi garis finis!
Tahun ini, Valentino Rossi kembali menjadi unggulan. Berdasarkan sembilan lomba 
yang sudah beralu tahun ini, motor Yamaha M1 semestinya sangat cocok dengan 
Sachsenring. Ditambah dengan skill Rossi yang tak tertandingi, sulit 
membayangkan ada orang lain yang menang.
Termasuk kemenangan tahun lalu, Rossi sendiri sudah memenangi lomba ini dua 
kali berturut-turut, tiga kali dalam lima tahun terakhir.
Sementara Rossi kembali jadi unggulan, calon penantang utamanya mungkin 
bukanlah Casey Stoner dan Ducati Desmosedici GP7, pemenang lima dari sembilan 
lomba 2007.
Di Sachsenring yang berliku, mesin Ducati yang perkasa bakal seperti dicekik. 
Bukan hanya itu, kelincahan menikung Ducati juga bakal dipertanyakan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sirkuit ini selalu menjadi momok bagi 
Bridgestone, supplier ban Ducati. Mereka tak kunjung menemukan campuran yang 
pas untuk menaklukkan sirkuit tersebut. Selain berliku, Sachsenring juga 
didominasi tikungan ke kiri. Sepuluh dari 14 tikungan di sana adalah ke kiri. 
Jadi, beban sisi ban kiri dan kanan sangatlah ekstrem perbedaannya.
Karena Bridgestone belum tentu mampu mengimbangi Michelin, maka Rizla Suzuki 
dan Kawasaki juga belum tentu mampu mengganggu Rossi akhir pekan ini.
Kali ini, calon pengganggu utama itu adalah Honda. Khususnya Repsol Honda, yang 
seperti Fiat Yamaha juga memakai ban Michelin. Bahkan mungkin, GP Jerman ini 
memberi peluang terbesar bagi Repsol Honda untuk menang tahun ini. Tim itu 
sekarang sedang mengalami paceklik panjang, tak pernah menang sejak pertengahan 
2006 lalu.
Selain memakai Michelin, motor Honda RC212V seharusnya memang lahir untuk 
Sachsenring. Berkali-kali sudah diingatkan, motor itu merupakan yang terkecil 
di barisan MotoGP 2007. Jadi, kelincahannya tak perlu diragukan. Soal power 
Honda memang lemah tahun ini. Tapi Sachsenring tidak terlalu menuntut top 
speed, sehingga kelemahan itu tak akan terlalu terlihat.
Dan kali ini, Repsol Honda tak hanya menggantungkan harapan pada Dani Pedrosa. 
Nicky Hayden juga punya kesempatan besar meraih kemenangan. Sebagai pembalap 
Amerika, dia sangat terbiasa dengan sirkuit oval yang selalu menikunng panjang 
ke kiri. Jadi, Sachsenring merupakan makanan empuk sang juara dunia 2006. Tak 
heran bila dia selalu naik podium dalam tiga GP Jerman terakhir.
"Sachsenring selalu menjadi sirkuit baik untuk saya. Berliku, pendek, dan 
sedikit bergelombang, tapi saya sangat menyukainya," kata pembalap asal 
Kentucky tersebut.
Kalau Pedrosa sebenarnya kurang menyukai sirkuit ini. Tapi, mau tak mau dia 
harus menguasainya akhir pekan ini, karena inilah kesempatan terbesarnya untuk 
mengakhiri paceklik. "Ini bukan sirkuit favorit saya. Tapi saya tahu di sini 
saya bisa meraih hasil baik, dan saya tak sabar meraih hasil baik itu akhir 
pekan ini," tegasnya. (*)
Grand Prix Jerman
Sirkuit Sachsenring
Panjang lintasan: 3,671 km
Panjang trek lurus: 780 meter
Jumlah tikungan: 14 (10 ke kiri, 4 ke kanan)
Pemenang sebelumnya:
2006 - Valentino Rossi (Yamaha)
2005 - Valentino Rossi (Yamaha)
2004 - Max Biaggi (Honda)
2003 - Sete Gibernau (Honda)
2002 - Valentino Rossi (Honda)

 
 
Kamis, 12 Juli 2007,
Lewati Ujian Pertama
2 Iran v Uzbekistan 1
KUALA LUMPUR - Reputasi Iran sebagai tim yang ditakuti dari Timur Tengah masih 
terjaga. Dalam laga awal melawan kontestan Grup C Uzbekistan di Stadion Bukit 
Jalil, Kuala Lumpur, tadi malam, tim yang diarsiteki Amir Ghalenoei itu mampu 
melewati ujian perdana dengan kemenangan tipis 2-1 (0-1).
Iran yang tengah membidik gelar keempat itu sempat dikejutkan oleh gol bunuh 
diri yang dilakukan pemain belakangnya yang bermain di Livorno, Rahman Rezaei, 
ketika pertandingan sudah berlangsung 16 menit. Bermaksud membuang bola ketika 
berduel dengan salah satu penyerang Uzbekistan, bola justru mengarah ke gawang 
sendiri.
Beruntung defender Seyed Jalal Hosseini berhasil menyamakan kedudukan pada 
menit ke-55. Kemudian, kemenangan Iran ditentukan oleh striker pengganti Javad 
Kazemian melalui gol pada menit ke-78. Meski ternoda akibat diusirnya pelatih 
Ghalenoei yang temperamental karena melempar botol air, keberhasilan Iran 
menekuk Uzbekistan menjadi modal penting saat melawan tim kuat Tiongkok, Minggu 
(15/7) nanti.
Tiongkok yang menjadi runner up Piala Asia 2004 itu nangkring sebagai pemimpin 
klasemen sementara Grup C setelah menggelontor tim tuan rumah Malaysia 5-1, 
Selasa lalu. Sedangkan Iran membayangi di posisi kedua karena agregat gol kalah 
produktif dari Tiongkok. Iran sendiri baru dijadwalkan bertemu Malaysia pada 
Rabu (18/7) nanti.
"Kemarahan itu sebenarnya saya lampiaskan kepada salah satu pemain saya. Karena 
begitu mudahnya dia kehilangan bola. Tapi, wasit justru berpikir lain. Dia 
menganggap kemarahan saya sebagai protes yang berlebihan," dalih Ghalenoei 
sebagaimana dilansir AFP.
"Itu gak masalah. Yang penting kami diberikan kemenangan Tuhan pada laga 
pertama. Karena kami tak begitu tahu permainan Uzbekistan. Ketika mereka unggul 
di babak pertama, kami merasakan ketegangan yang luar biasa," imbuh Ghalenoei.
Sementara pelatih Uzbekistan Rauf Inileyev menilai banyak orang timnya takut 
kepada Iran, tak terbukti. Meski kalah tipis, pasukannya sudah membuktikan 
perlawanan sengit dengan banyaknya peluang yang tercipta hingga memimpin lebih 
dulu.
"Iran merupakan tim yang sangat berpengalaman di Piala Asia. Tapi, kami juga 
punya kans memenangkan pertandingan. Jika pada babak kedua pemain kami tampil 
kurang bagus, beda dengan di babak pertama. Sayang kami kalah," kilah Inileyev. 
(sep)


       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  


HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke