--- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> [rudy]
> Kalau sampai dilatih Lippi masih jadi pecundang juga, berarti 
memang
> PECUNDANG PERMANEN. Rubah dulu deh cara pandang pecinta Sepakbola
> Inggris tentang arti sebuah prestasi. Selama mereka masih seenaknya
> aja menyebut si ini hebat, si itu hebat tanpa melihat fakta 
sebenarnya
> selamanya mereka akan menjadi pecundang.
> Kesalahan besar di sini gw lihat, pertama ketika penggemar Liga
> Inggris bilang Eric Cantona hebat, sekarang mereka bilang Arsene
> Wenger hebat. Padahal Juara Liga Champions aja ga pernah, kemarin 
gw
> geli liat komentator di ANTEVE bilang prestasi Arsene Wenger sangat
> luar biasa, baik di Inggris maupun di Eropa. Bah, di Eropa prestasi
> tertinggi dia cuma bawa Arsenal ke final Liga Champions. Kalau cuma
> final Liga Champions aja, Lippi ini sudah 4x tampil di final Liga
> Champions.
> Tambah lagi, sekarang mereka bilang Wyne Rooney striker hebat, 
padahal
> jadi Top Skor aja ga pernah. Perlihatkan dulu "prestasi", baru bisa
> bilang hebat....
> Ciao

Beberapa manager mulai angkat bicara, mulai dari sistem gaji, media 
yg berlebihan, sikap beberapa manager yg kurang peduli dgn pembinaan 
pemain lokal, bahkan owner klub yg sangat tidak sabaran dgn 
seringnya gonta ganti pelatih semuanya akan menghancurkan sepak bola 
inggris dalam jangka panjangnya.

salah satu alasan kenapa Wenger banyak mengimpor pemain asing bahkan 
yg masih sangat belia adalah karena mereka gajinya lebih murah 
dibanding pemain lokal yg kualitasnya dibawah mereka.
Tentu saja tren ini mulai diikuti oleh klub2 lainnya, dan ini jelas 
membuat pemain muda lokal berkurang kesempatannya.

-----------------------------------------------

'Inggris Bukan Urusan Saya'
Arya Perdhana - detikcom

London, Laporan berjudul Meltdown menuduh Arsene Wenger ikut 
bertanggungjawab atas kemunduran prestasi Inggris. Wenger lantas 
membalas dengan menyebut bahwa Inggris bukan urusannya.

Kemarin, sejumlah media merilis sebuah laporan rahasia yang disusun 
oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA). Laporan itu 
menyimpulkan, serbuan pesepakbola asing telah merusak sepakbola 
Inggris. 

Berbicara soal pesepakbola asing, maka semua mata tertuju pada 
Wenger. Manajer Arsenal itu memang getol mendatangkan banyak pemain 
asing berusia muda dari seluruh penjuru dunia. Hal seperti itu lah 
yang menurut PFA telah merusak bakat asli Inggris dan pada ujungnya 
merusak timnas.

Menanggapi tuduhan PFA, Wenger pun bereaksi. "Bila Inggris tidak 
bermain baik, itu bukan tanggung jawab saya. Penampilan Inggris 
bukan prioritas saya," tandas Wenger seperti dilansir Goal.

"Saya tahu orang ingin melihat saya memainkan pemain Inggris. Tapi 
kita semua hidup di dunia internasional. Aturannya adalah pemain 
Inggris bisa bermain di mana pun mereka mau. Sebaliknya, pemain 
asing juga boleh bermain di sini," papar manajer berusia 58 itu 
melanjutkan.

Pembelaan diri Wenger pun makin panjang. "Saya bilang berkali-kali, 
dari tahun 1966-1996 tak banyak pemain asing di sini. Tapi Inggris 
tak memenangkan apapun," lanjur Profeseur Wenger beretorika.

Wenger juga mencerca wacana pemberlakuan kuota pemain asing. "Kuota 
itu konyol dan tidak adil. Saya lebih baik membiarkan seorang pemain 
yang tidak cukup berkualitas keluar daripada mempertahankannya hanya 
karena aturan menghendaki demikian," pungkas Wenger. 

Kirim email ke