Kapanlagi.com - Striker Inggris Michael Owen bersikeras mampu kembali ke 
penampilan terbaiknya tepat pada waktunya dan mencetak banyak gol yang akan 
menyelamatkan pekerjaan Steve McClaren. 
McClaren sangat menginginkan Owen mampu kembali ke penampilan terbaiknya yang 
membuatnya menjadi salah satu striker Inggris paling disegani karena Inggris 
akan tampil pada pertandingan penting kualifikasi Euro 2008 melawan Israel dan 
Rusia bulan depan tanpa diperkuat Wayne Rooney yang cedera dan Peter Crouch 
yang dilarang bermain. 

Israel dan Rusia adalah lawan yang tidak boleh dianggap remeh, karena kedua tim 
sudah akan sangat puas dengan hasil imbang di Wembley dan tak pelak lagi bahwa 
Owen akan menjadi tulang punggung di lini serang Inggris. 

Penampilan Owen saat melawan Jerman pada pertengahan pekan --Inggris kalah 
1-2--, sulit meningkatkan kepercayaan diri McClaren. 

Pemain depan Newcastle yang belum pernah mencetak gol untuk klubnya sejak 
Desember 2005, tampil buruk di depan gawang dan menyia-nyiakan dua kesempatan 
emas yang sebenarnya mampu ia selesaikan dengan kemampuannya. 

Sulit untuk menyingkirkan keraguan bahwa serangkaian cedera telah mempengaruhi 
kecepatan Owen di lapangan, tetapi ia terus berpikir positif bahwa ia hampir 
merebut kembali kebugaran dan performa terbaiknya. 

"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya sepenuhnya gembira dengan penampilan 
saya," katanya. "Saya kehilangan dua kesempatan dan saya sangat frustrasi akan 
hal itu. 

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya membutuhkan dua atau tiga pertandingan 
untuk membiasakan diri dan bisa tampil tajam. Semoga hal itulah yang sedang 
saya alami saat ini. 

"Setelah bermain dalam beberapa pertandingan untuk klub, saya akan bisa tampil 
lebih tajam dan menyelesaikan kesempatan seperti itu. 

"Saya fit, tetapi masalahnya adalah ketajaman saya. Siapa yang akan mengatakan 
saya tidak berada dalam ketajaman saya sekarang? 

"Ketika Anda kehilangan beberapa kesempatan dalam pertandingan seperti itu, 
Anda sedikit kecewa, tetapi Anda lantas bercermin dan melihat permainan secara 
keseluruhan. 

"Saya kecewa tetapi berharap bisa mencetak gol dalam dua pertandingan 
mendatang." 

Mungkin Owen harus meminta pendapat Frank Lampard tentang cara untuk bisa 
kembali mencetak gol. 

Gol Lampard saat melawan Jerman adalah gol pertamanya untuk Inggris setelah 
lebih dari satu tahun dan tercipta pada saat yang tepat untuk gelandang Chelsea 
itu. 

Namanya menjadi bulan-bulanan pendukung Inggris ketika dibacakan sebelum 
pertandingan dan menjadikannya kambing hitam atas penampilan buruk Inggris. 

Lampard tentunya sangat mendambakan dukungan dari penonton, tetapi ia menyadari 
bahwa satu-satunya jalan untuk melakukannya ialah dengan perbuatan dan bukan 
dengan kata-kata. 

"Saya sangat senang dapat mencetak gol, tetapi ini baru satu pertandingan," 
kata Lampard. "Anda seringkali ditanya tentang hal itu, tetapi saya mencoba dan 
banyak berkomunikasi di lapangan, dan saya merasa telah melakukannya. 

"Saya tidak tahu apakah saya telah memenangi hati orang lain. Hal itu terserah 
penonton. Yang bisa saya lakukan adalah mencoba dan membuat diri saya bahagia. 

"Saya tahu ketika sudah melakukan hal terbaik dan ketika belum melakukan hal 
terbaik, dan itulah hal terpenting ketika saya meninggalkan lapangan." 

Ada kesempatan 

Dengan empat dari lima pertandingan kualifikasi Inggris digelar di Wembley, 
masih ada kesempatan untuk anak asuh McClaren untuk keluar dari kesulitan dan 
melaju ke final. 

Tetapi Lampard mengaku sebuah kekalahan melawan Jerman yang tidak diperkuat 
pemain besar dan hasil imbang dengan Brazil musim lalu, semakin menyulitkan 
langkah Inggris untuk menjadikan stadion nasional yang telah dipugar itu 
menjadi sebuah benteng terakhir. 

"Kami telah bermain dalam dua pertandingan, satu dengan Brazil dan satu dengan 
Jerman, jadi tentunya kami menginginkan Wembley menjadi pertahanan kami, tetapi 
sepak bola tidaklah semudah itu," katanya. 

"Kami belum melakukannya, tetapi dua game berikutnya akan menjadi pertandingan 
yang bagus untuk mengawalinya. 

"Pada pertandingan melawan Jerman, kami menciptakan cukup kesempatan untuk 
memenangi pertandingan. Tetapi kami kalah dan ingin menciptakan mental 
kemenangan dalam pertandingan itu. 

"Pertandingan dalam dua pekan mendatang akan terasa lebih penting karena mereka 
hampir lolos kualifikasi, dan kami ingin berada di dalamnya," katanya.  (*/cax)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke