On 8/22/07, Benny Kulim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau harga sama, tentu saja pilih liga inggris, trans7 udah punya image > liga inggris. > > Tapi harga hak siar liga inggris memang melambung tinggi. Kalau ada > sponsor > yang berani sih gak apa, cuman dengan nilai 50 juta dollar, rasanya susah > deh bisa nutup. >
[rudy] Saya yakin Trans7 sudah berhitung, dan tentu saja menurut mereka menyiarkan Serie A lebih menguntungkan daripada menyiarkan Liga Inggris. Mereka juga tidak mau rugi kan? Selain mahalnya harga, tentu saja mereka juga melihat "ketidaksesuaian" dengan kualitas yang ada...Hal itu juga yang menyebabkan Vietnam tidak ada siaran EPL musim depan, tapi Sepakbola Vietnam(Tim Nasional) kok malah naik daun ya? he3x Sekali lagi, gaji pemain yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol pada akhirnya juga akan merugikan tifosi...karena secara tidak langsung ujung-ujungnya juga tifosi yang membayar nantinya(bukan pemilik klub). Hal ini bisa dilihat dengan tingginya harga tiket, tingginya harga hak siar dan sebagainya. Kalau tim sepakbola dijadikan sebagai alat oleh para konglomerat untuk hobby(seperti Moratti di Internazionale dan Agnelli di Juventus) atau klub sepakbola dijadikan kendaraan untuk menaikkan pamor(seperti Berlusconi di AC Milan), itu tidak masalah dan tidak akan merugikan tifosi. Tapi kalau alat Sepakbola dijadikan "Mesin Pencetak Uang" dan "Mesin Pencuci Uang" oleh para konglomerat, tifosi yang akan dirugikan...karena duit tifosi juga yang pada akhirnya akan diporotin. >> Taksin mencuci uangnya di Manchester City. Ciao [/rudy] . > > > > -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. [Non-text portions of this message have been removed]
