--- In [email protected], "Alfonso" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Poor England kalau sampai ga lolos.
> 
> Begitulah sepakbola, bagai stasiun busway. Ada yang datang, ada 
yang 
> pergi.

karena prestasi dari sepakbola tak kunjung datang (bahkan kl tidak 
lolos thn ini ya gigit jari), makanya dicari jalan untuk "memberi" 
gelar buat Inggris lewat cabang lain :

'McLaren Munafik Tak Tahu Malu'
Kris Fathoni W - detikcom

Zurich, McLaren dituding sebagai munafik karena aksi bandingnya 
dinilai bertolak belakang dengan pernyataannya selama ini. Adalah 
kuasa hukum Ferrari yang melontarkan tudingan itu dalam lanjutan 
persidangan seputar penggunaan bahan bakar ilegal di GP Brasil.

Dalam seri penutup musim ini di Interlagos, Kimi Raikkonen dari "Tim 
Kuda Jingkrak" mengunci gelar juara dunia. Namun klaim Ferrari bahwa 
Williams dan BMW Sauber harus didiskualifikasi karena penggunaan 
bahan bakar yang terlalu dingin, mengancam gelar Raikkonen.

Meski McLaren kerap mengaku tidak ingin memenangkan titel juara 
dunia pembalap di ruang sidang, melainkan hanya ingin kejelasan 
regulasi, hal itu tak bakal terelakkan jika FIA menerima banding 
McLaren serta menghukum pembalap Williams dan BMW Sauber. 

Jika kedua tim itu mendapat hukuman, maka Lewis Hamilton dari 
McLaren niscaya jadi juara dunia baru.

"Bukan begini cara kejuaraan dunia F1 harus dimenangkan. Mr Hamilton 
dengan jelas pernah bilang kalau dia tidak mau menang dengan cara 
ini. Kepala Olahraga Otomotif Mercedes, Mr Norbert Haug, juga 
mengatakan banding yang diajukan McLaren bukan karena ingin 
memenangkan kejuaraan dunia. Mr Martin Whitmarsh (CEO McLaren F1) 
dalam sebuah wawancara berujar 'Ini semua bukanlah soal bagaimana 
cara memberikan titel juara dunia kepada Lewis'," beber kuasa hukum 
Ferrari, Nigel Tozzi dikutip The Sun, Jumat (16/11/2007).

"Bisa dibilang McLaren adalah munafik tak tahu malu yang hampa 
integritas. Kalau yang mereka inginkan adalah kejelasan, biarkan 
mereka mendapatkan itu, tapi jangan biarkan mereka meraih titel 
juara dunia dengan cara ini," tandas Tozzi.

Menurut agenda persidangan, hari ini rencananya FIA bakal 
menjatuhkan keputusan seputar kasus tersebut.


Kirim email ke