Saya kurang mengerti tentang mekanisme perjanjian kontrak atau
bagaimana pembelian kontrak suatu siaran sepakbola oleh suatu televisi
terutama di Indonesia.

Namun, melihat kasus Liga Inggris 2007/2008, saya melihat mulai adanya
politik monopoli oleh salah satu pihak pemegang hak siar. Jika siaran
tersebut masih bisa ditonton secara gratis oleh semua pecinta
sepakbola di tanah air seperti selama ini, mungkin hal tersebut tidak
akan menjadi masalah.

Namun kenyataannya sekarang pecinta sepakbola di tanah air harus
berlangganan TV Kabel yang hanya sebagian kecil penduduk Indonesia
yang dapat melakukannya. Saya mohon kepada pihak media televisi
terutama kepada yang sudah sering berlangganan menyiarkan siaran
sepakbola untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi.

Jangan biarkan monopoli siaran yang setahu saya adalah untuk menaikkan
jumlah pelanggan suatu televisi terjadi dalam sepakbola. Hal tersebut
akan mengurangi dan bisa saja mulai mematikan inspirasi sepakbola di
tanah air.

Saya harap perihal ini diketahui pula oleh para pengatur sepakbola di
Indonesia dalam hal ini PSSI karena hal ini bukan hanya urusan
menonton tetapi juga untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak di
tanah air pecinta sepakbola yang bisa saja seharusnya menjadi pemegang
tongkat estafet generasi sepakbola Indonesia.

Saya ucapkan terima kasih jika halnya pendapat saya ini menjadi
pertimbangan semua orang pecinta sepakbola.

Forza Sepakbola Indonesia.

Best regards,



Kirim email ke