detikBola : situs warta era digital Materazzi Tak Mengerti Lidah Bisa Lebih Tajam Salomo Sihombing - detikSport
AFP Roma - Marco Materazzi mengaku bersalah telah melontarkan kata-kata tak pantas pada Zinedine Zidane. Sayang, ia tak mengerti seberapa buruk sebenarnya tindakannya. Lewat buku "Life of a warrior" yang baru diluncurkannya, Materazzi menceritakan bagaimana kronologis insiden tandukan Zidane di Piala Dunia 2006, yang menandai akhir karir legenda Prancis itu di sepakbola. Kepada Zidane, Materazzi melontarkan kata-kata bahwa dia ingin "saudara perempuannya yang pelacur" untuk kaosnya -jika Zidane ingin bertukar kaos-. Kata-kata itulah yang memicu Zidane meluncurkan sundulan ke dada bek Inter Milan itu. "Enam kata yang sangat bodoh. Saya melakukan kesalahan, tetapi Zidane juga melakukan kesalahan dengan reaksi yang ditunjukkannya," ujar Materazzi seperti dilansir AFP, Jumat (31/8/2007). Meski mengaku salah, pahlawan Italia di Piala Dunia 2006 itu tetap mengklaim dirinya berhak diperlakukan sama dengan Zidane yaitu mendapat maaf. Bagi Materazzi, kata-katanya tak lebih menyakitkan dibanding sundulan Zidane. "Saya mengerti mengapa dia bereaksi demikian. Tetapi saya tidak mengerti apa yang terjadi kemudian, bahwa dia mendapat maaf dari semua orang tetapi saya yang merasakan tandukannya tidak," keluhnya. Mungkin belum ada yang mengajari Materazzi, lidah itu lebih tajam dari pedang. (lom/lom) ****makanya Mat, jaga tuh mulut..jgn asal ngejeplak aja! [Non-text portions of this message have been removed]
