Awas Ada 'Kloni' Andi Abdullah Sururi - detikcom Munich, Lukas Podolski atau Jan Schlaudraff agaknya sulit berharap terlalu banyak untuk mendapat tempat utama di lini depan Bayern Munich, yang sudah terlanjur dikuasai 'Kloni'.
Kloni adalah julukan yang diberikan tabloid-tabloid Jerman kepada Miroslav Klose dan Luca Toni, yang kiprahnya di awal musim ini begitu menggoda publik Bundesliga. Keduanya masuk Allianz Arena secara bersamaan. Klose dibeli dari klub lokal Werder Bremen, Toni digaet dari klub Italia Fiorentina. Gabungan nilai mereka adalah 70 juta euro. Yang lebih penting adalah gabungan keterampilan mereka di lapangan. Sejauh ini 'Kloni' menjadi duet penyerang yang sangat menakutkan. Klose sudah mengemas delapan gol, sedangkan Toni enam. Total 14 gol dari kaki dan kepala Kloni bahkan melebih jumlah gol yang dihasilkan Bayer Leverkusen (11). Angka itu hanya kalah sedikit dengan seluruh gol yang telah diproduksi Schalke (15) dan Werder Bremen (18). Selain sama-sama tajam, keduanya sering memberi assist satu sama lain. Di antara mereka tampaknya sudah ada kecocokan bermain sebagai partner. "Pengertian di antara kami berjalan. Saya harap itu berlanjut terus," kata Klose tentang Toni. "Tapi kami masih harus lebih piawai memanfaatkan kesempatan, dan lebih kompak ketika kehilangan bola." Kecocokan Toni pada pemain jangkung Jerman itu juga satu nada. "Sangat mengasyikkan bermain di samping Miroslav Klose. Akan baik sekali jika punya partner striker seperti dia di tim Anda." Pelatih Ottmar Hitzfeld pun tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya pada duet penyerang handalnya itu. Walaupun badannya sama-sama tinggi, tapi karakter permainan 'Kloni' tidak mirip. Toni, kata Hitzfeld, adalah tipikal penyerang yang mampu menguasai bola. Pergerakannya lentur, walaupun tubuhnya tinggi besar. Di selalu ada untuk menerima umpan. Tak gampang menyerah, dan sulit dihentikan hanya oleh satu tekel. "Dia tak perlu banyak peluang. Dia sudah dilahirkan sebagai seorang finisher. Dia fenomenal," tutur sang pelatih. Adapun Klose, Hitzfeld mengatakan, "Dia juga secara konstan memberi ancaman pada pemain-pemain lawan. Tapi dia suka bergerak di samping."
