ya udah, bikin perusahaan aja sendiri. atau freelance aja kalo gitu. lagipula, memangnya kita bisa mencegah temen2 kita kasih komen2 yg ga bagus tentang kita? emang harus yg bagus2 mulu? gimana kalo postingan komentar itu sekedar ngocol/becandaan antar teman? (gw & temen2 deket biasa ngelakuin yg gituan) kasian banget deh kalo hal itu ditanggepin serius. dan, betapa membosankannya hidup ini tanpa lelucon!
kalo mo cari manusia yang 100% sempurna di dunia ini, memang ada ya? gimana kalo para pengusaha itu baca postingan komentar milis bola yang penuh sumpah serapah gini ya? bisa2 para miliser bola jadi pengangguran mendadak! hahahaha. kalo gitu, tutup aja friendster atau website2 sejenis lainnya yg skrg tengah menjamur itu. selesai. (silakan ditengok profile FS gw, gw open buat semua orang kok.. dan komentar2 yg ada ditanggung ASLI tanpa rekayasa: dari yg buruk, sangat buruk dan buruk bangettttt!!!! HAHAHAHAHAAAAAA...) cheers! http://larasatilarepati.friendster.com/ --- Alfonso Indra Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hati-hati, jangan sembarang tulis di friendster > Anda... > > Best regards, > Alfonso Indra Wijaya > > > Jakarta - Jutaan anak muda bisa menghancurkan > peluang karir mereka di masa depan hanya gara-gara > postingan informasi pribadi di situs jejaring sosial > macam Friendster, Facebook atau MySpace. > > Adalah lembaga pengawas informasi The Information > Comissioner Office (ICO) yang menyatakan hal itu. > Pasalnya, jika terdapat informasi pribadi yang buruk > di situs-situs tersebut, perusahaan bisa jadi tak > akan mau memakai jasa mereka. > > "Banyak anak muda mem-posting konten online tanpa > berpikir tentang jejak elektronik yang mereka buat. > Hal ini sangat riskan bagi masa depan jika ditemukan > sesuatu yang tak pantas karena makin banyak > institusi pendidikan dan perusahaan memakai internet > untuk mencari mahasiswa atau pekerja potensial," > ungkap Deputi Komisaris ICO David Smith. > > Sejumlah anak muda pun khawatir mengenai hal ini. > Dalam riset ICO, 71 persen dari 2000 remaja yang di > survei dengan usia 14 sampai 21 tahun menyatakan > bahwa mereka tak ingin pihak kampus atau perusahaan > mengetahui data mereka di situs jejaring sosial. > Mereka pun ingin menyingkirkan berbagai informasi > tertentu yang dianggap tak pantas diketahui. > > Menurut Smith, yang dilansir detikINET dari BBC, > Sabtu (24/11/2007), dalam survei ini juga ditemukan > indikasi bahwa anak muda mengkhawatirkan informasi > pribadi mereka akan disebarkan pada pihak yang tak > semestinya. > > Dari: Detikcom > > > --------------------------------- > Get easy, one-click access to your favorites. Make > Yahoo! your homepage. > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ
