Wah First Post nich di 2008....

Pagi ini berita yang menarik perhatian gw kayaknya dua itu tuh.. ^ ^

Pertama, Aremania bikin rusuh ampe nge-bakar Gawang.. Gilee... Stress
juga kali ngeliat timnya kalah ama orang Wamena, trus 3 gol pemainnya
dianulir pula.. Berarti dalam kasusu ini mematahkan mitos, kalo "WASIT
SELALU MEMBELA TIM TUAN RUMAH."

Yang kedua.. King Kev kembali ke Newcatle setelah 4,025 hari
(hitungannya The Sun) melepas kursi manajerialnya di Toon Army... dan
komennya cukup simple : "It's nice to be home. I'm delighted to be back."

Welcome Back Keegan... jangan ngarep yah.. prestasi th 95/96
terulang... haaahaa...

untuk kasus Aremania mungkin bisa dibaca kronologisnya dari si Jancuk
ini, maksudnya Pssi_jancuk... kekeke.. :

posted by : [EMAIL PROTECTED] @Guyon-Yook....

KEDIRI-Team Arema betul2 "dikerjai" pengadil pertandingan saat laga 8
Besar Liga Indonesia antara Arema-Persiwa Rabu, 16 Januari 2008. tiga
gol Arema masing-masing Pato Morales '10, bunuh diri OK Jhon '38 dan
Emile Bertrand Mbamba '52 dianulir wasit Jajat Sudrajat (Cianjur).
Pengadil laga memutuskan pemain Arema sebelumnya berdiri off side.
Laga terhenti perdana Arema di babak delapan besar Ligina XIII
tersebut terhenti dengan kedudukan 1-2 untuk keunggulan Persiwa Wamena.
Pembina Arema, Darjoto Setyawan mengaku bangga dengan penampilan para
pemain Singo Edan. Anak didik duet pelatih, Djoko Susilo-Herman
Kadiaman ini menunjukkan semangat juang tinggi dan tetap konsentrasi
penuh saat tampil di lapangan. Meskipun skuad Arema terpaksa masih
ketinggalan 1-2 dari Persiwa dalam pertandingan panas itu. Saya salut
dan bangga dengan perjuangan pemain Arema. Mereka tetap konsentrasi
penuh di lapangan. Terhadap wasit dan kedua asisten wasit, biarkan
seluruh masyakarat Indonesia menilai sendiri kinerjanya karena seluruh
masyarakat Indonesia melihat sendiri dari layar televisi, ujar Darjoto
Setyawan, Pembina Arema kepada Malang Post, petang kemarin. Sementara
itu, kekecewaan mendalam dirasakan Aremania saat memenuhi janjinya
membirukan Stadion Brawijaya, petang kemarin. Mereka mendukung
langsung perjuangan Arema saat bentrok dengan Persiwa. Sekitar 15 ribu
Aremania kecewa dengan kepemimpinan pengadil pertandingan. Aremania
menilai, Arema disetting tidak boleh menang atas Persiwa. "Arema nggak
boleh menang lawan Persiwa. Masak tiga gol Arema seluruhnya dianulir
wasit. Kalau satu gol dianulir itu tidak apa-apa. Arema musuhnya hanya
wasit", ujar salah satu Aremania seusai pertandingan.
Manajer Arema Satrija Budi Wibawa menyebutkan ia heran dengan kejadian
tersebut. "Saya tadi tanya pada asisten wasit, maunya apa dengan
pertandingan ini. Kalau mereka memang mau rusuh, ya keinginan mereka
sudah sukses. Saya sendiri belum tahu selanjutnya bagaimana, tak ada
orang PSSI yang bisa menjelaskan, " paparnya.

Kronologis Kerusuhan

Babak I :
6 : Persiwa membuka peluang mencetak gol melalui aksi Bokay Foday
umpan silang Peter Rumarophen.
10 : Gol Pato Morales memaksimalkan kemelut di depan gawang Persiwa.
Namun wasit Jajat Sudrajat (Cianjur) menganulirnya karena asisten
wasit I, Yuli Suratno memutuskan pemain Arema berdiri off side.
18 : Elie Aiboy dijatuhkan salah satu pemain belakang Persiwa di dalam
kotak penalty, namun wasit tidak memutuskan hal itu sebagai
pelanggaran. 28 : Peter Rumarophen membawa Persiwa unggul 1-0 atas
Arema melalui tendangan bebas dari kotak penalty Arema. Kiper Arema,
Hendro Kartiko tidak mampu menghadang arah bola.
38 : Gol bunuh diri stopper OK Jhon tidak mampu membawa Arema
menyamakan kedudukan. Asisten wasit I, Yuli Suratno memutuskan
Patricio Morales berdiri off side ketika hendak menghalau umpan tarik
Elie Aiboy. Pertandingan terhenti selama 16 menit karena asisten wasit
I, Yuli Suratno pingsan. Yuli pingsan dan mendapat perawatan intensif
dari tim medis di ruang medis Stadion Brawijaya. Yuli digantikan wasit
Suadi Yunus dari Aceh. Pertandingan dilanjutkan dan keunggulan 0-1
Persiwa atas Arema bertahan hingga turun minum.

Babak II :
52 : Gol shoting Emile Bertrand Mbamba memaksimalkan umpan silang
Patricio Morales dianulir wasit. Asisten wasit II, Sumarman menganggap
Mbamba dalam posisi offside sebelum menerima umpan matang tersebut. 54
: Bola heading Arif Suyono hanya mampu membentur tiang gawang kiri
Persiwa.
66 : Peter Rumarophen mampu menggandakan keungggulan Persiwa, 2-0 atas
Arema melalui heading terarahnya memaksimalkan umpan tarik Sunday M Seah.
67 : Mbamba mampu mengubah skor 2-1 menipiskan ketertinggalan Arema
dengan gol headingnya memaksimalkan umpan tarik Patricio Morales.
69 : Asisten wasit II, Sumarman memutuskan bola umpan tarik Jainal
Ichwan sudah meninggalkan lapangan. Namun bola hasil tendangannya
membentur mistar gawang dan masuk ke lapangan. Keputusan itu menyulut
emosi Aremania yang berada di sektor utara stadion. Sumarman terkena
lemparan dan menyelamatkan diri ke tengah lapangan. Ribuan Aremania
marah dan melakukan pengrusakan.

22.28 WIB : Rombongan Arema masih belum bisa meninggalkan Stadion
Brawijaya karena kondisi di jalanan protokol Kediri masih belum
kondusif. Awak tim berlindung di dalam bus. Informasinya, rombongan
Aremania yang bertolak ke Malang diserang dengan dilempari batu warga
setempat. Sementara tim Persiwa dievakuasi menggunakan mobil rantis
polisi 15 menit setelah pertandingan terhenti. (poy/jon)
=================================

HIDUP HUKUM RIMBA!!!

Kirim email ke