Tristan Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Kudu ganti slogan jadi "In Rafa 
We NOT Trust ANYMORE" ? Just kidding ehehe. Klinsmann bakal jd opsi yg paling 
masuk akal apalg dia kan tinggal di Amrik shg G&H gampang kontek. Mourinho, 
terlepas apa kata teman atau sodaranya, pernah bilang tdk mau lg melatih klub 
Inggris setelah Chelsea jd agak susah. Hitzfield msh melatih di BM sampai akhir 
musim, kalau Rafa diganti di Januari ini tentu dia bkn opsi terbaik. Just my 2 
cents, Danny.
============
   
  kalo gue pribadi mah masih "in Rafa we (still) trust". gila aja kalo rafa di 
"sacked" sebelum waktunya, nama anak gue apa kudu gue ganti...hehehehe..??!!! 
tapi memang isu ini jadi isu hangat nih di kalangan pendukung reds, pecah belah 
deh. "sack rafa vs keep rafa" arguments. biasalah, demokrasi.
   
  anyway, sebagai pelatih (=guru), memang rafa yang "who's to blame" kalo pool 
rada "ngaco" akhir2 ini. rafa yang milih starting 11, dia yg milih taktik, dll. 
gak bisa kita nyalahin pemain (=murid). 
   
  kalo mau jujur, sebenernya juga "murid-murid" yang ngaco, gak ada determinasi 
mainnya, gak pake passion istilah sono. masa' nglawan wigan dan luton aja gak 
bisa menang??!!. yakin, rafa pasti udah "nyap-nyap" abis2an ke murid2nya, tapi 
gimana lagi, murid2nya lagi pada tambeng...:). 
   
  yang bikin muncul isu rafa dipecat sebenernya lebih kehasil jeblok di EPL 
(gue gak demen istilah BPL) karena gelar ini yang lebih jadi patokan (17 years 
baby!). mau nyungsep di Carling atau FA mah sebodo teuing (inipun sebenernya di 
FA cup pool masih "hidup). ini yang gak adilnya buat rafa, pool masih di FA, 
UCL dan walau setipis kondom, peluang masih ada di EPL, lha kok udah ngomongin 
pecat rafa??!!. 
   
  soal peluang di EL, bisa aja kan pool menang dari tim 3 besar lain, trus 3 
besar lain saling seri, trus pool masih ada 1 game tunda, 
trus...trus...trus....intinya "it aint over till it's over baby" or "till the 
fat lady sings" (fat lady siapa sih?).  
   
  berharap ajalah, logika yang menang dalam kondisi kayak gini, logika artinya 
raport rafa harus dinilai pada akhir tahun kompetisi, jangan ditengah-tengah 
musim. lihat mei nanti. kalo (insya allah) mei nanti liverpool ngangkat 2 tropi 
(di moskow dan wembley) atau kalo ada "keajaiban" juara EPL, rafalution 
continues.
   
  kalopun yg terburuk terjadi dan rafa "out" (amit2), ya gue pilih Kuyt aja 
jadi manager-pemain dan sissoko sebagai asisten......(kresna pasti ngedukung 
hal ini)....hehehehe...
   
  -omar-
   

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke