ada beberapa hal yang gw cermati saat pertandingan Indonesia - Arab Saudi 
berlangsung sabtu malam
  seharusnya, Indonesia bisa memenangkan pertandingan ini, gw lihat performance 
pemain kita cukup bagus meski masih ada kekurangan disana-sini
   
  1. Penunjukan wasit yang salah dr AFC (FIFAnya Asia) sebetulnya tidak perlu 
terjadi, jika jelas2 yang bertanding Arab Saudi, kenapa wasit yang memimpin bs 
dari Uni Emirates Arab? buat gw ini sungguh konyol. kapa tidak ditunjuk wasit 
dari negara yang netral? India, China or Jepang? 
  Selama 1 babak (pertama) Indonesia sangat dirugikan dengan kepemimpinan wasit 
tersebut, bahkan sebanyak 6 kartu kuning dihadiahkan kepada pemain kita, ini 
jelas merugikan di pertandingan selanjutnya (lwn Korea)
  Namun, sepertinya, disaat turun minum rehat 15" dia mungkin memperoleh protes 
dari pihak kita, karena babak yang kedua kerja dia lebih mendingan.
   
  2. Finishing touch dari serangan tim Merah Putih yang tidak sempurna, 
sehingga beberapa peluang emas yang harusnya bisa membawa timnas menang, selalu 
gagal.. (entah karena tendangan dilakukan dgn gugup/gak tenang atau terburu2) 
semoga hal ini bisa menjadi masukan bagi pelatih Ivan Koleg yang semalem sempat 
berang dengan wasit yang tidak profesional itu!
   
  3. Ridwan (no.2) sering nge-shoot sendiri bola ke gawang, padahal sepakbola 
kan kerja tim 11 orang, knp gak dimatengin aja dulu posisi bola tersebut baru 
di tembak dengan perhitungan matang seperti hasil gol balesan Indonesia ke 
gawang Arab.
   
  4. Kekalahan 2-1 adalah prestasi terbagus selama sejarah pertemuan Indonesia 
dengan Arab Saudi. So, Indonesia, TETAP SEMANGAAATTTT!!!!! 
   
   
  larasati
  http://larasatilarepati.blogs.friendster.com/
  

Duddy Heryudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          detikBola : situs warta era digital

Sebuah Tanda Cinta Buat Timnas
Doni Wahyudi - detikSport 

Jakarta - GBK mendadak senyap saat Arab Saudi mencetak gol kedua. Tapi sesaat 
berselang tepuk tangan langsung terdengar, yel-yel kembali membahana. Inilah 
tanda cinta buat timnas.

Gelora Bung Karno, Sabtu (14/7/2007), mempertunjukkan sebuah pemandangan yang 
mungkin tak pernah dilihat sebelumnya dalam belasan tahun terakhir. Sebuah 
situasi yang membangkitkan bulu kuduk karena merinding menyaksikannya.

Tak ada ruang kosong tersisa di tribun penonton saat wasit Ali Al Badwawi 
meniup peluit tanda pertandingan Indonesia vs Arab Saudi dimulai. Yang terlihat 
hanya warna merah, yang terdengar hanya satu: Indonesia.

Kemenangan 2-1 atas Bahrain di laga pertama tak pelak mengundang lebih banyak 
penggila bola datang ke GBK demi menyaksikan laga kedua. Ditambah pertandingan 
digelar di akhir pekan, ratusan ribu orang datang menyerbu Senayan -- walaupun 
hanya sekitar 88 ribu yang bisa masuk sesuai distribusi tiket dari AFC.

Di atas lapangan, perjuangan Bambang Pamungkas cs membayar pengorbanan fans 
setianya. Pantang menyerah, determinasi tinggi dan fighting spirit membuat Arab 
Saudi kerepotan dibuatnya.

Sayang seribu sayang. Tinggal beberapa detik sebelum pertandingan usai, tim 
tamu mencetak gol keduanya. Indonesia pun kalah 2-1.

Pertandingan memasuki menit 93 saat GBK mendadak senyap, gol tandukan Saat Al 
Harthi membungkam puluhan ribu suporter beratribut merah-putih. "S***t!!", 
umpatan pelan reporter bule yang duduk bersebelahan dengan detiksport di tribun 
penonton terasa begitu nyaring.

Tapi dalam hitungan detik GBK kembali bergemuruh. Tepuk tangan terdengar 
membahana, yel-yel pembakar semangat kembali berkumandang, juga lengkingan 
terompet yang terdengar satu-dua. Tak peduli timnya tertinggal dengan sisa 
waktu yangs sangat sedikit, dukungan tak berhenti mengalir.

Koor masal itu tak berhenti bahkan setelah peluit panjang ditiupkan wasit dan 
papan skor menunjuk angka 2-1 buat Arab Saudi. Suporter terus memberikan tepuk 
tangan panjang buat tim kesayangannya yang telah tampil membanggakan.

Kecewa sudah pasti. Tapi pendukung Merah Putih tak mau melihat pemain 
kebanggaannya merasakan duka mendalam. Sebuah bentuk kecintaan ditunjukkan fans 
merah putih dengan terus memberi tepuk tangan panjang hingga beberapa menit 
usai pertandingan.

Tak cukup sampai di situ, ratusan suporter dengan setia menunggu timnas keluar 
dari area GBK. Lagi-lagi sebuah bukti kecintaan pada timnas ditunjukkan dengan 
membentuk formasi guard of honour seadanya yang mengiringi kepergian bis yang 
ditumpangi pemain -- juga sambil memberi tepuk tangan. 

Sayang, romantisme pasukan Ivan Kolev dengan suporter setianya tidak happy 
ending kali ini. Tapi selama rasa cinta terus ditunjukkan para suporter, segala 
hambatan berpeluang diatasi bersama. Bukankah cinta bisa mengalahkan segalanya? 

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke