>hmm.. menang dikasih 3 poin seri dikasih 1 poin..
  Iya......cara berhitung yang objective gak sekadar asumsi, kenapa emang? otak 
lu masih gak nyampe cara berhitung begitu?
  
>satu lagi upaya untuk matematikain sepakbola...
  Adooooohhh, cape gw. Masa lu gak tau esensi matematika si? elu pasti taunya 
matematika itu 1+1=2 aja kali yah?
  Gw bukan orang matematika murni, tapi gw tau matematika itu apa. jadi 
ngebahas matematika deh. Matematika itu bukan sekadar itungan sederhana
  Matematika itu 'art of logical thingking', jadi segala sesuatu yang terjadi 
didunia ini semuanya matematika, jadi semua yang gw tulis itu bukan 
'matematikain' sepakbola, tapi menjelaskan secara logic agar segala sesuatu gak 
berdasarkan asumsi doang. Semua bisa dijelaskan dengan matematika, karena 
disana bukan sekadar 1+1=2, ada teori kemungkinan, game theory dll yang gak 
bisa gw tulis panjang lebar disini. Kkalo elu masih debatin ini juga, elu bakal 
diketawain orang seluruh dunia dah, dan juga bukan disini tempatnya buat debat 
gituan.
   
  
>perhaps you should stick to football manager, they have plenty of numbers 
>there....
Ngapain gw kesana? jaringan data gw jauh lebih bagus dari itu.
   
   
  >kalo emang mo maksain matematikain sepakbola, kenapa gak ngitung kiprah 
United di carling cup.. 
2-0-1 nilainya 6/9 dikali 0.599
total poin United jadi 2.447 tuh.. sedikit lebih tinggi ketimbang juve dengan 
2.427

  Seperti gw bilang, segalanya gak ada yang dipaksain jadi matematika, karena 
semua memang matematika, itu persepsi elu aja yang gak logic.
  Carling Cup? Orang Inggris emang bikin-bikin sendiri, gak ada yang mengakui, 
terus mengakui sendiri tu kejuaraan. UEFA taunya 1 top National League, dan 1 
Top National Cup, itu kenapa dulu ada 1 CWC, bukannya dua.
  Kalo nganggep Carling Cup, berarti gw jg ngitung semua kejuaraan lokal yang 
ada di Italia dan gak diakui secara internasional dong, kayak youth cup setiap 
tingkatan usia?
  Kalo mau bikin kejuaraan2 minor gitu tus mengakui secara sepihak, negara laen 
juga bisa, tapi ngapain?
   
  >ngikutin 4 kompetisi jelas lebih berat ketimbang 3 kompetisi kan?
  Gak juga, elu tolol apa sampe imbisil si? seperi data yang gw kasi, koefisien 
Italia 1, Inggris 0,599. Nah lu pahamin dah....masih gak nyambung juga?
  3 kompetisi di Inggris (itu juga karena org Inggris ngaku2 sendiri ada 
tambahan 1 kejuaraan) jadi 0,599x3 =1,8 deh,
  Di Italia ada 2 kompetisi = 1x2 = 2.
  Ini menjelaskan secara empiris, bahwa beratnya kompetisi di Italia 167% lebih 
berat dari Inggris ditahun 98/99. Jadi 3 kejuaraan di Inggris ini gak bisa 
disamain blek-blekan dengan di Italia, tetep lebih rendah. Ngerti ora son?
   
   
  >menang di 3 kompetisi jelas lebih susah ketimbang cuma dapet dobel gelar di 
kompetisi lokal...
   
  
%&^%%(^&*(^*)&^*)&*()&)*(&*()&*???????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!????
  Juara Liga Indonesia lebih berat daripada peringkat 10 serie-A????
  R U idiot?
   
   
  >masuk final diitung yahhh..
  Gw anggep komen elu yang ini sekedar desperate aja frel, gak tega sebenernya 
gw ngejelasinnya.
  Ya iya lah Final diitung, masak gagal di Final mau disamain sama gagal 
penyisihan grup, Koefisien UEFA sudah jelas sekali..eh, kalo UEFA baca komen 
elu ini bakal diperkarakan kali lu.
   
   
  >nomor 2 gak diitung dalam sejarah euy...
   
  ^&*(^&*%&%&*%^*(&^(*()*(+)()*(??????????????????????
   
  >darimana angka 46 and bukan 47..
  Sebenernya bukan 46 atau 47 Frel, tapi 52.
  Inggris gak ikut kompetisi di Eropa tahun 55/56 karena sebenernya chicken gak 
ikut salah sendiri, menang di media dan opini tapi kalah di lapangan 
sebenernya, kompetisi antar klub tingkat eropa juga dibikin karena orang-orang 
inggris ngaku-ngaku paling hebat, buat ngebuktiin siapa sebenarnya yang paling 
hebat di eropa, gak sekadar ngaku-ngaku.
  tahun 86-90 Inggris gak boleh ikut kompetisi Eropa juga karena salah mereka 
sendiri, masih mau debat?
  Trus elu mau nganggep 46? please.......chicken. Buktikan di Lapangan.
  Terbukti dari 52 tahun ada kejuaraan antar klub Eropa (regardless karena 
salah mereka sendiri gak ikut beberapa tahun), Inggris cuman dapet koefisien 
394, jauh lah Frel. Tinggal hati nurani elu aja yang mau nerima apa gak.
   
   
  >periksa data ente dulu deh baru posting...
  Elu mau adu-aduan data ama gw? Gak salah Frel?
  ini gw kasih Soccer World Statistic for Dummies :www.histora.org
  Kalo dah paham ntar gw kasih data dari kelas yang lebih advance dikit, 
tinggal bilang aja ama gw.
   
  >bisa sekalian nyari e-book math for dummies seandainya masih punya masalah 
berhitung...
   
  $$^$$&*(^)&^*(&*(^%&(%%&*%&^????????????????????????????????
  Gak salah nih? Gw pilih gak komen deh, biar Rudy aja yang 
handle....Rudd......Proceed.
   
  >please... tunjukin bukti dong kalo kompetisi lokal itu dibuat dengan *tujuan 
utama* untuk hasilin timnas yang keren..
   
  Adoooohhhh....walaupun ada di setiap textbook setiap negara misalnya, emang 
ngaruh gitu? buat apa? toh hasil di Lapangan yang penting.
  Yang elu sebutin itu cuman tulisan2 di kertas gak ada guna. Tiap saat bisa 
berubah, gw curiga itu teks book yang dibuat tahun 90an pas orang2 inggris malu 
dan nutupin ketololan timnas mereka yang gak juga berprestasi, jadi dibuat dan 
'dipertegas' deh 'tujuan' nya jadi nomor 6. He.he
  Emang kalo tertulis di nomor satu, timnas inggris jadi nomor satu gitu?.
   
   
  >pertama kali ada kompetisi lokal di inggris, konsep international football 
belom dikenal...
butuh buku football history for dummies gak? :)
   
   
  Elu masih baca buku 'for dummies' frel ? Pantesan elu jadi dummy 
terus-terusan.
   
  Gw baca bukunya Eduardo Galeano 'Soccer in Sun and Shadow', trus bukunya 
Michael Lewis 'The Blind Side: Evolution of a Game', bukunya Bill Murray The 
World's Game: history of soccer ' dan banyak buku statistik sepakbola.
  Itu cuma sekadar nambah wawasan dan opini gw kaerna tuilsan mereka kan cuman 
karangan, bisa bias sama fakta, dan yang jelas bisa diperdebatkan juga.
   
  masak gw mesti cerita bahwa average jumlah gol per pertandingan sebelum tahun 
60an jauh lebih besar dari average gol per pertandingan tahun 70an keatas 
karena seluruh dunia berteriak 'Ya tuhan, kami lupa bertahan!!!'. Itu karena 
sepakbola Italia memperkenalkan secara perlahan cara bertahan yang benar dari 
tahun 50an.
  Gak perlu lah menurut gw, elu2 aja cari buku2 yang bagus.
   
   
   
  Btw Frel, elu kalo masih mau debatin gw silahkan, tapi yang pasti U can 
always reply to me, but u can't fight numbers. Dan yang pasti Sepakbola Inggris 
dan Spanyol ada dibawah Italia, jadi kalo mau ngobrolin sepakbola sukaan lu-lu 
pade, silahkan bikin kotak sendiri di milis ini, jangan mancing2 Italiano, 
karena bakal malu2in.
  Seharusnya elu2 sadar insan2 sepakbola (terutama) Inggris itu sendiri tau 
kalo mereka gak bakal mampu ngelawan negara2 besar secara teknis di Lapangan, 
jadi mereka bentuk deh opini2 dan membuat sepakbola mereka semacam 'Pop Art 
Culture' seperti 'Pop Art Culture' musik R&B dan musik2 populer lainnya, 
audiensnya juga beda kelas lah.
   
  Dah ah, gw dah gak enak sama mods, udah diingetin, tapi menurut gw, gw harus 
keras sama orang-orang dan gerombolan seperti elu.

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke