--- In [email protected], <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Di awal-awal Yes cukup bagus. Makin ke sini dia makin gak balance,
mungkin karena dia itu selalu megang (taruhan untuk) salah satu dari
klub yg bertanding. Jadi dia nggak bisa nahan rasa dislike dia ke
salah satu klub. Sungguh tidak professional kalo memang seperti itu.
> 
> Kalo ada event besar, tulisan yg paling gw tunggu adalah dari Bung
Sindhunata. Nulis bola dari sudut pandang lain dan hal-hal yg
ditonjolkan seringnya diluar yg selama ini kita kenal. Contohnya dari
sisi dewa-dewi Yunani, dari sisi antropologi, dari sisi ekonomi tapi
ekonomi bercanda (tidak serius), dll... jadi kita sejenak membicarakan
bola tapi dengan meninggalkan sepakbola itu sendiri. Tapi sepertinya
beliau jarang nongol kalo hanya event kecil-kecilan, simpan amunisi u
event besarkah? Hehehe, bisa jadi, tulisannya jadi lebih mutu. Nggak
kayak Yes, atau Ronny Pati, dll. Untuk Sindhu, gw dah baca tulisan dia
dari lebih 20 tahun lalu, 80-an, saat Bola masih bisa dihitung jari
tahun lepasnya dari Kompas.
> 
> Untuk generasi baru mungkin di Kompas Anton Sanjoyo sudah lumayan,
jelas tidak seburuk Yes.
> 

***Kata siapa Anton Sanjoyo cukup objective hehehe
di Kritik aja malah nyalahin orang yang mengkritik :)

Makanya wartawan Sepakbola di Indonesia itu harus siap dikritik karena
masyarakat Indonesia itu pintar2 dalam menganalisa sebagaimana
contohnya para member Milist Bola ini :P

Kalo wartawan Kompas emang sudah cenderung banyak subjectivenya karena
orangnya itu2 melulu seperti Yesayas dan Anton Sanjoyo.
Justru wartawan2 muda gw lihat lebih objective karena sadar kalau
pembaca berita SepakBola di Indonesia itu sangat pintar malah
analisanya bisa lebih jago dari para wartawan kadang2 :)

Salam,
Mokhan

Kirim email ke