--- In [email protected], "Arif Ikram" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Trans7 juga bikin good start. Host dan komentator yang ex EPL macam > Ravinoldy Boer dan Basya Himawan dengan tegas menyatakan kegembiraannya > mereka menyiarkan THE BEST league on earth. Host lain macam Donna langsung > bisa in, dan komentator Wiwid gak perlu diragukan karena emang pakar Serie A > di Tabloid Bola. Satu pertandingan Serie A di Trans7 disaksikan puluhan juta > penonton Indonesia tentu merupakan pertaruhan besar buat Trans7 ketimbang > seluruh siaran EPL seminggu yang cuma disaksikan palingan ratusan ribu > penonton.
gw khan emang gak langganan koran, dan selalu beli insidentil tiap sabtu ama minggu dowang. Nah, kejadian lucu waktu kemaren minggu beli koran di kios. Disitu gw beli jawa pos (koran standard dan paling ngetop-lah di surabaya). Selain gw, disitu ada bapak2 yg beli lalu lalu sambil buka2 bagian sport. Bapak itu langsung ngomel2, "Bah wong udah gak ada EPL kok masih aja headline berita- nya EPL muluk, Serie A-nya malah halaman kedua dan dikit". Gw nyengir, dan dalam hati berfikir wajar apa yg diutarakan bapak ini. Buat bapak ini berita EPL skr bisa jadi cuman sekedar pelengkap informasi seputar dunia sepak bola saja, sebab toh mereka tidak bisa menontonnya. Bagi mereka, saat ini membaca berita EPL sama dengan membaca berita mengenai liga prancis & liga jerman. Tidak penting bagi mereka membaca match preview kl yg mereka bisa lihat cuman hasil akhir dan klasemen di koran ke-esokannya. Gw inget lagi, dulu kala Serie-A rutin ditayangkan di RCTI, headline bagian sport saat weekend dijamin selalu Serie-A. Dan sesaat setelah Serie-A lenyap dari tayangan televisi, beberapa koranpun masih secara tidak sadar masih memuat berita preview tim2 yg akan bertanding, meski tidak satupun TV lokal yg menayangkannya. Alkaizer
