Satu bentuk pelecehan nasionalisme terjadi. Siapapun terusik. Bendera
Belanda pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah mulai berkibar.
Campur tangan asing makin kentara.

Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat aparat polisi geram, karena
tidak hanya bendera OPM yang sering berkibar di sana.
Kini malah bendera Belanda.
Papua memang ibarat kubangan tambang emas. Baik Amerika maupun Uni
Eropa semua berebut menambang kekayaan alam di sana.
Diam-diam, perang kepentingan sudah berkecamuk keras. Meski
sebenarnya pemerintah Indonesia masih adem ayem saja.

5 polisi kemudian menggebrak rumah pengibar bendera Belanda. Para
penghuni histeris. Jhon Mambo, pemilik rumah, meski dikepung dua
peleton polisi tetap tenang saja. Ia yang berprofesi pengacara tentu
tahu prosedur. Katanya, "Ada apa ini?", Polisipun nyahut, "Anda
mengibarkan bendera Belanda, Anda kami tangkap, Ayo ke markas" satu
polisi menarik keras Jhon.

Tapi tangan kekar Jhon menampiknya. Ia tidak kalah galaknya.
Katanya, "Bapak ini kurang kerjaan, apa? Saya memang mengibarkan
bendera Belanda. Karena saya pendukung kesebelasan Belanda. Lihat
tuh... !!!"

Jhon menunjuk kepala suku yang rumahnya berjarak 200 meter ke arah
bawah. "Itu bendera Italia berkibar...."

Polisi " Oh..Demam Piala Eropa 2008 Udah di mulai ya....????"

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.0/1180 - Release Date: 12/10/2007 
2:51 PM
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke