Go Go Ferrari.

Hidup Kimi

(jadi pengen makan makanan Korea nih)

  ----- Original Message ----- 
  From: Firdauf Achmad Dhewata 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 05, 2007 2:27 PM
  Subject: [BolaML] Hamilton Terancam Video YouTube


  Hamilton Terancam Video YouTube
  Kris Fathoni W - detikcom

  Paris, FIA sedang menyelidiki tayangan video di situs YouTube yang 
  bisa memberatkan Lewis Hamilton. Jika bersalah, pengurangan poin 
  bisa jadi ganjaran Hamilton.

  Di GP Jepang akhir pekan lalu, Hamilton sukses jadi yang tercepat 
  dan meraih poin sepuluh atas prestasinya itu. Namun poin tersebut 
  bisa saja dicabut menyusul adanya penyelidikan terhadap keterlibatan 
  pembalap McLaren itu dalam kecelakaan antara Mark Webber dan 
  Sebastian Vettel yang kemudian harus out dari lomba.

  Selain pencabutan poin, Hamilton juga berpeluang mendapat hukuman 
  tambahan mengingat Vettel, atas insiden yang sama, juga telah 
  menerima hukuman mundur sepuluh grid saat akan membalap GP Cina 
  akhir pekan ini.

  "Kami memahami steward telah menerima bukti baru dan kami sedang 
  menelaah masalah ini. Tidak akan pantas buat kami untuk mengomentari 
  masalah ini sekarang, juga mengenai hukuman apapun yang mungkin 
  dijatuhkan," sebut pernyataan resmi FIA dikutip The Sun.

  Bukti yang dimaksud besar kemungkinan adalah video dari situs 
  YouTube yang difilmkan di grandstand sirkuit Fuji. Dalam video itu 
  terlihat Hamilton yang sedang berada di di belakang safety car tiba-
  tiba mengurangi kecepatan dan memaksa Weber untuk melambat sehingga 
  lantas bersenggolan dengan Vetel. Demikian dikutip Times Online.

  "Hal itu jelas menyebabkan Sebastian (Vettel) menabrak saya dari 
  belakang. Kami bingung apa yang dilakukan mobil lain (Hamilton), 
  yang jelas itu tidak seharusnya dilakukan," kesal Webber.

  "Saya pikir dia (Hamilton) mengemudi serampangan di belakang safety 
  car. Dia serampangan. Dalam briefing pembalap dia sesumbar akan 
  menunjukkan cara membalap yang bagus dan dia menunjukkan 
  sebaliknya," sergah Webber lagi.



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke