Piala Asia 2007 www.zonabola.com - Senin, 16 Jul 2007, 10:04 AFC Mengakui Wasit Berat Sebelah
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengakui wasit Ali al-Badwawi (Uni Emirat Arab/UEA) yang memimpin pertandingan Indonesia vs Arab Saudi, Sabtu (14/7) lalu, berat sebelah. Pengakuan tersebut disampaikan Sekjen AFC Dato' Paul Mony Samuel menanggapi aksi demo yang dilakukan ratusan suporter Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (15/7/2007). "Di sini, wasit yang terpilih AFC merupakan pengadil terbaik yang dimiliki Asia, dimana mereka dituntut bersikap fair.Tapi, itu (sikap fair) memang tak terlihat dalam pertandingan (Indonesia vs Arab Saudi) dan terlihat berat sebelah," ujar Paul kepada wartawan seusai menerima perwakilan demonstran. Pria asal Malaysia itu berjanji akan memberi perhatian khusus mengenai penentuan wasit pada pertandingan selanjutnya. "Kami akan merespons keluhan ini agar tak terjadi kesalahan lagi ke depan," lanjut Paul. Sebelumnya, sejumlah pihak mempertanyakan kepemimpinan wasit Ali al- Badwawi pada pertandingan yang dimenangkan Arab Saudi dengan skor 2-1 itu. Ali beberapa kali melakukan keputusan kontroversial karena begitu gampang mengganjar kartu kuning kepada pemain Indonesia. Sebaliknya, dia sangat jarang memberi kartu kuning untuk pemain Arab Saudi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyaksikan langsung pertandingan ini bersama puluhan ribu suporter Indonesia, juga merasa kecewa dengan wasit Ali al-Badwawi yang dinilai berat sebelah. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengaku telah menyampaikan keberatan dengan keputusan AFC yang memilih Ali sebagai pengadil dalam pertandingan Indonesia kontra Arab. Menurut Nurdin, secara psikologis ikatan emosional akan mengalahkan sikap netral yang harus dijunjung tinggi seorang wasit. Orang nomor satu di otoritas tertinggi sepak bola Tanah Air ini mempertanyakan kenapa AFC tidak memilih wasit asal Jepang, China,atau Australia yang tak memiliki ikatan emosional. "Meski dia (Ali) bertindak fair, tapi mereka tetap dari satu kawasan, yakni Arab," kata Nurdin. Karena itu, Nurdin memerintahkan Ketua Bidang Luar Negeri PSSI Dali Taher untuk mengusut tuntas masalah ini ke AFC. Dia juga telah menyiapkan rekaman video yang akan menjadi bukti bagaimana Ali telah menyakiti hati 90.000 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. "Saya berharap dia (Dali) bisa mengurus ini karena dia salah satu anggota ex officio AFC. Selain itu, saya telah memiliki bukti kuat mengenai hal itu," katanya. Nurdin menjelaskan, dalam rekaman video tersebut ada 10 poin yang bisa memperkuat dugaan Ali selalu bersikap menguntungkan tim Arab asuhan Helio dos Anjos. Salah satunya adalah ketika penyerang Budi Sudarsono ditekel pemain Arab, namun wasit Ali tidak mengambil tindakan apa pun. Sebaliknya, lanjut Nurdin, ketika pemain Indonesia melakukan sedikit kesalahan, langsung dia menjatuhkan kartu.Tak heran bila akhirnya pasukan Merah Putih mendapat lima kartu kuning, sedangkan Arab Saudi hanya satu kartu. Koordinator lapangan (korlap) Gabungan Suporter Indonesia Danang Ismartani sangat menyayangkan keputusan AFC memilih wasit yang ada ikatan emosional dengan salah satu tim. Apalagi, menurutnya, AFC selalu menyalahkan tindakan yang telah dilakukan panitia lokal. "Saya memang kesal karena mereka kurang sigap menentukan pilihan. Tapi, bersyukur semua tuntutan kami dipenuhi," kata Danang, kemarin. Dalam demo, gabungan suporter Indonesia -Jakmania, Slemania, dan Maczman– mendatangi Hotel Ritz Carlton dengan mengusung spanduk bernada protes terhadap wasit dan AFC. Massa berencana menduduki hotel tempat menginap perwakilan AFC itu sampai ada pihak yang berwenang memberi penjelasan. Penulis: [SI]
