SUDAH jatuh tertimpa tangga pula. Sepertinya lengkap sudah penderitaan
dunia sepakbola Indonesia. Kado paling pahit tentu sudah diberikan
timnas Indonesia di ajang SEA GAMES 24 Thailand. Tidak lolosnya timnas
ke babak semifinal tentu menjadi pelajaran sangat berharga untuk PSSI,
karena selama tahun 2007 ini, kecuali saat Piala Asia, nyaris seluruh
penampilan timnas tidak ada yang memiliki kualitas tinggi. Bahkan
mungkin hanya lebih baik sedikit ketimbang klub-klub di Liga Indonesia.
Gagalnya timnas di SEA GAMES juga tentu menjadi tamparan yang sangat
telak di tengah kondisi tidak menentu persepakbolaan Indonesia.
Jangankan mimpi untuk menuju ajang lebih tinggi seperti Piala Dunia,
yang jauh panggang dari api, untuk menjadi raja di kawasan Asia
Tenggara saja sudah tidak mampu lagi ditunjukkan Indonesia. Penampilan
Timnas U-23 seolah tidak menggambarkan sebuah tim yang sudah dibiayai
duit rakyat miliaran rupiah. Hasilnya?jangankan untuk melayani
Thailand, melawan Myanmar saja Indonesia sudah gelagapan gak karuan.
Sepertinya alasan apapun nantinya dari seorang Kolev sudah tidak bisa
diterima, pasalnya masyarakat sepakbola Indonesia dipastikan sudah
jengah dengan mulut manis para pucuk PSSI. Sekali lagi, penampilan
Timnas di SEA GAMES jelas-jelas sangat mengecewakan, melengkapi
kondisi sepakbola Indonesia yang sudah tidak karuan:kerusuhan penonton
dimana-mana, tampuk pimpinan PSSI seolah jadi polemik terus. Jadi
bagaimana bisa mengurus dan membentuk sebuah timnas yang tangguh di
berbagai level usia, jika mengurus diri sendiri saja tidak mampu. Yang
jelas, sepertinya cermin sudah tidak mempan lagi untuk PSSI, haruskah
palu godam perlu "dirasakan" PSSI?. Yang jelas kini, apapun hasilnya
di SEA GAMES nanti, tanpa prestasi sepakbola yang membanggakan tentu
saja sangat kering kerontang. Ingat, sudah ada pameo dimanapun berada,
juara sepakbola terasa lebih bergengsi daripada juara umum
sekalipun!!!Dan PSSI tampaknya sudah sangat mengecewakan masyarakat
olahraga Indonesia pada umumnya. Ini bukan mengumpat, tapi cobalan
belajar yang lebih mendalam PSSI tentang arti sebuah prestasi. Ingat,
progress Laos, Myanmar, Singapura dan Malaysia benar-benar sudah
menakutkan. Thailand dan Malaysia bahkan sudah mengekspor para
juniornya untuk berlaga di premiership ataupun championship,
Indonesia?hanya berkutat dengan masalah yang seolah tiada habisnya,
hanya mengedepankan ego. Proyek Garuda tentu tinggal kenangan, kini
saatnya PSSI berbenah dan kalau perlu ubahlah baju yang selama ini
melekat....

nurfahmi budi
Wangon, Banjarnegara, Jawa Tengah

Kirim email ke