mohon maaf ...oot nih ....

----- Original Message ----- 
From: Ami 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 25, 2007 1:48 Andre
Subject: [femaleradio] Fw: [H W] FW: SOLARIA: Mie Ayam Bakso + Kecoa



Fyi, mgkn krn "itu" mereka jd rame bgt yak..



----- Original Message ----- 
From: Gita 
Sent: Tuesday, September 25, 2007 12:59 PM
Subject: [H W] FW: SOLARIA: Mie Ayam Bakso + Kecoa




fYI dari milis sebelah .


On 9/24/07, Andreas Setiarama <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Dear All,

Telah beberapa bulan saya menjadi member di milis ini dan mohon maaf jika 
selama ini saya hanya menjadi member pasif. Perkenankanlah pada kesempatan ini 
saya menyampaikan uneg-uneg atas apa yang baru saja saya alami ketika makan di 
restoran SOLARIA. 


Sesuai dengan pernyataan lisan yang saya berikan kepada pihak SOLARIA dalam hal 
ini saya sampaikan kepada sdri. Ema (Kasir) jika dalam waktu 2 hari/sampai 
dengan hari Senin tanggal 24 September 2007 pihak manajemen SOLARIA tidak juga 
menghubungi saya perihal keluhan/kekecewaan yang saya alami, saya akan 
mempublikasikannya kepada khalayak ramai melalui media masa. 


Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2007, Saya bersama 2 orang teman saya 
memutuskan utk makan malam di restoran "SOLARIA" yang bertempat di gedung OIL 
CENTER, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (depan EX). Berhubung saya tidak 
terlalu lapar, saya memilih "Mie Ayam Bakso" dan "Es Teh Manis" dari menu yang 
ditawarkan sementara kedua teman saya memilih menu yang berbeda. 


Sekitar 10 menit kami harus menunggu sampai akhirnya semua makanan yang kami 
pesan tersedia di hadapan kami. Pada waktu itu suasana disana cukup ramai 
karena bertepatan dgn waktu berbuka puasa sampai saya harus menunggu cukup lama 
hanya untuk sekedar meminta tambahan kuah karena mie ayam yang saya makan 
terasa agak asin. Setelah kuah tambahan datang, saya menuangkannya kedalam 
mangkuk mie ayam sambil mengaduk-aduk mie dan pernak-perniknya yang sudah 
tinggal separuh, dengan terkaget-kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang 
saya lihat, saya menemukan sosok serangga berwarna coklat yang saya yakini 
sebagai "kecoa". Temuan saya ini saya konfirmasikan kepada kedua teman saya 
untuk meyakinkannya dan kontan kedua teman saya berhenti menyantap makanannya 
masing-masing. Temuan saya ini akhirnya saya beritahukan ke salah seorang 
pelayan dengan perntanyaan basa-basi : "Apa ini mbak?" Pelayan tersebut 
langsung mengambl mangkuk mie ayam tersebut dan menyatakan permohonan maaf   
dan menawarkan akan mengganti yang baru sambil pergi kembali masuk ke dapur. 
Saya dan teman-teman saya hanya bisa tertegun. Pasalnya bukan permintaan maaf 
dan penggantian makanan yang saya butuhkan saat itu tapi klarifikasi dari pihak 
manajemen SOLARIA perihal mengapa hal ini sampai terjadi. 


Kembali saya memanggil pelayan-pelayan disana dan meminta apakah saya bisa 
bertemu dgn supervisor atau " duty manager " yang ada. Saya berusaha untuk 
sesopan mungkin memintanya karena saya tidak mau menggangu pelanggan yang lain 
yang sedang berbuka puasa namun nampaknya permintaan saya ini tidak 
diperhatikan dgn serius atau malah saya menduga segaja ditutup-tutupi. Seorang 
pelayan bernama Susi mengatakan bahwa hari itu tidak ada siapa-siapa, tidak ada 
supervisor ataupun duty manager. Saya memintanya untuk menghubungi via telefon. 
Sekali lagi dikatakan bahwa pihak manajemen SOLARIA tidak dapat dihubungi. 
Semakin kesal akhirnya saya meminta nomer handphone yang bisa saya hubungi 
untuk menyampaikan keluhan saya ini. Sebuah nomer handphone diberikan atas nama 
ibu Iroh. Terus terang tidak jelas apa jabatan ibu Iroh ini. Teman saya 
membantu saya menghubungi nomer tersebut dan menyampaikan keluhan saya namun 
ketika diminta utk datang ke lokasi, ibu Iroh ini tidak bersedia. 


Saya sangat menyayangkan restoran sekelas SOLARIA ini tidak melengkapi 
bisnisnya dengan layanan online service untuk pengaduan pelanggan. Karena sudah 
tidak sabar menunggu akhirnya kami bertiga memutuskan untuk meninggalkan tempat 
itu dan meninggalkan pesan-pesan kepada Sdri. Ema (kasir). Saya menuliskan nama 
lengkap saya beserta nomer handphone saya dan memintanya untuk menyampaikannya 
kepada pihak manajemen SOLARIA untuk menghubungi saya. Saya tidak meminta uang 
saya kembali karena saya menganggap masalah ini belum selesai. Saya mengatakan 
jika dalam waktu dua hari (sampai dengan hari Senin, 24 September 2007)   pihak 
manajemen SOLARIA tidak juga memberikan tanggapan/klarifikasi atas keluhan 
saya, saya akan mempublikasikan pengalaman saya ini ke media masa.


Mulai saat itu saya meragukan higienitas dari makanan-makanan yang disajikan 
SOLARIA. Saya hanya bisa berharap kejadian yang menimpa saya ini tidak terjadi 
lagi kepada pelanggan-pelanggan SOLARIA yang lain dan semoga SOLARIA bisa lebih 
"jantan" dalam menjalankan bisnisnya. 


Salam,

Andreas Setiarama

[EMAIL PROTECTED] 





--------------------------------------------------------------------------------


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 - Release Date: 9/16/2007 
6:32 PM


 

__________ NOD32 2470 (20070819) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke