Karena musim lalu pesaing Inter sudah dikebiri sejak sebelum start (baca : Milan).
Logikanya ibarat dalam balapan mobil(F1) deh, yang start dari kecepatan 0 km/jam (bahkan minus) diadu dengan mobil yang start dengan fasilitas "flying start" yang bisa mencapai 300 km/jam. Jelas donk dia akan melesat jauh meninggalkan mobil lainnya. Keterlaluan banget kalo ga bisa juara. Setuju gak? Jelas aja pengamat sepakbola dan Rumah Judi tidak ada (tidak berani) menjagokan Milan. Bahkan "bwin" sebagai sponsor Milan pun tidak menempatkan Milan diurutan teratas. Tahun ini cukuplah dengan kehadiran Emerson dan Pato untuk merebut trofi juara Serie A. Dari dulu seharusnya dia (Emerson) udah maen untuk Milan, Cuma disaat terakhir disalip sama Roma, jadi deh Roma juara bersama Batigol-nya. Forza Milan ! Don Daud From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Kresna Panggabean Sent: Thursday, August 23, 2007 1:23 PM To: [email protected] Subject: Re: [BolaML]Jelang Liga Italia - Inter Paling Siap Kenapa dejavu musim 00/01 dan gak musim lalu? Jauh amat. Musim lalu Inter diunggulkan jadi scudetto dan kejadiannya memang Inter yang jadi scudetto. Don Rudy <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rudy.milano%40gmail.com> > wrote: [rudy] Wah...ini seperti Dejavu musim 2000/01, ketika itu Lazio begitu diunggulkan setelah musim sebelumnya juga meraih scudetto. Eh, yang terjadi malah tim sekota mereka(AS Roma) yang meraih scudetto. Nah, sekarang Inter yang sangat diunggulkan...semoga tim sekota mereka AC Milan yang dapet scudetto. Ciao [/rudy] Kamis, 23/08/2007 11:40 WIB Jelang Liga Italia Inter Paling Siap Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport Jakarta - Juventus, AC Milan dan AS Roma berpeluang menjadi kampiun Seri A, namun Inter tetap terdepan di bursa peraih scudetto. Pertimbangannya adalah adanya dua tim di kubu Nerazzurri. Melihat jadwal panjang Seri A musim 2007-2008, adalah sebuah keharusan sebuah tim memiliki pemain yang bugar. Tak hanya kualitas, kuantitas pun patut menjadi pemikiran. Kondisi cedera pemain, akumulasi kartu atau yang paling ekstrim adalah dihukum pihak klubnya sendiri karena membangkang bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Apalagi ketatnya persaingan bisa membuat pemain menghalalkan segala cara, termasuk mencelakai lawan. Hal inilah yang harus dicermati. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah menyolidkan tim, baik dalam hal kuantitas dan kualitas. Jika membandingkan dengan tim lain dengan dasar tersebut, Inter menjadi skuad yang paling diunggulkan dalam berburu scudetto. Perhatikan saja, Roberto Mancini memiliki dua tim untuk mewakili ambisinya merebut tiga gelar, yaitu juara Seri A, Coppa Italia dan Liga Champions. Francesco Toldo dan Julio Cesar akan saling bergantian dibawah mistar gawang. Sementara Marco Materazzi, Ivan Cordoba, Walter Samuel dan Cristian Chivu akan bergantian di depan gawang dua portiere Inter itu. Bek sayap akan diisi oleh Maicon, Maxwell, Nicola Burdisso dan Javier Zanetti. Lini tengah akan menjadi milik Oliver Dacourt, Esteban Cambiaso, Santiago Solari dan Patrick Vieira. Luis Figo, Dejan Stankovic dan Luis Jimenez akan didaulat membantu lini depan Inter yang beranggotakan lima striker tangguh, yaitu Hernan Crespo, Zlatan Ibrahimovic, Julio Cruz, David Suazo dan Adriano. Komposisi inilah yang memudahkan Mancini meracik tim terbaiknya, dalam formasi apapun. Mengikuti tiga kompetisi pun seharusnya bukan hal yang rumit lagi dengan target memboyong tiga gelar. "Inter memang kalah kemarin (di Piala Super Coppa dari AS Roma), tapi mereka tetap berada di pole position untuk Scudetto. Mereka memiliki tim yang kuat," denmikian pengakuan Kaka atas kekuatan rival timnya itu. Bagaimana dengan pesaing Inter? Milan paling meragukan. Kekuatan Il Diavolo Rosso di putaran pertama hanya bertambah satu pemain, yaitu Emerson. Carlo Ancelotti sepertinya masih percaya dengan pemain lama nan tua. Namun Milanisti jangan dulu pesimistis dengan kekuatan tersebut. Milan sudah membuktikan bahwa dengan kekuatan yang kurang lebih sama dengan dua musim sebelumnya, gelar bergengsi Liga Champions musim lalu bisa diboyong ke San Siro. Peluang AS Roma juga cukup besar, jika bisa konsisten sepanjang musim. Tambahan tenaga dari Ludovic Giuly dkk tidak akan berguna jika mental juara tak juga terbentuk. Contoh kasus paling nyata adalah musim lalu. Francesco Totti cs memang sukses menumbangkan beberapa tim besar, namun saat berhadapan dengan tim yang di atas kertas setingkat di bawah mereka, AS Roma malah melempem. Juventus? Presiden Cobolli Gigli sendiri sudah pesimis jika Juve bisa meraih scudetto. "Kami hanya mengicar zona Liga Champions, scudetto hanya sekedar mimpi di musim ini," demikian pengakuannya beberapa waktu lalu. Bukan tanpa dasar jika Gigli berpendapat demikian. Skuad Juve banyak diisi muka-muka baru dipadu dengan pemain lama semacam Pavel Nedved, Alex Del Piero dan Luigi Buffon. Namun, tentunya, banyak faktor bisa mempengaruhi pertandingan, termasuk mafioso. Semoga saja skandal perusak citra sepakbola tak terjadi lagi di Italia. (ian/a2s) -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
