On 9/23/07, Aya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Haaa... ini artikel kok ngaco yaaa... malah dihubung-hubungkan sama Rui > Costa?? Gue baca wawancara La Gazzetta dengan Maldini, sama sekali gak ada > > ngebandingin perlakuan tifosi terhadap Rui Costa (yang menurut gue memang > pantas dihormati oleh milanisti). Artikel ditulis seperti itu kan kesannya > > Maldini ngambek dan ngiri sama Rui Costa? Gue gak terimaaaaaaa :P > > Ini petikan wawancaranya: > > Melawan Benfica, untuk kesekian kalinya tifosi Milan tidak bernyanyi > lantang > mendukung tim. Anda kecewa? > "Lebih dari kecewa, saya sangat marah seperti rekan-rekan saya. Setelah > semua yang telah kami berikan, lakukan, dan menangkan, kami pantas > mendapat > perlakuan berbeda. Sikap tifosi ini dimulai sejak derby kedua musim lalu. > Dengan pertolongan tifosi di curva, kami tidak akan kalah di pertandingan > itu." > > >
[rudy] Ternyata Milanisti (terutama di Curva Sud) tidak memprotes klub, manajemen, ataupun pemain termasuk Gilardino yang belum bermain secara maksimal. Mereka bersikap dingin untuk memprotes Lege Pisanu yang menurut mereka bisa merenggut kreativitas. Bayangkan saja, untuk memasang spanduk dan membawa bendera harus ijin dan diperiksa dulu isinya beberapa hari sebelum pertandingan. Ini sangat merugikan karena Ultras terkenal kreatif dalam membuat koreografi. Trus tidak boleh lagi ada gendang dan drum untuk bunyi-bunyian. Kemarin pas partai lawan Parma ada tulisan yang menyejukkan dari Curva Sud, klo ga salah "Milan ada di hati kami, dan selalu akan seperti itu"...trus ada dukungan juga buat Gila. >> Untung yang lain pada draw, jadi masih optimis dengan scudetto di akhir musim :D Ciao [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. [Non-text portions of this message have been removed]
